Selasa, 23 November 2021

  • Pasar Obligasi Indonesia Berlanjut Sideways, ICBI Naik Tipis +0,013%. Pasar obligasi domestik masih melanjutkan tren terbatasnya. Seluruh indikator pasar seperti return, harga, dan yield berubah dalam rentang tipis. Indeks return obligasi Indonesia baik konvensional maupun sukuk berubah tipis yakni dalam kisaran –0,004% hingga +0,069%. Harga SUN seri Fixed Rate bergerak variatif dengan ratarata perubahan pada seluruh serinya turun tipis sebesar –4,66bps. Kurva yield obligasi negara, PHEI-IGSYC, didominasi kenaikan yield. Rata-rata perubahan seluruh tenor (1-30tahun) naik +0,42bps. Kenaikan rata-rata yield dialami kelompok tenor menengah dan panjang. Volume perdagangan obligasi di pasar sekunder turun menjadi Rp10,63tn (-46,41%) dan menjadi volume yang terendah dalam 4 hari terakhir. Sedangkan total frekuensi turun menjadi 1.186 transaksi (-5,27%). Terbatasnya gerak pasar SBN yang disertai dengan turunnya aktivitas perdagangan di pasar sekunder mengindikasikan pasar sedang kurang aktif bertransaksi karena masih wait & see menantikan sentimen lanjutan lainnya. Today’s Outlook Pola sideways diprediksi masih akan bertahan pada perdagangan Selasa. Dari domestik masih akan minim sentimen, sedangkan dari global pelaku pasar diperkirakan akan menunggu bagaimana pidato terbaru Presiden Joe Biden paska menominasikan Jerome Powell sebagai Gubernur The Fed untuk periode kedua yang dimulai Februari 2022. Selanjutnya, Jerome Powell juga harus mendapat persetujuan dari Senat AS.
  • IHSG naik tipis di awal pekan dan bertahan di level psikologis 6,700. IHSG naik 3.12 poin (+0.05%) ke 6723.38, seiring dengan data ekonomi domestik yang kuat mengimbangi aksi jual dari investor asing. Saham sektor kesehatan (+1.35%) dan barang konsumsi primer (+0.83%) menjadi penopang IHSG. Saham UNVR (+3.86%) naik setelah mengumumkan akan membagikan dividen interim 2021 sebesar Rp 2.5 triliun pada 16 Desember 2021 untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2021. Di sisi lain, lonjakan kasus virus di Eropa yang membuat pemerintah kembali mempertimbangkan karantina wilayah (lockdown) menjadi kekhawatiran baru bagi pasar global. Austria menjadi sorotan dunia setelah memilih kembali mengimplementasikan karantina wilayah (lockdown) berskala nasional. Sementara itu Jerman memilih untuk membatasi mobilitas masyarakat yang belum divaksinasi.

ECONOMIC GLOBAL

  • Penguatan dolar AS semalam disebabkan aksi beli dari pelaku pasar setelah kabar pencalonan kembali gubernur The Federal Reserve Jerome Powell sebagai gubernur The Fed oleh presiden AS, Joe Biden. Pasar mengharapkan kebijakan yang stabil di tengah pemulihan ekonomi AS pasca wabah korona, sehingga merespon negatif pencalonan Powell ini.

Peluang Pergerakan

Emas

Terbebani oleh laporan yang menyebutkan bahwa Presiden Joe Biden menunjuk Powell memimpin The Fed telah menekan turun harga emas pada hari Senin, ditutup turun sebesar $41.46 di level $1804.35. Di sesi Asia (23/11), harga emas berpotensi dijual uji support $1790 bila harga bertahan di abwah level $1811. Naik ke atas level tersebut berpeluang dibeli uji resistance $1822. Potensi rentang harga di sesi Asia: $1790 – $1822.

Minyak Mentah

Di tengah tarik ulur sentimen pasar terhadap rendahnya cadangan minyak mentah dan kekhwatiran turunnya permintaan, menopang naik harga minyak pada hari senin sebesar $0.80 dan ditutup di level $76.45. Di sesi Asia (23/11),harga minyak berpotensi dibeli uji resistance $7750 selama harga bertahan di atas level $76.00. Turun ke bawah level tersebut berpeluang dijual uji support $75.50. Potensi rentang harga di sesi Asia: $ 75.50 – $77.50.

EURUSD

Dolar AS yang menguat, dovishnya ECB dan kenaikan kasus covid-19 di Eropa telah menekan turun EURUSD, ditutup melemah tajam sebesar 51 pip di level 1.1234. Di sesi Asia (23/11), EURUSD berpotensi dijual uji support 1.1200 selama harga bertahan di bawah level 1.1250. Naik ke atas level tersebut berpeluang dibeli uji resistance 1.1265. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.1200 – 1.1265.

GBPUSD

Kekhawatiran Brexit dan aksi beli dolar oleh investor telah menekan turun GBPUSD pada hari Senin, ditutup melemah sebesar 54 pip di level 1.3394. Di sesi Asia (23/11), GBPUSD berpotensi dijual uji support 1.3350 selama harga bertahan di bawah level 1.3415. Naik ke atas level tersebut berpeluang dibeli uji resistance 1.3450. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.3350 – 1.3450.

Nikkei

Dipicu oleh melemahnya mata uang yen Jepang dan optimisme stimulus dari pemerintah yang sudah ditandatangani oleh PM Jepang, telah menopang kenaikan indeks Nikkei pada hari Senin, ditutup menguat 170 poin di level 29775. Di sesi Asia (23/11), indeks Nikkei berpotensi dijual uji support 29520 selama ahrga bertahan di bawah level 29720. Namun naik ke atas level tersebut berpeluang dibeli uji resistance 29840. Potensi rentang harga di sesi Asia: 29520 – 29840.

Hang Seng

Dipicu oleh kejatuhan harga saham raksasa teknologi Tiongkok seperti Alibaba, JD, tencent dan Baidu telah menekan turun indeks Hang Seng pada hari Senin sebesar 121 poin di level 24767. Di sesi Asia (23/11), indeks Hang Seng berpotensi dijual uji support 24600 selama ahrga bertahan di abwah level 24850. Naik ke atas level tersebut berpeluang dibeli uji resistance 24910. Potensi rentang harga di sesi Asia: 24600 – 24910.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.