Selasa, 25 Februari 2020

  • Terdampak Faktor Global, Pasar Obligasi Terteka Performa pasar obligasi Indonesia akhir sesi end of day Senin kemarin terpantau melemah. Harga SUN seri FR dan ORI dominan terkoreksi dengan rata -rata perubahan sebesar –17,13bps. Begitu pula yield obligasi negara dan korporasi yang bergerak bearish dengan rata-rata pada tenor 1-30tahun naik +1,89bps. Penurunan kinerja pasar disertai dengan turunnya volume perdagangan menjadi Rp26,52tn (-29,52%). Begitu pula dengan total frekuensi perdagangan yang turun menjadi 1.046 transaksi (-6,94%). Senada dengan pergerakan sesi siang-nya, kinerja negatif pada pasar obligasi Indonesia diperkirakan lebih didorong oleh peningkatan risiko terhadap perlambatan ekonomi akibat semakin meluasnya penyebaran virus Corona ke luar China seperti Korsel, Iran, dan Italia. Pada perdagangan kemarin, indikator risiko CDS Indonesia tenor 5-tahun naik +3,22bps ke level 63,05. Selain itu kurs spot Rupiah terhadap USD juga berlanjut melemah ke level Rp13.872/US$. Pada perdagangan Selasa ini, tren negatif diperkirakan masih mewarnai pasar obligasi domestik seiring belum munculnya sentimen lanjutan yang sanggup mengubah arah pasar. Pada hari ini pula pemerintah kembali mengadakan lelang sukuk negara pada 4 seri (1 SPN & 3 PBS) yang diproyeksikan masih akan mencatatkan penawaran masuk yang tinggi.

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar AS tergelincir dari level tertinggi pada hari Senin (24/2), tertekan oleh ekspektasi investor yang tumbuh bahwa Fed dapat memberikan penurunan suku bunga lebih cepat daripada nanti untuk mengurangi dampak dari wabah koronavirus. Kenaikan cepat dalam jumlah kasus Covid-19 di Iran, Italia, dan Korea Selatan selama akhir pekan telah meningkatkan taruhan pada penurunan suku bunga Fed jangka pendek, melemahkan greenback pada hari Senin.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak turun menguji level support di 1635 – 1630 karena aksi ambil untung pelaku pasar, Namun kekhawatiran akan virus korona dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed berpotensi menekan harga emas menguji resisten 1660 – 1665.

MINYAK

Harga minyak berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 52.50 – 53.00 karena aksi short covering pelaku pasar. Namun potensi perlambatan ekonomi global berpeluang kembali menekan harga minyak menguji level support 50.65 – 50.00.

EURUSD

Melemahnya dolar AS karena ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed berpotensi menopang kenaikan EURUSD menguji level resisten di 1.0885 – 1.0920, Namun jika bergerak turun EURUSD berpeluang menguji level support 1.0825 – 1.0800.

GBPUSD

GBPUSD berpotensi menguji level resisten di 1.2970 – 1.2300 karena dolar AS yang melemah. jika bergerak turun GBPUSD berpotensi menguji level support 1.2885 – 1.2855.

USDJPY

Aksi short covering pelaku pasar berpotensi menopang USDJPY menguji level resisten 111.30 – 111.50. Namun kekhawatiran pelaku pasar terhadap virus korona berpotensi memicu USDJPY menguji support 110.40 – 110.00.

AUDUSD

AUDUSD berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 0.6640 – 0.6680 karena didukung outlook pelemahan dolar AS. Namun bila bergerak turun AUDUSD berpotensi menguji support 0.6575 – 0.6535

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 25/02/2020 pukul 10.31 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.