Selasa, 28 Juli 2020

  • Minim Sentimen, Pasar Obligasi Bergerak Terbatas. Seluruh indeks return obligasi Indonesia menguat tipis pada perdagangan Senin. Harga SUN seri fixed rate bergerak variatif dengan rata-rata perubahan harga pada 43 serinya naik +5,08bps. Kurva yield SBN masih berpola bullish. Rata-rata yield tenor 1-30 tahun turun –2,52bps. Penurunan terbesar terjadi pada tenor menengah yakni sebesar –3,19bps. Total volume transaksi meningkat +61,15% menjadi Rp25,62tn. Namun total frekuensi turun sebesar –20,98% menjadi 1.179 transaksi. Pasar obligasi domestik melanjutkan tren sideways hingga sesi akhir perdagangan Senin. Gerak pasar diperkirakan lebih dipengaruhi oleh faktor trading seiring belum munculnya sentimen dominan lanjutan yang dapat men-drive pasar. Concern pelaku pasar masih akan tertuju pada konflik lanjutan AS-China, penyebaran wabah Covid, dan wait and see jelang rilis data awal GDP AS Q2-2020 yang diprediksi terkontraksi dalam hingga –35%. Pada perdagangan Selasa, pasar obligasi berpotensi masih menguat dalam rentang yang terbatas. Ditengah bayang-bayang sentimen negatif dari kasus harian Covid Indonesia yang sudah tembus 100ribu kasus, stimulus lanjutan dari pemerintah Indonesia berupa penempatan dana ke bank-bank daerah yang terpilih dan rencana stimulus terbaru dari Presiden Trump diharapkan dapat semakin meredam tekanan di pasar.
  • Bank Indonesia menyempurnakan ketentuan Pasar Uang Antarbank Berdasarkan Prinsip Syariah (PBI PUAS) melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 22/9/PBI/2020 tanggal 20 Juli 2020, yang mencabut PBI Nomor 17/4/PBI/2015. Ketentuan baru tersebut berlaku mulai 22 Juli 2020. Penyempuraan PBI PUAS antara lain berupa penambahan instrumen baru PUAS berupa Sertifikat Pengelolaan Dana Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiPA). Selain itu, ketentuan ini juga menyederhanakan pengaturan PUAS yang semula diatur dalam 1 (satu) PBI dan beberapa Surat Edaran Bank Indonesia (SE BI) diubah menjadi 1 (satu) PBI dan 1 (satu) Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG). Penerbitan ketentuan tersebut bertujuan untuk mendukung pelaksanaan operasi moneter berdasarkan prinsip syariah dan menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang antarbank berdasarkan prinsip syariah. Hal itu sejalan dengan pengembangan pasar uang antarbank berdasarkan prinsip syariah yang dilakukan melalui strategi penguatan regulasi, pengembangan instrumen, penguatan infrastruktur dan kelembagaan, serta perluasan penerbit dan basis investor instrumen pasar uang antarbank berdasarkan prinsip syariah yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan industri perbankan syariah.

Secara umum, ketentuan dalam PBI PUAS tersebut antara lain mencakup : 

  • Peserta Pasar Uang Antarbank Berdasarkan Pinsip Syariah (PUAS) terdiri atas Bank Umum Syariah (BUS), Unit Usaha Syariah (UUS), dan Bank Umum Konvensional (BUK).
  • Kegiatan di PUAS meliputi penerbitan Sertifikat Investasi Mudharabah Antarbank (SIMA), Sertifikat Perdagangan Komoditi Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiKA), dan Sertifikat Pengelolaan Dana Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiPA) serta transaksi repo syariah. 
  • BUS dan UUS dapat melakukan penempatan dana dan/atau penerimaan dana pada SIMA, SiKA, dan SiPA serta melakukan transaksi repo syariah. BUK dapat melakukan penempatan dana pada SIMA, SiKA, dan SiPA serta dapat melakukan transaksi repo syariah.

EKONOMI GLOBAL

  • Harga emas telah mencatat level tertinggi $1976.66 di awal sesi Selasa (28/7), melanjutkan trend naik pada rekor harga baru sejak Senin kemarin, yang ditopang oleh meningkatnya ketegangan AS – Tiongkok, serta penambahan pasien wabah Korona di AS yang terus bertambah secara drastis setiap harinya. Terus memburukknya hubungan diplomatik antara AS – Tiongkok, yang telah menyebabkan penutupan konsulat di Houston dan Chengdu, dan penempatan pesawat tempur AS yang meningkat di dekat laut Natuna, wilayah laut yang telah menjadi perdebatan wilayah beberapa negara termasuk Indonesia dan Tiongkok, telah meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap prospek terhambatnya upaya pemulihan ekonomi AS – Tiongkok. Aset-aset aman seperti logam mulia dan yen Jepang nampak makin digandrungi oleh pelaku pasar, dengan harga emas melanjutkan mencatat level tertinggi baru sejak awal pekan ini. Peningkatan pasien wabah Korona di AS yang terus meningkat secara drastis dan upaya stimulus yang di siapkan oleh parlemen AS dari partai Republik juga menjadi fokus pasar, di mana banyak kekhawatiran bahwa AS akan gagal dalam upaya pemulihan ekonomi di tengah terus meningkatnya jumlah pasien Korona dan korban yang berjatuhan. Fokus pasar di hari ini adalah data Consumer Confidence dan Richmond Manufacturing Index AS jam 21:00 WIB, yang dapat menjadi peluang penggerak dolar AS malam nanti. Pasar juga akan menantikan langkah kebijakan moneter terbaru The Federal Reserve AS pada dini hari Kamis pekan ini, yang diharapkan akan memberikan arahan pergerakan pasar.

Potensi Pergerakan

EMAS
Ditopang oleh pelemahan dolar AS, kekhawatiran pemulihan ekonomi global telah memicu kenaikan harga emas sebesar $40.90 pada akhir perdagangan hari Senin. Harga emas berpotensi melanjutkan penguatan menguji level resisten $1990 – $2000, yang menjadi level sentimen pasar utama, bila pelemahan dolar AS masih berlanjut di tengah ketegangan AS – Tiongkok yang makin memanas. Level support pada kisaran $1920 – $1928.

MINYAK
Harga minyaknaik $0.31 di tengah ketegangan AS – Tiongkok dan harapan stimulus bantuan yang diajukan parlemen AS. Harga minyak masih berpeluang naik menguji resisten $42.20 – $42.50 bila harapan stimulus bantuan AS yang akan diajukan oleh partai Republik, akan disetujui oleh mayoritas parlemen AS.

EURUSD
EURUSD berhasil menguat pada hari Senin sebesar970 pips, tertopang lemahnya dolar AS di tengah ketegangan AS – Tiongkok yang makin memanas. EURUSD masih berpeluang naik menguji resisten 1.1800 – 1.1830. Level Support pada kisaran 1.1700 – 1.1725.

GBPUSD
GBPUSD catat penguatan sebesar 89 pips di hari Senin kemarin, tertopang oleh lemahnya dolar AS atas peningkatan ketegangan hubungan AS – Tiongkok. GBPUSD berpeluang naik menguji resisten 1.29250 – 1.2950 bila pelemahan dolar AS berlanjut. Level support pada kisaran 1.2800 – 1.2840.

USDJPY
USDJPY menutup sesi Senin dengan turun sebesar 76 pips karena meningkatnya ketegangan AS – Tiongkok memicu minat pada aset aman. USDJPY berpeluang lanjutkan pelemahan menguji support 104.80 – 105.00. Level resisten pada kisaran 105.65 – 106.00.

AUDUSD
AUDUSDcatat penguatan 46 pips kemarin di tengah lemahnya dolar AS, dan dibayangi oleh kekhawatiran hubungan AS – Tiongkok yang memburuk dapat berimbas negatif pada permintaan produk Australia oleh Tiongkok. Bila pelemahan dolar AS berlanjut, AUDUSD berpotensi naik menguji resisten 0.7185 – 0.7200. Level Support pada kisaran 0.7100 – 0.7115.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya