Selasa, 28 April 2020

  • Perdagangan Awal Pekan, Pasar Obligasi Bearish. Seluruh indeks return obligasi domestik baik konvensional maupun sukuk bergerak melemah. Harga-harga obligasi negara seri fixed rate dominan terkoreksi dengan rata-rata perubahan sebesar –43,43bps. Yield obligasi negara dan korporasi kompak tertekan naik pada seluruh tenornya. Volume transaksi obligasi di pasar sekunder meningkat menjadi Rp12,36tn (+80,88%). Sedangkan total frekuensi turun menjadi 722 transaksi (-2,56%). Negatifnya kinerja pasar obligasi diperkirakan terdorong oleh kembali meningkatnya persepsi risiko pasar terhadap anjloknya harga minyak dunia, tensi geopolitik AS-China yang kembali memanas, dan terus berlanjutnya penyebaran Covid-19. Hingga kini, kasus positif Covid-19 secara global telah melebihi 3 juta kasus dan 9 ribu kasus terjadi di Indonesia. Disisi lain, Bank of Japan memberikan stimulus momneter dengan melakukan quantitative easing tanpa batas guna meredam dampak covid-19 ke perekonomian. Pasar obligasi Indonesia diperkirakan masih bergerak melemah namun dengan kecenderungan yang lebih mereda. Ditengah bayang-bayang sentimen negatif global, respon pasar atas stimulus dari BOJ, pelaksanaan lelang SBN, dan pergerakan nilai Rupiah diharapkan dapat meredam tekanan di pasar SBN. Pada Selasa ini pemerintah kembali mengadakan lelang SBN sebanyak 7 seri (2 seri SPN dan 5 seri FR) dengan target indikatif Rp20,00tn.

EKONOMI GLOBAL

  • Minyak melanjutkan penurunannya pada Selasa (28/4/2020) pagi di Asia bahkan saat mencabut kembali kerugiannya dari sesi sebelumnya. Kerugian ini datang setelah United States Oil Fund mengatakan semalam bahwa mereka akan menjual semua kontraknya untuk pengiriman Juni, menggantikannya dengan kontrak jangka panjang untuk mengelola volatilitas harga minyak. Market movers lainnya adalah data Spanish Unemployment Rate pukul 14:00 WIB, Data CB Consumer Confidence AS pukul 21:00 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak turun menguji level support di 1695 1690 karena tertekan oleh minat pelaku pasar yang meningkat di tengah potensi Italia dan New York akan kembali membuka sektor bisnis mereka, Level resisten harga emas berada pada kisaran 1715 – 1720.

MINYAK

Harga minyak berpotensi bergerak lebih rendah menguji level support 10.00 – 9.50 karena tertekan oleh over supplay dan rendahnya permintaan minyak mentah. Level resisten harga minyak berada pada kisaran 12.00 – 12.50.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 1.0860 – 1.0880 karena outlook pelemahan dolar lebih lanjut. Namun bila bergerak turun EURUSD berpeluang menguji level support 1.0790 – 1.0760.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 1.2455 – 1.2480 karena tertopang oleh rencana pelonggaran kebijakan lockdown Inggris. Bila turun GBPUSD berpotensi menguji support 1.2380 – 1.2350.

USDJPY

USDJPY berpotensi bergerak turun menguji level support 106.90 – 106.60 dalam jangka pendek. Minat pelaku pasar yang tinggi pada aset resiko berpotensi menopang USDJPY menguji resisten 107.50.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 0.6460 – 0.6500 karena tertopang oleh potensi kenaikan harga aset beresiko. Level support AUDUSD berada pada kisaran 0.6400 – 0.6380.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.