Selasa, 27 Oktober 2020

  • Perdagangan Awal Pekan, Pasar Obligasi Menguat Terbatas. Seluruh indeks return obligasi domestik ditutup menguat terbatas pada rentang +0,02% hingga +0,05%. Harga SUN seri Fixed Rate bergerak variatif dengan rata-rata harga pada seluruh seri turun –3,29bps. Yield obligasi negara juga bergerak tipis dengan mencatatkan rata-rata kenaikan yield sebesar +0,45bps. Aktivitas perdagangan obligasi menurun dengan total volume menjadi sebesar Rp18,79tn (-17,89%) dan total frekuensi menjadi 1.191 transaksi (-10,25%). Sideways-nya pergerakan pasar yang disertai dengan penurunan aktivitas perdagangan di pasar sekunder mengindikasikan pasar tengah minim sentimen lanjutan dan cenderung wait & see terhadap beberapa rilis ekonomi penting dari global.  Faktor eksternal yang membayangi pasar diperkirakan masih didorong oleh tarik ulurnya kesepakatan stimulus AS di Kongres jelang Pilpres AS pekan depan. Pada perdagangan Senin, kurs spot Rupiah menguat tipis sebesar 10 poin ke level Rp14.650/US$. Pada perdagangan Selasa yang sekaligus menjadi hari terakhir perdagangan di pekan ini, gerak pasar obligasi diperkirakan tidak jauh berbeda dengan perdagangan Senin. Pasar masih akan minim sentimen dan cenderung menunggu bagaimana update agenda-agenda penting ekonomi global yang akan dirilis saat pasar Indonesia libur panjang hingga akhir bulan.
  • Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tetap tinggi pada September 2020 didukung oleh komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi. Posisi M2 pada September 2020 tercatat Rp6.742,9 triliun atau tumbuh tetap tinggi sebesar 12,3% (yoy), meskipun melambat dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 13,3% (yoy). Perkembangan tersebut disebabkan pertumbuhan M1 sebesar 17,6% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada Agustus 2020 sebesar 19,3% (yoy) dipengaruhi melambatnya simpanan giro Rupiah. Pertumbuhan uang kuasi juga melambat, dari 11,5% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 10,6% (yoy) pada September 2020. Sementara itu, surat berharga selain saham pada September 2020 tercatat kontraksi sebesar 13,9% (yoy), tidak sedalam kontraksi bulan sebelumnya sebesar 18,7% (yoy). Berdasarkan faktor yang memengaruhi, pertumbuhan M2 pada September 2020 didorong oleh peningkatan ekspansi keuangan pemerintah. Peningkatan ekspansi keuangan pemerintah tercermin pada pertumbuhan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat yang mengalami tren peningkatan, dari 65,1% (yoy) pada Agustus 2020 menjadi 76,7% (yoy) pada September 2020. Selain itu, aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 16,7% (yoy) pada September 2020, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Agustus 2020 sebesar 13,8% (yoy). Sementara itu, pertumbuhan kredit pada September 2020 tercatat sebesar -0,4% (yoy), berbalik arah dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 0,6% (yoy).

ECONOMIC GLOBAL

  • Indeks saham Asia terlihat akan lanjutkan penurunannya pada hari Selasa (27/10) setelah melonjaknya kasus virus korona global dan meredupnya harapan untuk kesepakatan stimulus di AS yang telah menekan turun Wall Street dan mendorong penguatan dolar AS. Indeks saham AS turun tajam semalam karena kegugupan pasar terhadap rekor harian terbaru kasus Covid-19 di Amerika Serikat, Rusia dan Perancis yang membuat investor menjauhi aset berisiko. Dan sementara itu dari perkembangan negosiasi stimulus di AS, Ketua DPR AS Nancy Pelosi masih menunjukkan bahwa dia berharap kesepakatan RUU bantuan virus korona dapat dicapai sebelum pemilu tanggal 3 November, namun penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan kepada wartawan pada hari Senin bahwa pembicaraan kembali melambat. Semalam, Dow Jones Industrial Average turun 650.19 poin, atai 2,29%. Indeks S&P 500 melemah 64,42 poin, atau 1,86%, sementara itu indeks Nasdaq Composite turun 189,35 poin, atau 1,64%.

Peluang Pergerakan:

EMAS 

Harga emas berakhir menguat tipis $0,68 di level $1902,09 di hari Senin karena sentimen kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19 di AS dan Eropa di tengah juga menguatnya dolar AS seiring ketidakpastian stimulus di AS. Harga emas berpeluang untuk berbalik turun, menguji support di $1894 jika dominannya sentimen penguatan dolar AS karena ketidakpastian stimulus AS menjelang pilpres AS. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1894 – $1910.

MINYAK 

Harga minyak ditutup turun ke level $38.60, melemah sebesar $1.18 pada hari Senin karena kekhawatiran melambatnya permintaan dibalik lonjakan kasus Covid-19 dan kembalinya produksi minyak Libya. Outlook kekhawatiran melambatnya permintaan dan oversupply minyak global berpotensi untuk menjadi sentimen negatif untuk pergerakan harga minyak lebih lanjut, menargetkan support di $38.30. Potensi rentang perdagangan sesi Eropa di $38.30  – $39.10.

EURUSD 

Buruknya data ekonomi Jerman dan kembali menguatnya dolar AS seiring belum ada kemajuan pada pembahasan stimulus AS menekan EURUSD turun 52 pips ke level 1.1810 di akhir sesi Senin. Penurunan EURUSD berpeluang berlanjut, membidik support di 1.1770 di tengah sentimen menguatnya dolar AS serta kekhawatiran terhadap  tingginya kasus Covid-19 di Eropa. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.1770 – 1.1850

GBPUSD 

GBPUSD berakhir turun 16 pips ke level 1.3025 pada hari Senin, karena pesimisme pembahasan Brexit dan stimulus AS yang menopang minat beli aset likuid dolar AS. GBPUSD berpeluang masih dalam tekanan turun, mengincar support di 1.2970 di tengah sentimen ketidakpastian Brexit dan stimulus AS. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.2970 – 1.3060

USDJPY 

USDJPY berakhir naik 6 pips di sesi Senin, pada level 104.84 akibat meningkatnya minat beli dolar AS karena kembali gagalnya pembahasan stimulus bantuan Korona AS semalam. USDJPY berpeluang untuk berbalik turun, menguji support di 104.40 jika data BOJ Core CPI yang dirilis pukul 12:00 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 104.40 – 105.20

AUDUSD 

AUDUSD  berakhir melemah 14 pips ke level 0.7124, karena turunnya harga komoditas tembaga dan meningkatnya minat beli dolar AS karena kembali gagalnya pembahasan stimulus bantuan Korona AS semalam. AUDUSD berpeluang untuk memperdalam penurunannya, mengincar support di 0.7080 jika pidato dua pejabat RBA pukul 9:30 WIB dan 13:00 WIB cenderung bernada dovish/pesimis. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7080 – 0.7160.

NIKKEI 

Tertekan oleh sentimen hindar aset berisiko karena memburuknya kasus penyebaran virus korona telah memicu penurunan indeks Nikkei di hari Senin, ditutup melemah 160 poin di level 23395 Indeks Nikkei berpotensi masih dalam tekanan turun, menargetkan support di 23300 di tengah sentimen hindar aset berisiko karena lonjakan kasus Covid-19. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 23300 – 23470

HANGSENG

Indeks Hang Seng berpotensi untuk melemah, menguji support di 24780 di tengah sentimen kejatuhan Wall Street semalam yang dapat memicu aksi jual pada aset berisiko. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 24780- 25100

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.