Selasa, 27 April 2021

  • ICBI Menguat +0,07% Pada Hari Pertama Perdagangan Pekan Ini. ICBI dan INDOBeXG-TR ditutup menguat pada besaran yang hampir sama yakni +0,07% dan +0,06%. Harga SUN seri fixed rate bergerak mixed dengan rata-rata perubahan pada seluruh seri turun tipis –0,13bps. Sedangkan rata-rata harga sukuk negara turun –4,03bps. Kurva yield obligasi negara, PHEI-IGSYC, berpola mixed. Rata-rata perubahan yield seluruh tenor (1-30tahun) naik +0,47bps. Total volume transaksi obligasi di pasar sekunder naik +14,78% menjadi sebesar Rp11,79tn. Sementara itu, total frekuensi turun tipis –0,75% menjadi 1.450 transaksi. Pasar obligasi menguat terbatas pada awal pekan terakhir bulan April ditengah belum adanya sentimen baru yang dominan. Tekanan yang dialami pasar obligasi dipicu oleh tingginya persepsi risiko terkait lonjakan kasus Covid-19 di India, serta perang dagang China-Australia. Namun, kinerja Rupiah di pasar spot yang menguat ke level Rp14.485/US$, dan FDI Indonesia Q1-2021 yang naik sebesar +14,0%yoy (proyeksi +2,0%yoy) diprediksi mampu menahan koreksi harga yang lebih besar. Today’s Outlook Belum adanya sentimen baru berpotensi mendorong pasar obligasi berlanjut sideways pada hari ini. Fokus pasar masih tertuju pada kasus Covid-19 di India dan ancaman penyebaran virus baru dari negara tersebut. Bahkan saat ini lonjakan kasus Covid-19 juga mulai menyerang Thailand. Sementara itu, katalis positif berpotensi datang dari Rupiah jika bertahan dalam tren menguat.
  • Indonesia menerima pengiriman batch kedua dari COVAX Facility sekitar 3.85 juta dosis vaksin AstraZeneca. Dengan begitu, total vaksin yang telah diterima Indonesia dari COVAX sebanyak 4.96 juta dosis. Jika digabungkan antara vaksin dari jalur multilateral dan bilateral, maka jumlah vaksin yang sudah tiba di Indonesia sebanyak 67.46 juta dosis. Sejauh ini, Indonesia merupakan negara ketiga dengan jumlah pemberian vaksinasi terbesar di Asia, setelah China dan India. Tentu saja hal tersebut dapat memberikan harapan dan optimisme pemulihan ekonomi Indonesia di tengah masih tingginya kasus baru harian Covid-19 yang masih berada di angka 5,944 kasus per hari dan segenap upaya pemerintah dalam menanggulangi dan menghentikan penyebaran virus tersebut.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Pada hari Senin (26/04) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5,964.82, melemah 52.04 poin atau 0.86% dibanding Jumat (23/04). Total transaksi sebesar Rp. 10 triliun dengan investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell di seluruh pasar sebesar Rp. 226.57 miliar. Terdapat 183 saham menguat, 304 saham terkoreksi, dan 139 lainnya stagnan. Terpantau, 7 dari 11 indeks sektoral melemah, dipimpin oleh sektor finansial yang terkoreksi sebesar 1.67% .

BONDS

  • Harga obligasi berdenominasi Rupiah bergerak sideways pada perdagangan di awal pekan ini di tengah variatifnya sentimen eksternal. Harga SUN seri acuan melemah pada kisaran 10 – 25 bps dengan yield SUN bertenor 10 tahun (FR0087) naik 2 bps ke level 6.43%. Pada perdagangan Selasa (27/04) pasar SBN diprediksi akan tetap bergerak dalam rentang sideways karena investor akan mencermati level incoming bid lelang SUN hari ini dengan target indikatif sebesar Rp. 30 triliun – Rp. 45 triliun. Selain itu investor juga cenderung wait & see menantikan hasil FOMC meeting yang akan diumumkan Kamis (29/04) waktu setempat.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Senin (26/04), Rupiah dibuka di level 14,480/14,500 dengan kejadian pertama di 14,500 dan kurs acuan JISDOR di level 14,489 (prior : 14,548). Rupiah diperdagangkan pada range 14,530-14,565. Pergerakan Rupiah masih dipengaruhi oleh sentimen dari FOMC Meeting pada Kamis (29/04) waktu setempat yang diyakini kebijakan suku bunga rendah akan tetap dipertahankan oleh The Fed sehingga membuat pasar emerging market kembali bergeliat. Akan tetapi, pasar emerging market juga akan terus mencermati lonjakan kasus positif Covid-19 yang terjadi India dan dampaknya ke negara-negara emerging lainnya termasuk Indonesia. Di tengah proses vaksinasi nasional yang terus dilakukan, Indonesia masih mencatatkan peningkatan kasus positif harian Covid-19 menjadi 5,944 kasus (prior : 4,402 kasus).
  • Infeksi virus Covid-19 di India masih terus mengalami peningkatan dan untuk lima hari berturut-turut kasus positif harian mencatatkan rekor. Pada Senin (26/04), India mencatat penambahan 352,991 kasus positif harian dan membuat total warga yang telah terinfeksi melampaui 17 juta orang. Angka kematian juga mencetak rekor dengan penambahan 2,812 pasien meninggal dan menjadikan total kematian mencapai 195,123 orang. Sementara itu di Singapura, 1,200 pekerja imigran yang berasal dari Asia Selatan dikarantina setelah ditemukan 10 kasus positif Covid-19 di asrama Westlite Woodlands. Singapura terakhir kali melaporkan lebih dari 10 kasus positif dalam satu hari pada September 2020 lalu dan hampir tidak ada infeksi baru selama beberapa bulan terakhir. Tentu saja hal tersebut menjadi suatu kekhawatiran di tengah proses vaksinasi Covid-19 yang terus dilakukan.
  • Dolar AS nampak bergerak naik di awal sesi Selasa (27/4), walau pelaku pasar nampak masih akan berhati-hati menjelang laporan kebijakan moneter dari 2 bank sentral Global. Bank of Japan (BOJ) akan melaporkan kebijakan moneter pada hari ini (esrtimasi jam 10:00 WIB), dan The Federal Reserve AS pada hari Kamis 01:00 WIB.

Peluang Pergerakan

Emas

Harga emas berakhir naik sebesar $4.20 di level $1781.12 karena sikap hati-hati pelaku pasar menjelang pertemuan bank sentral AS, The Federal Reserve, pada pekan ini. Di sesi Asia (27/4), harga emas berpotensi dibeli menguji resisten $1786 selama harga bertahan di atas level $1775. Jika turun ke bawah level tersebut, harga emas berpeluang dijual menguji support $1772. Potensi rentang harga di sesi Asia: $1772 – $1786. 

Minyak Mentah

Harga minyak ditutup turun  pada hari Senin sebesar $0.11 di level $61.93 karena tertekan oleh kekhawatiran turunnya permintaan seiring meningkatnya jumlah kasus baru covid-19 dan rencana kenaikan produksi minyak dari OPEC. Di sesi Asia (27/4), Bila harapan kebijakan OPEC+ pada pertemuan besok akan menjaga cadangan minyak global, harga minyak berpotensi dibeli menguji resisten $62.55. Sebaliknya jika sentimen OPEC+ merencanakan peningkatan produksi dominan dan harga turun ke bawah level $61.55, harga minyak berpotensi dijual menguji support $61.25. Potensi rentang harga di sesi Asia: $61.25 – $62.55.

EURUSD

Terbebani oleh tingkat kepercayaan bisnis di Jerman yang naik di bawah ekspektasi pasar, kekhawatiran terhadap kenaikan kasus baru covid-19, dan sikap hati-hati pelaku pasar jelang pertemuan bank sentral AS di hari Kamis mendatang, EURUSD berakhir turun sebesar 11 pip di level 1.2085. Di sesi Asia (27/4), EURUSD berpotensi dijual menguji support 1.2060 selama harga bertahan di bawah level 1.2095. Jika naik ke atas level tersebut, EURUSD berpeluang dibeli menguji resisten $1.2115. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.2060 – 1.2115.

GBPUSD

Outlook positif terhadap pertumbuhan ekonomi Inggris telah menopang kenaikan GBPUSD pada hari Senin sebesar 22 pip di level 1.3900 pada akhir  perdagangan, di tengah sikap hati-hati pelaku pasar jelang pertemuan The Fed pekan ini. Di sesi Asia (27/4), GBPUSD berpotensi dibeli menguji resisten 1.3930 selama harga bertahan di atas level 1.3875. Jika turun ke bawah level tersebut, GBPUSD berpeluang dijual menguji support 1.3860. Potensi rentang harga di sesi Asia:  1.3860 – 1.3930.

USDJPY

Sikap hati-hati menantikan kebijakan bank sentral Jepang (BoJ) pagi hari ini, USDJPY berakhir menguat sebesar 23 pip di level 108.08. Di sesi Asia (27/4), USDJPY berpotensi dibeli menguji resisten 108.45 bila kebijakan BoJ kembali bernada dovish hari ini (estimasi jam 10:00 WIB). Sebaliknya jika menembus ke bawah level 108.00, USDJPY berpeluang dijual menguji support 107.85. Potensi rentang harga di sesi Asia: 107.85 – 108.45.

AUDUSD

Tertopang oleh tingginya harga komoditas tembaga dan biji besi yang merupakan produk utama perdagangan Australia, AUDUSD berakhir  naik sebesar 53 pip di level 0.7798 pada perdagangan hari Senin. Di sesi Asia (27/4), AUDUSD berpotensi dibeli menguji resisten 0.7820 selama harga bertahan di atas level 0.7765. Jika turun ke bawah level tersebut, AUDUSD berpeluang dijual menguji support 0.7740. Potensi rentang harga di sesi Asia: 0.7740 – 0.7820.

Nikkei

Di tengah sikap hati-hati kebijakan Bank of Japan pagi hari ini dan melemahnya mata uang yen Jepang telah menekan  indeks Nikkei turun sebesar 5 poin  di level 29205 di akhir perdagangan hari Senin.  Di sesi Asia (27/4), indeks Nikkei berpeluang dijual menguji support 28850 bila BoJ memberikan pernyataan dovish siang hari ini (estimasi pada jam 10:00 WIB). Sebaliknya jika naik ke atas level 29270, indeks Nikkei berpeluang dibeli menguji 29400. Potensi rentang harga di sesi Asia: 28850 – 29400.

Hang Seng

Kekhawatiran terhadap kenaikan kasus baru covid-19 disejumlah negara telah membebani kinerja indeks Hang Seng, ditutup melemah sebesar 287 poin di level 28893 pada perdagangan hari Senin. Di sesi Asia (27/4), indeks Hang Seng berpotensi dijual menguji support 28600 selama harga bertahan di bawah level 29100. Jika naik ke atas level tersebut, indeks Hang Seng berpeluang dibeli menguji resisten 29250.  Potensi rentang harga di sesi  28600 – 29250.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.