Selasa, 24 September 2019

  • Akhir sesi end of day Senin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat +0,04% ke level 266,7238. Penguatan juga dicatatkan INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) masing-masing sebesar +0,04% ke level 261,7257 dan +0,06% ke level 290,3091. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak mixed dengan rata-rata yield tenor 1-30 tahun naik sebesar +0,24bps. Perubahan rata-rata yield pada masing-masing kelompok tenor adalah sebesar: pendek (<5tahun) naik +0,81bps; menengah (5-7tahun) turun -0,80bps; dan panjang (>7tahun) naik +0,27bps. INDOBeXG-Effective Yield Senin kemarin terpantau berada di level 7,1541 (+0,0023poin). Harga kelompok seri SUN benchmark tertahan di zona merah hingga berakhirnya sesi end of day. Koreksi harga SUN acuan berada di rentang –1,92bps (FR0079) hingga –24,01bps (FR0078) dan mencatatkan rata-rata –8,85bps. Secara keseluruhan, harga SUN seri FR&ORI berlanjut terpantau dominan turun dengan rata-rata harga sebesar –3,70bps. INDOBeXG-Clean Price Senin kemarin ditutup melemah –0,02% di level 113,8704. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder juga berlanjut terpantau sepi. Total volume menurun –4,82% menjadi sebesar Rp10,80tn dan total frekuensi turun –20,32% menjadi 600 transaksi. Penurunan volume dialami transaksi SUN tenor menengah dan panjang dengan akumulasi nilai sebesar Rp1,74tn. Seri FR0075 kembali menjadi SBN teraktif dengan 83 transaksi sedangkan volume terbesar dicatatkan FR0077 senilai Rp2,21tn. Pada obligasi korporasi, seri teraktif dicatatkan WSKT03BCN2 sebanyak 11 transaksi. Sedangkan total volume terbesar diraih seri BBTN03ACN2 dengan total nilai Rp160miliar. Pada perdagangan kemarin, pasar tampak bergerak variatif. Koreksi harga SUN seri FR yang sedikit mereda mampu mendorong performa indeks return obligasi negara menguat lebih tinggi di akhir sesi end of day dibanding sesi siangnya yakni +0,04% (vs +0,01%). Ketidakpastian jalannya negosiasi AS-China diprediksi mendorong pasar melakukan short trading ditengah aksi wait and see. Sentimen dominan yang membayangi pasar kemarin masih lebih banyak datang dari global yakni terkait isu dagang AS-China dan konflik geopolitik Timur Tengah. Pelemahan Rupiah di pasar spot sebesar –30,0poin ke level Rp14.085/US$ semakin mendorong ketidakpastian bagi pasar. Senada dengan pasar SUN, IHSG kemarin juga ditutup melemah –0,41% di level 6.206,20. Meski demikian, performa pasar berpotensi menguat pada perdagangan hari ini setelah AS dan China mengeluarkan statement bahwa hasil perundingan berjalan lancar dan menepis semua kabar miring di akhir pekan kemarin. Pasar obligasi domestik berpotensi bergerak menguat pada perdagangan hari ini dipicu oleh hasil positif yang dibawa dari jalannya negosiasi AS-China. Sempat dibayangi kekhawatiran paska delegasi China membatalkan kunjungan ke salah satu wilayah pertanian di AS, pasar kembali optimis setelah pihak China langsung memberikan statement bahwa kebatalan tersebut merupakan permintaan dari pihak administratif gedung putih.

EKONOMI GLOBAL

  • Permintaan terhadap aset berisiko berpeluang meningkat pada awal perdagangan hari Selasa (24/9) di tengah laporan bahwa AS akan kembali kembali bernegosiasi dengan Tiongkok dalam waktu dua pekan mendatang, ungkap Menteri keuangan AS Steven Mnuchin. Sementara itu Presiden Trump juga terlihat optimis akan tercapainya kesepakatan dagang dengan Tiongkok pasca dia mengatakan bahwa Beijing akan banyak membeli banyak produk pertanian AS. Untuk hari ini fokus akan tertuju pada pidato Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda pukul 12:30 WIB dan pidato Gubernur RBA Philip Lowe pada pukul 16:55 WIB. Sementara itu data penting lainnya yaitu indeks manufaktur Jepang pukul 7:30 WIB, Iklim bisnis Jerman versi Ifo pada pukul 15:00 WIB dan data tingkat keyakinan konsumen AS versi CB pada pukul 21:00 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak turun dalam jangka pendek di tengah sentimen optisme terhadap negosiasi dagang antara AS dengan Tiongkok untuk menguji level support di $1516 – $1511. Namun, harga emas berpotensi untuk bergerak naik jika dollar AS melemah pada perilisan data tingkat keyakinan konsumen AS yang pesimis untuk menguji level resisten di $1524 – $1529.

Minyak

Masih adanya kekhawatiran akan ketegangan di Timur Tengah berpeluang menopang kenaikan harga minyak lebih lanjut untuk menguji level resisten di $58.80 – $59.30. Namun, jika outlook optimisme negosiasi dagang AS-Tiongkok mendominasi pasar, maka harga minyak berpeluang untuk bergerak turun menguji level support di $58.00 – $57.50.

EURUSD

EURUSD berpotensi untuk bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.0960 – 1.0920 pada outlook kekhawatiran perlambatan ekonomi zona Euro dan pernyataan yang cenderung dovish dari ECB Drgahi semalam. Namun, jika data iklim bisnis Jerman yang dirilis oleh Ifo hasilnya lebih tinggi dari estimasi berpeluang menopang kenaikan EURUSD untuk menguji level resisten di 1.1020 – 1.1070.

GBPUSD

Masih adanya kekhawatiran akan ketidakpastian Brexit serta pasar yang menantikan keputusan Mahkamah Agung Inggris terkait apakah PM Johnson telah menyesatkan Ratu Elizabeth atas alasan penundaan perlamen pada bulan ini berpotensi untuk memicu penurunan GBPUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.2400 – 1.2350. JIka harga bergerak naik, level resisten berada di 1.2460 – 1.2510.

USDJPY

Outlook menguatnya dollar AS dan meredanya tensi dagang AS-Tiongkok serta pesimisnya data manufaktur Jepang berpeluang menopang kenaikan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 107.90 – 108.40. Sementara itu jika bergerak turun level support terlihat di 107.30 – 106.80. Pasar akan menantikan pidato Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda pada pukul 12:30 WIB untuk katalis lebih lanjut.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang untuk bergerak naik dalam jangka pendek seiring pasar yang menyambut baik komentar positif dari AS terkait negosiasi dagang mereka dengan Tiongkok untuk menguji level resisten di 0.6800. Namun, AUDUSD berpeluang untuk berbalik turun untuk menguji level support di 0.6740 – 0.6690 jika Gubernur Philip Lowe dalam pidatonya pukul 16:55 WIB kembali mempertegas pandangan dovish RBA akhir-akhir ini.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 24/09/2019 pukul 09.38WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.