Selasa, 28 Januari 2020

  • Pada perdagangan kemarin, seluruh indeks return obligasi Indonesia ditutup melemah. Mayoritas harga SUN seri FR dan ORI terkoreksi dengan rata-rata penurunan sebesar –19,96bps. Seluruh tenor pada yield obligasi negara dan obligasi korporasi tertekan naik. Pelemahan kinerja pasar disertai dengan penurunan volume transaksi di pasar sekunder menjadi Rp21,28tn serta turunnya frekuensi menjadi 1.033 transaksi. Bearish-nya pasar obligasi awal pekan diperkirakan lebih didorong oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap sentimen global seperti berlanjutnya konflik AS-Iran serta penyebaran virus Corona yang semakin meluas. Perdagangan senin kemarin, kurs spot Rupiah juga terdepresiasi sebesar 32poin ke level Rp13.615/US$. Pasar obligasi domestik diperkirakan masih bergerak dalam tekanan seiring belum adanya sentimen positif yang sanggup mengubah arah pasar. Pelaku pasar masih akan concern seputar isu global seperti serangan roket dari Iran ke kedubes AS di Irak, serta penyebaran virus Corona yang dikhawatirkan dapat semakin memperlambat pertumbuhan ekonomi global.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Permintaan aset safe haven seperti emas dan mata uang yen berpeluang masih tinggi dibalik kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global setelah dilaporkan virus Korona telah menyebar ke negara-negara ekonomi maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan dan Perancis. Sementara itu untuk pasangan EURUSD dan GBPUSD berpotensi dalam tekanan turun dibalik kekhawatiran akan perlambatan ekonomi zona Euro, dan ketidakpastian Brexit menjelang keluarnya Inggris dari zona Euro di akhir bulan ini.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang akan bergerak naik dalam jangka pendek karena sentimen permintaan aset safe haven dibalik kekhawatiran akan penyebaran virus Korona yang telah memasuki negara-negara ekonomi maju untuk menguji level resisten di $1585 – $1590. Namun, harga emas berpotensi terkoreksi jika dolar AS menguat pada perilisan data ekonomi AS yang optimis seperti Durable Goods Order pukul 20:30 WIB dan CB Consumer Confidence pukul 22:00 WIB untuk menguji level support di $1575 – $1570.

MINYAK

Harga minyak berpotensi lanjutkan penurunannya akhir-akhir ini yang dipicu outlook melambatnya permintaan karena disebabkan oleh virus Korona untuk menguji level support di $52.50 – $52.00. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di $53.40 -$53.90.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek dibalik sentimen perlambatan ekonomi di zona Euro serta sikap dovish European Central Bank untuk menguji level support di 1.0990 – 1.0940. Sementara itu jika bergerak naik, level resisten terlihat di 1.1050 – 1.1100 dengan fokus hari ini ke data tingkat pengangguran di Spanyol yang dirilis pukul 15:00 WIB.

GBPUSD

Ketidakpastian Brexit serta potensi pelonggaran moneter oleh Bank of England di pekan ini berpeluang menjadi beban untuk pergerakan GBPUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.3020 – 1.2970. GBPUSD berpeluang naik jika data CBI Realizes Sales Inggris yang dirilis pukul 18:00 WIB hasilnya lebih tinggi dari estimasi untuk menguji level resisten di 1.3100 – 1.3150.

USDJPY

Sentimen permintaan terhadap aset safe haven karena penyebaran virus Korona berpeluang memicu penurunan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level support di 108.60 – 108.20. USDJPY berpeluang bergerak naik untuk menguji resisten di 109.30 – 109.70 jika data BOJ Core CPI yang dirilis pukul 12:00 WIB hasilnya lebih buruk dari estimasi.

AUDUSD

Outlook perlambatan ekonomi Tiongkok, mitra dagang utama Australia. yang dipicu oleh virus Korona berpeluang menjadi beban untuk pergerakan AUDUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 0.6720 – 0.6680. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di 0.6800 – 0.6840.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 28/01/2020 pukul 09.50WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.