Selasa, 24 November 2020

  • Awal Pekan Keempat November, ICBI Menguat +0,09%. Seluruh indeks return obligasi Indonesia ditutup menguat pada besaran yang hampir sama. Harga SUN seri Fixed Rate cenderung menguat di sesi end of day dengan rata-rata harga naik +4,12bps. Yield obligasi negara dominan bergerak turun/bullish dengan rata-rata pada seluruh tenor –0,74bps. Total volume transaksi di pasar sekunder kemarin turun –16,40% menjadi Rp17,03tn dan total frekuensi turun –22,52% menjadi 1.483 transaksi. Pasar hari ini lebih digerakkan oleh faktor trading ditengah minimnya sentimen lanjutan, salah satunya tercermin dari rata-rata harga obligasi SUN FR yang berbalik menguat setelah di sesi siang terpantau melemah.  Tekanan masih datang dari pandemi Covid-19 yang mana lonjakan kasus tidak hanya terjadi di global, tapi juga dalam negeri dan menyebabkan diperpanjangnya PSBB di Jakarta. Senada dengan sesi siang, katalis positif datang dari kurs spot bloomberg yang naik 16,0poin ke level Rp14.149/US$. IHSG ditutup semakin menguat pada sesi kedua yakni 1,46% di level 5.652,76. Pasar obligasi akan lebih digerakkan oleh faktor trading. Covid-19 masih terus membayangi pasar sejalan dengan belum ada tanda-tanda kasus Covid-19 akan mereda. Dari dalam negeri sendiri, tekanan berpotensi meningkat setelah PSBB di Jakarta kembali diperpanjang hingga dua pekan kedepan.
  • Pada hari Senin (23/11), Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan realisasi APBN sampai dengan bulan Oktober 2020 dengan defisit sebesar Rp. 764.9 Triliun atau setara dengan 4.67% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Total penerimaan negara sebesar Rp. 1,276 Triliun sedangkan total belanja negara sebesar Rp. 2,041 Triliun. Adapun peningkatan belanja negara salah satunya merupakan upaya untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sementara itu, penurunan pendapatan negara dipengaruhi oleh penurunan aktivitas ekonomis ebagai dampak pandemi COVID-19. Penyerapan anggaran belanja negara tahun 2020 menjadi salah satu sentimen yang mempengaruhi pasar karena dapat mempengaruhi laju pemulihan ekonomi Indonesia.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Senin (23/11) ditutup menguat sebesar 1.46% ke level 5,652.76. Tercatat 201 saham menguat, 259 saham melemah dan 161 saham tidak mengalami perubahan harga dibandingkan closing hari sebelumnya. Volume perdagangan tercatat sebesar Rp. 12.27 Triliun. Adapun investor asing net sell sebesar Rp 321 M.

BONDS

  • Pada perdagangan hari Selasa (24/11), harga obligasi diprediksi masih akan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah. Kenaikan kasus harian COVID-19 Indonesia yang masih diatas level 4,000 dan kasus harian global dikisaran 500,000 masih menjadi perhatian investor dalam putusan investasinya. Ketersediaan vaksin di Indonesia yang diprediksi tersedia pada bulan Desember 2020 merupakan harapan bagi investor untuk mempercepat penanganan pandemi COVID-19 yang selanjutnya dapat berdampak positif pada aktivitas ekonomi Indonesia. Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan realisasi 32 smelter yang akan beroperasi pada tahun 2021 diharapkan dapat menjadi salah satu pendukung peningkatan aktivitas ekonomi di Indonesia.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada Hari Senin (23/11), Rupiah ditutup menguat di level 14,149 (prior:14,165) dengan kurs acuan JISDOR di level 14,164 (prior:14,228) dan harga SBN bergerak dengan kencenderungan sideways pada seri benchmark tenor 5,15 dan 20 tahun. Pemerintah memproyeksikan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 sebesar -1.70% hingga 0.60%. Sementara itu, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah sebesar -1.5%. Meskipun tidak tumbuh positif, proyeksi ekonomi Indonesia tersebut menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia dikuartal II dan kuartal III 2020 yang masing – masing sebesar -5.2% dan -3.49%. Proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut salah satunya didorong oleh program –program pemerintah dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional termasuk percepatan penyerapan anggaran tahun 2020.
  • Pada hari Senin (23/11) rilis data Markit US Manufacturing PMI posisi bulan November naik dibandingkan periode sebelumnya menjadi 56.7 (Oktober:53.4). Hal tersebut menjadi salah satu sentimen positif bagi market karena mengindikasikan pemulihan ekonomi AS dengan industri manufaktur yang ekspansif (indeksdiatas50). Selain itu, hasil uji coba akhir vaksin Pfizer dan BioNTech yang menunjukkan tingkat efektivitas yang mencapai 95% juga mendorong aktivitas market dihari Senin (23/11). Pfizer telah secara resmi mengajukan izin penggunaan darurat kepada pengawas obat dan makanan AS (USFDA).

Peluang Pergerakan

EMAS

Harga emas ditutup melemah $33.42 di level $1837.59 pada hari Senin, terbebani oleh sentimen menguatnya dolar AS karena optimisnya data indeks manufaktur AS serta berita progres perkembangan vaksin Covid-19.

Harga emas berpotensi jual dengan target penurunan meguji level support di $1825 selama harga tidak mampu menembus level resisten $1840, di bawah level $1840 Harga emas berpotensi beli dengan target $1845. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $1825 – $1845.

MINYAK

Harga  minyak berakhir menguat $0.37  di level $42.84 di hari Senin, ditopang sentimen optimis terkait vaksin yang menghidupkan ekspektasi terhadap permintaan bahan bakar dan harapan akan diperpanjangnya kebijakan pembatasan produksi oleh OPEC+. Harga minyak berpotensi beli dengan target kenaikan meguji level resisten di $43.65 selama harga tidak mampu menembus level support $42.75, di bawah level  $42.75 harga minyak berpotensi jual dengan target $42.30. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $42.30 – $43.65.

EURUSD

Tertekan oleh sentimen penguatan dolar AS pasca dirilis optimisnya data indeks manufaktur AS telah memicu penurunan EURUSD di hari Senin, berakhir melemah  14 pips di level 1.1842. EURUSD berpotensi jual dengan target penurunan meguji level support di 1.1800 selama harga tidak mampu menembus level resisten 1.1860, di bawah level 1.1860 EURUSD berpotensi beli dengan target 1.1875. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.1800 –  1.1875.

GBPUSD

Ditopang optimisnya data indeks manufakur dan jasa Inggris telah memicu penguatan GBPUSD di hari Senin, ditutup naik 40 pips di level 1.3325.  GBPUSD berpotensi jual dengan target penurunan meguji level support di 1.3265 selama harga tidak mampu menembus level resisten 1.3355, di bawah level 1.3355 GBPUSD berpotensi beli dengan target 1.3390. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.3265 –  1.3390.

USDJPY

Menguatnya dolar AS karena optimisnya data indeks manufaktur AS telah memicu kenaikan USDJPY di hari Senin, berakhir menguat  69 pips di level 104.55. USDJPY berpotensi beli dengan target kenaikan meguji level resisten di 104.85 selama harga tidak mampu menembus level support 104.30, di bawah level  104.30 USDJPY berpotensi jual dengan target 104.15. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 104.15 – 104.85.

AUDUSD

Menguatnya dolar AS dan turunnya harga komoditas seperti emas dan tembaga telah membuat pelemahan AUDUSD di hari Senin, ditutup turun 16 pips di level  0.7286. AUDUSD berpotensi jual dengan target penurunan meguji level support di 0.7260 selama harga tidak mampu menembus level resisten 0.7315, di bawah level 0.7315 AUDUSD berpotensi beli dengan target 0.7330. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 0.7260 –  0.7330.

NIKKEI

Melemahnya yen Jepang dan positifnya kinerja Wall Street telah menopang kenaikan indeks Nikkei di hari Senin, berakhir menguat 250  poin di level 25985.  Indeks Nikkei berpotensi beli dengan target kenaikan meguji level resisten di 26185 selama harga tidak mampu menembus level support 26060, di bawah level  26060 Indeks Nikkei berpotensi jual dengan target 25705. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 25705 –   26185.

HANG SENG

Indeks Hang Seng berakhir turun93  poin  di level 26451  pada hari Senin di tengah laporan kenaikan kasus Covid-19 di Hong Kong  yang juga memicu ditundanya travel bubble antara Hong Kong dengan Singapura. Indeks Hang berpotensi beli dengan target kenaikan meguji level resisten di 26695 selama harga tidak mampu menembus level support 26565, di bawah level 26565 Indeks Hang berpotensi jual dengan target 26155. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 26155 –   26695.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.