Selasa, 26 November 2019

  • Penguatan berlanjut mewarnai pasar obligasi. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik +0,10% ke level 273,2329; INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) naik +0,09% ke level 268,1183; dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik +0,14% ke level 297,3726. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak bullish dengan rata-rata yield pada tenor 1-30tahun turun sebesar –2,01bps. Penurunan rata-rata yield terbesar dicatatkan tenor pendek (<5tahun) yakni –2,95bps. Sedangkan rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (>7tahun) turun masing-masing sebesar –0,63bps dan –2,03bps. INDOBeXG-Effective Yield turun –0,0096poin ke level 6,9351. Harga seluruh seri SUN benchmark menguat pada rentang +2,61bps hingga +10,68bps dan mencatatkan penguatan rata-rata sebesar +7,36bps. Harga SUN seri FR secara keseluruhan dominan menguat dengan rata-rata naik tipis sebesar +0,53bps. Harga ketiga seri ORI juga menguat dengan rata-rata naik sebesar +5,34bps. Senin kemarin, INDOBeXG-Clean Price ditutup di level 115,1806 atau menguat +0,03% dari akhir sesi end of day Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder meningkat dari sisi volume dengan mencatatkan total volume sebesar Rp11,74tn (+21,15%). Namun total frekuensi terpantau turun sebesar –6,14% menjadi 642 transaksi. Kenaikan volume terjadi pada transaksi SUN tenor pendek dan menengah dengan akumulasi kenaikan nilai sebesar Rp2,70tn. FR0076 kembali menjadi yang teraktif dengan 100 transaksi. Sementara FR0082 menjadi seri SBN dengan total volume transaksi terbesar senilai Rp1,58tn. Pada obligasi korporasi, seri BBRI03BCN1 menjadi yang teraktif dengan 7 transaksi (volume Rp5miliar). Sedangkan total volume terbesar senilai Rp180miliar diraih seri WSBP01CN2. Penguatan berlanjut mewarnai pasar obligasi. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik +0,10% ke level 273,2329; INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) naik +0,09% ke level 268,1183; dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik +0,14% ke level 297,3726. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak bullish dengan rata-rata yield pada tenor 1-30tahun turun sebesar –2,01bps. Penurunan rata-rata yield terbesar dicatatkan tenor pendek (<5tahun) yakni –2,95bps. Sedangkan rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (>7tahun) turun masing-masing sebesar –0,63bps dan –2,03bps. INDOBeXG-Effective Yield turun –0,0096poin ke level 6,9351. Pergerakan indeks return obligasi negara pada akhir sesi end of day kemarin tidak jauh berbeda dengan sesi siang. Ketidakjelasan kesepakatan damai dagang AS-China masih menjadi faktor dominan yang menggerakkan pasar obligasi. Dinamika kesepakatan dagang menyebabkan pasar berspekulasi dan memicu harga bergerak terbatas. Namun langkah China menaikkan penalti pada perusahaan pelanggar HAKI di China cukup direspon positif pasar. Tercermin dari penurunan yield/imbal hasil kurva yield PHEI-IGSYC pada seluruh tenor. Persepsi risiko di global juga terpantau mereda, ditunjukkan dari pergerakan CDS Indonesia tenor 5-tahun yang turun –0,85bps ke level 74,20. Dampak kebijakan China tersebut turut mendorong Rupiah di pasar spot menguat sebesar +6,0poin ke level Rp14.086/US$ (Bloomberg). Belum adanya sentimen dominan lanjutan diprediksi menyebabkan pasar obligasi kembali sideways. Adanya agenda pidato Jerome Powell pada hari ini berpotensi semakin mendorong sepinya aktivitas pasar sekunder obligasi.

EKONOMI GLOBAL

  • Pernyataan Fed Powell pagi ini yang mengatakan bahwa suku bunga tidak akan naik dalam waktu dekat berpotensi menopang kenaikan harga emas jangka pendek. Namun, selama masih berlangsunya sentimen progres negosiasi dagang AS-Tiongkok, kenaikan harga emas berpotensi terbatas dan bahkan bisa bergerak turun seperti pergerakan akhir-akhir ini. Sementara itu pergerakan AUDUSD berpeluang bergerak naik jangka pendek jika pasar mempertimbangkan pernyataan deputi Gubernur RBA Debelle yang cukup optimis di tengah perkembangan positif negosiasi AS-Tiongkok dengan trader selanjutnya akan memfokuskan perhatiannua ke pidato Gubernur RBA Phillip Lowe yang dijadwalkan pukul 16:05 WIB. Data penting hari ini yang dapat memicu volatilitas harga yaitu Iklim konsumen Jerman yang dirilis oleh Gfk pukul 14:00 WIB, neraca perdagangan AS pukul 20:30 WIB, serta tingkat keyakinan konsumen dan penjualan rumah baru AS pukul 22:00 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS
Harga emas berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek seiring ketua Fed pagi ini yang sinyalkan suku bunga tidak mungkin naik dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di $1458 – $1463. Namun, jika outlook progres negosiasi dagang AS-Tiongkok mendominasi pasar, maka harga emas berpotensi bergerak turun untuk menguji support di $1450 – $1445. Selanjutnya pasar akan menantikan perilisan data ekonomi AS seperti neraca perdagangan, keyakinan konsumen dan penjualan rumah baru untuk katalis lebih lanjut pergerakan harga emas.

MINYAK
Harga minyak berpeluang naik dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di $58.30 – $58.80 di tengah sejumlah katalis positif untuk harga minyak seperti progres negosiasi dagang AS-Tiongkok, kerusuhan di Irak dan Iran, dan ekspektasi adanya perpanjangan pengurangan produksi oleh OPEC+. Jika bergerak turun, level support terlihat di $57.50 – $57.00.

EURUSD
EURUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek di tengah sentimen menguatnya dolar AS untuk menguji support di 1.0980 – 1.0940. Namun, EURUSD berpeluang untuk bergerak naik jka data iklim konsumen Jerman yang dirilis pukul 14:00 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi untuk menguji level resisten di 1.1040 – 1.1080.

GBPUSD
GBPUSD berpeluang masih akan lanjutkan tren penguatannya akhir-akhir ini selama masih berlangsungnya sentimen keunggulan partai Konservatif yang dipimpin oleh PM Boris Johnson dalam survei sementara menjelang pemilu Inggris bulan depan untuk menguji level resisten di 1.2940 – 1.3000. Jika bergerak turun, level support terlihat di 1.2860 – 1.2800.

USDJPY
USDJPY berpotensi bergerak naik dalam jangka pendek di tengah sentimen menguatnya dolar AS dan meningkatnya permintaan aset berisiko untuk menguji level resisten di 109.30 – 109.70. Jika bergerak turun, level support terdekat terlihat di 108.70 – 108.30.

AUDUSD
AUDUSD berpeluang bergerak naik jangka pendek di tengah pernyataan yang cukup optimis dari deputi Gubernur RBA Debelle dan progres negosiasi AS-Tiongkok untuk menguji level resisten di 0.6800 – 0.6840. Namun, AUDUSD berpotensi untuk bergerak turun jika sentimen penguatan dolar mendominasi pasar dan Gubernur RBA Phillip Lowe dalam pidatonya pukul 16:05 WIB berikan pandangan yang dovish untuk menguji support di 0.6750 – 0.6710.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 26/11/2019 pukul 10.05WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.