Selasa, 23 Maret 2021

  • INDOBeX Government Clean Price +0.08% ke level 117.28. FR86 (5Y) +20 bps menjadi 98.30 (5.890%), FR87 (10Y) +35 bps menjadi 98.35 (6.735%), FR88 (15Y) -20 bps menjadi 96.80 (6.585%), dan FR83 (20Y) +20 bps menjadi 100.70 (7.430%).  Frekuensi perdagangan INDOGB tercatat 1,117x (prev. 1,446x) dipimpin oleh FR87, sementara volume perdagangan tercatat Rp12.26tn (prev. Rp13.74tn) dipimpin oleh FR82. Frekuensi perdagangan INDOIS tercatat 12x (prev. 27x) dipimpin oleh PBS04, sementara volume perdagangan tercatat Rp108.5bn (prev. Rp338.5bn) dipimpin oleh PBS17.  Pemerintah telah memperoleh Rp16.71tn dari penerbitan SR14 dengan kupon 5.47%, terendah sepanjang sejarah penerbitan SBN Ritel. Hasil penjualan SR014 oversubscribed sebesar 1.67x dari target penerbitan sebesar Rp10.00tn, di tengah kondisi pasar keuangan yang masih belum stabil. ŸPemerintah pada hari ini akan menyelenggarakan lelang SBSN dengan target indikatif sebesar Rp12tn, atas seri-seri: SPNS6Mo – reopening, PBS17 (2Y) – reopening, PBS27 (4Y) – reopening, PBS29 (13Y) – reopening, PBS04 (16Y) – reopening, dan PBS28 (25Y) – reopening.  INDOBeX Corporate Clean Price +0.04% pada level 111.18. Frekuensi perdagangan tercatat sebesar 88x (prev. 105x) dipimpin SMINKA01. Adapun volume perdagangan tercatat sebesar Rp593.96bn (prev. Rp225.87bn) dipimpin TBIG04ACN3.  JCI -0.87% (+0.28% mtd atau %4.12ytd) ke level 6,301.13. Investor asing mencatatkan net sell di pasar reguler – Rp414.46bn (+Rp6.97tn ytd). Sementara itu, USD/IDR terapresiasi +0.03% ke level 14,385.
  • Pemerintah memutuskan untuk menambah anggaran penanganan Covid-19. Sebelumnya Kementerian Kesehatan memperkirakan tambahan kasus positif Covid-19 pada tahun 2021 menjadi sekitar 1.7 juta orang. Angka tersebut menjadi acuan dalam menentukan anggaran penanganan Covid-19. Pemberlakuan Undang-Undang Cipta Kerja juga turut mengurangi dampak negatif Covid-19 terutama di sektor lapangan kerja. Selain itu pengesahan berbagai regulasi turunan tentang ketenagakerjaan serta pemberian fasilitas perlindungan, pemberdayaan insentif dan pembiayaan bagi pelaku UMKM turut mempengaruhi pergerakan Rupiah.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Senin (22/03) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat ke level 6,301 turun 0.87% atau 55.02 poin. Sebanyak 217 saham berakhir menguat, sedangkan 253 saham melemah, dan 164 saham stagnan. Volume transaksi Senin (22/03) mencapai 16.76 miliar saham dengan nilai Rp 10.02 triliun. Adapun investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell mencapai Rp 409.8 miliar.

BONDS

  • Mayoritas harga obligasi pemerintah berdenominasi Rupiah menguat pada perdagangan Senin (22/03) dengan range peningkatan yield obligasi benchmark 4 bps. Menguatnya harga SBN disebabkan oleh optimisme pasar akan penanganan Covid-19 di Indonesia. Pemerintah Indonesia akan menambah anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 134.46 T. Imbal hasil UST 10 tahun yang mulai mengalami penurunan juga turut mempengaruhi harga SBN pada perdagangan hari Senin (22/03).

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Senin (22/03), Rupiah dibuka di level 14,400/14,430 dengan kejadian pertama di 14,430 dan kurs acuan JISDOR di level 14,456 (prior : 14,476). Rupiah diperdagangkan pada range 14,405-14,460. Menguatnya Rupiah dan SBN dipengaruhi oleh sentimen positif dari IMF yang akan merevisi pertumbuhan ekonomi global yang rencananya diumumkan pada awal April 2021. Dari dalam negeri, pergerakan Rupiah dipengaruhi oleh rencana pemerintah untuk mempersiapkan tambahan anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 134.46 T. Mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap Dolar AS. Yen Jepang menguat 0.19%, Dolar Taiwan menguat 0.04%, Won Korea Selatan menguat 0.04%, Peso Filipina menguat 0.23%, Rupee India menguat 0.20% dan Yuan China menguat 0.01%.
  • Rilis data Existing Home Sales AS yang di bawah prediksi pelaku pasar dan masih di bawah periode sebelumnya (Act 6.22m vs Surv 6.49m, Prior 6.69m) memberikan sedikit pesimisme terhadap pelaku pasar di tengah sinyal pemulihan ekonomi di AS. Penurunan imbal hasil UST 10 tahun ke level 1.68% mempengaruhi penguatan Rupiah. Imbal hasil yang lebih stabil diprediksi akan memberikan sentimen positif terhadap emerging market termasuk Rupiah, terutama setelah aksi jual UST di minggu lalu (15-19 Maret). The Fed juga mengatakan bahwa belum ada tanda pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat yang dapat membuat laju inflasi tidak terkendali.

Peluang Pergerakan

EMAS

Kembali meningkatnya minat pada aset berisiko setelah redanya kekhawatiran pemecatan gubernur bank sentral di Turki, telah menekan turun minat pasar terhadap emas hingga berakhir melemah $6.09 di level $1738.74 di hari Senin. Harga emas berpeluang untuk kembali bergerak turun pagi ini (23/3), membidik support di $1730 jika dollar AS dan tingkat imbal hasil obligasi AS kembali menguat di tengah outlook pemulihan ekonomi AS yang sangat baik. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level $1747, berpeluang dibeli mengincar resisten di $1750. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1730 – $1750.

MINYAK

Harga minyak ditutup melemah $0.20 di level $61.28 pada hari Senin, karena terbebani oleh kekhawatiran akan permintaan bahan bakar setelah adanya kebijakan lockdown Covid-19 baru di Eropa. Aksi jual terhadap harga minyak berpeluang berlanjut pagi ini (23/3) menguji support di $60.70 di tengah kekhawatiran akan kebijakan lockdown terbaru di Eropa yang akan mempengaruhi permintaan bahan bakar. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level $61.65, berpeluang dibeli membidik resisten di $61.80. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $60.70 – $61.80.

EURUSD
Ditopang oleh sentimen terkoreksinya kinerja dollar AS dan tingkat imbal hasil obligasi AS karena pesimisnya data penjualan rumah telah memicu kenaikan EURUSD di hari Senin, berakhir menguat 27 pip di level 1.1931. EURUSD berpeluang untuk dijual pagi ini (23/3), menguji support di 1.1880 jika pasar kembali cemaskan gelombang ketiga Covid-19 di Eropa yang telah membuat beberapa negara di Eropa menjalankan kebijakan lockdown kembali. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 1.1965, berpeluang dibeli menargetkan resisten di 1.1980. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.1880 – 1.1980.

GBPUSD

GBPUSD ditutup turun 4 pip di level 1.3863 karena terbebani oleh laporan memburuknya ketegangan antara Uni Eropa dengan Inggris, dimana Uni Eropa mengancam akan memberlakukan larangan pengiriman vaksin AstraZeneca ke Inggris. Aksi jual GBPUSD berpotensi berlanjut pagi ini (23/3), membidik support di 1.3820 di tengah kekhawatiran ketegangan terbaru antara Inggris dengan Uni Eropa terkait vaksin AstraZeneca. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 1.3885, berpeluang dibeli menguji resisten di 1.3900. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.3820 – 1.3900.

USDJPY

USDJPY ditutup turun 4 pip ke level 108.83 di hari Senin, karena melemahnya dollar AS dan tingkat imbal hasil obligasi AS seiring pesimisnya data penjualan rumah di AS. USDJPY berpeluang dibeli pagi ini (23/3), menguji resisten di 109.20 jika dollar AS dan tingkat imbal hasil obligasi AS kembali menguat dibalik outlook pertumbuhan ekonomi AS yang solid. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah dari level 108.45, berpeluang dijual menargetkan support di 108.30. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 108.30 – 109.20.

AUDUSD

Ditopang melemahnya dollar AS dan meningkatnya harga komoditas logam tembaga, telah membantu kenaikan AUDUSD di hari Senin, berakhir menguat 5 pip di level 0.7744. AUDUSD berpeluang dijual pagi ini (23/3), membidik support di 0.7700 jika dollar AS dan tingkat imbal hasil obligasi AS kembali menguat dibalik outlook pertumbuhan ekonomi AS yang solid. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas dari level 0.7765, berpeluang dibeli menargetkan resisten di 0.7780. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7700 – 0.7780.

NIKKEI

Seiring menguatnya yen Jepang sebagai aset aman telah menekan minat pasar terhadap indeks Nikkei, berakhir turun 210 poin ke level 29110 di akhir sesi Senin. Indeks Nikkei berpeluang bergerak naik pagi ini (23/3), menargetkan resisten di 29450 di tengah outlook melemahnya yen Jepang dan penguatan Wall Street semalam. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 29200, berpeluang dijual membidik support di 29150. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 29150 – 29450.

HANGSENG

Indeks Hang Seng berakhir turun 53 poin di level 28984 pada hari Senin di tengah sentimen memburuknya hubungan AS-Tiongkok setelah pemerintahan Biden memberikan sanksi terhadap dua pejabat Tiongkok dengan alasan peran mereka terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang serius terhadap etnis minoritas di Xinjiang. Aksi jual terhadap indeks Hang Seng berpeluang berlanjut pagi ini (23/3), membidik support di 28700 di tengah kekhawatiran memburuknya hubungan AS-Tiongkok. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 29170, berpeluang dibeli menargetkan resisten di 29200. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 28700 – 29200.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.