Selasa, 23 Juni 2020

  • ICBI Menguat +0,07% Pada Perdagangan Awal Pekan Ini. Awal pekan ini indeks return obligasi Indonesia (ICBI) ditutup menguat +0,07% di level 283,1285. Harga SUN fixed rate sore ini relatif menguat dengan rata-rata perubahan pada seluruh serinya naik +11,68bps. Yield curve PHEI (PHEI-IGSYC) juga dominan bullish dengan rata-rata yield tenor 1-30tahun turun –1,06bps. Aktivitas perdagangan obligasi cenderung belum semarak dengan total volume sebesar Rp9,54tn (-35,39%) dan total frekuensi 964 transaksi (-19,73%). Minimnya sentimen lanjutan dominan mendorong sepinya aktivitas perdagangan obligasi dan sideways-nya pasar. Adapun sentimen baru yang mewarnai pasar hari ini adalah adanya UU Kemanan Nasional Hong Kong yang baru oleh pemerintah China yang dianggap semakin membatasi kebebasan Hong Kong, serta proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di Q2-2020 oleh BPS yang terkontraksi antara -4,8% hingga 7,0% akibat rendahnya daya beli masyarakat. Berbeda halnya dengan pasar obligasi, IHSG sore ini ditutup melemah –0,47% di level 4.918,83. Terbatasnya pergerakan pasar obligasi diprediksi masih akan berlanjut hingga perdagangan Selasa dikarenakan memang belum adanya sentimen lanjutan. Oleh karenanya hari ini investor diduga akan lebih banyak mencermati beberapa data ekonomi penting global yang rencananya akan rilis hari ini seperti data Flash Manufacturing PMI di Amerika, Jerman dan Inggris.
  • Kontraksi perekonomian global berlanjut, sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan menurun, meskipun perkembangan terkini menunjukkan tekanan mulai berkurang. Menghadapi perkembangan tersebut, Bank Indonesia menempuh respons bauran kebijakan untuk memitigasi risiko dampak COVID-19 terhadap perekonomian, serta bersinergi erat mengambil langkah-langkah kebijakan lanjutan yang diperlukan secara terkoordinasi dengan Pemerintah dan KSSK untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta pemulihan ekonomi nasional. Demikian intisari Tinjauan Kebijakan Moneter Juni 2020 yang diterbitkan untuk menyampaikan hasil evaluasi atas perkembangan ekonomi terkini dan kondisi moneter, serta keputusan respons kebijakan moneter yang ditempuh Bank Indonesia. Kontraksi perekonomian global berlanjut, sementara ketidakpastian pasar keuangan global menurun seiring penyebaran COVID-19 yang melandai. Pembatasan aktivitas ekonomi sebagai langkah penanganan COVID-19 berisiko menurunkan pertumbuhan ekonomi global 2020 lebih besar dari prakiraan awal. Namun, kontraksi volume perdagangan dunia dan penurunan harga komoditas tidak sedalam prakiraan sebelumnya. Respons kebijakan dan relaksasi pembatasan kegiatan ekonomi mulai mendorong kegiatan ekonomi di beberapa negara. Seiring dengan itu, risiko ketidakpastian global menurun, dan mendorong aliran modal ke negara berkembang serta mengurangi tekanan nilai tukarnya, termasuk Indonesia. Pada triwulan II 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan menurun meskipun tekanan mulai berkurang. Ekspor menurun sejalan dengan kontraksi perekonomian global, sementara konsumsi rumah tangga dan investasi menurun sejalan dengan dampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bank Indonesia memprakirakan proses pemulihan ekonomi mulai menguat pada triwulan III 2020 sejalan relaksasi PSBB sejak pertengahan Juni 2020 serta stimulus kebijakan yang ditempuh. Perkembangan tersebut disertai dengan ketahanan eksternal perekonomian yang tetap baik, inflasi yang rendah, serta stabilitas sistem keuangan dan kelancaran sistem pembayaran yang tetap terjaga. Namun, risiko pandemi COVID-19 tetap perlu terus dicermati. Ke depan, Bank Indonesia memprakirakan perekonomian yang menurun pada 2020 akan kembali membaik pada 2021. Pertumbuhan ekonomi diprakirakan menurun pada kisaran 0,9%-1,9% pada 2020 dan kembali meningkat pada kisaran 5%-6% pada 2021. Pertumbuhan tersebut disertai dengan inflasi yang terjaga dalam sasarannya 3,0%±1%. Sementara itu, defisit transaksi berjalan diprakirakan sekitar 1,5% PDB pada 2020 dan di bawah 2,5%-3,0% PDB pada 2021. Bank Indonesia tetap melihat ruang penurunan suku bunga seiring rendahnya tekanan inflasi, terjaganya stabilitas eksternal, dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam Rapat Dewan Gubernur 17-18 Juni 2020, Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,25%, melanjutkan kebijkakan stabilisasi nilai tukar Rupiah dan pelonggaran likuiditas (quantitative easing), serta memberikan jasa giro kepada bank sebesar 1,5% per tahun. 

EKONOMI GLOBAL

  • Permintaan aset berisiko berpotensi kembali menguat dalam jangka pendek di tengah adanya klarifikasi segera dari penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro bahwa kesepakatan dagan AS-Tiongkok belum berakhir setelah sebelumnya dia mengatakan kesepakatan dagang telah “berakhir” dalam sebuah wawancara di Fox News. Untuk hari ini pasar akan melihat sejumlah data indeks manufaktur dan jasa dari sejumlah negara maju yang akan menjadi salah satu pertimbangan pelaku pasar terhadap tingkat pemulihan ekonomi yang sedang di hantam oleh pandemi Covid-19. Data tersebut dirilis oleh Australia pukul 6:00 WIB, Jepang pukul 7:30 WIB, Perancis pukul 14:15 WIB, Jerman pukul 14:30 WIB, zona Euro pukul 15:00 WIB, Inggris pukul 15:30 WIB dan AS pukul 20: 45 WIB.

Potensi pergerakan

EMAS 
Harga emas berpeluang bergerak turun di tengah optimisme akan hubungan dagang AS-Tiongkok setelah adanya klarifikasi dari Peter Navarro untuk menguji level support di $1750 – $1742. Namun, jika pasar kembali cemaskan outlook penyebaran Covid-19 dan data ekonomi AS yang dirilis pesimis, maka harga emas berpeluang untuk berbalik naik untuk menguji level resisten di $1762 – $1770. 

Minyak  

Harga minyak berpotensi untuk bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di $39.30 – $38.00 di tengah outlook profit taking para pelaku pasar setelah lonjakan harga kemarin di tengah kekhawatiran akan melambatnya permintaan karena pandemi Covid-19. Harga minyak berpeluang bergerak naik jika data indeks manufaktur yang dirilis sejumlah negara maju menunjukkan angka yang optimis untuk menguji level resisten di $40.50 – $41.70.

EURUSD 
EURUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek di tengah sentimen pernyataan yang optimis tentang ekonomi zona Euro dari wakil presiden ECB De Guindos untuk menguji level resisten di 1.1310 – 1.1390. Namun, jika data indeks manufaktur dari Perancis, Jerman dan zona Euro dirilis pesimis maka EURUSD berpeluang untuk bergerak turun menguji support di 1.1230 – 1.1150.

GBPUSD 
Outlook rencana pelonggaran lockdown Inggris dan masih adanya optimisme akan kesepakatan dagang Inggris – Uni Eropa berpeluang menopang kenaikan GBPUSD jangka pendek  untuk menguji level resisten di 1.2530 – 1.2600. Namun, GBPUSD berpotensi untuk berbalik turun, menguji support di 1.2440 – 1.2370 jika data indeks manufaktur dan jasa Inggris yang dirilis pukul 15:30 WIB hasilnya lebih rendah dari estimasi. 

USDJPY 
Pesimisnya data indeks manufaktur Jepang dan optimisnya pernyataan pejabat AS tentang hubungan dagang AS-Tiongkok berpotensi memicu kenaikan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 107.30 – 107.90 . Namuun, jika pasar mencari aset safe haven yen di tengah kasus pandemi, maka USDJPY berpeluang bergerak turun untuk mengincar support di 106.60 – 106.00.

AUDUSD 
AUDUSD berpeluang menguat dalam jangka pendek untuk menguji resisten di 0.6960 – 0.7020 di tengah optimisnya data indeks manufaktur dan jasa Australia dan pernyataan terbaru dari pejabat AS mengenai hubungan dagang antara AS-Tiongkok. Jika bergerak turun level support terliha di area 0.6880 – 0.6820,

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.