Selasa, 22 Oktober 2019

  • Akhir sesi end of day kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik +0,23% ke level 269,8441. INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) juga ditutup menguat yakni +0,25% ke level 264,8365, dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik +0,11% ke level 293,2971. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) berpola bullish dengan rata-rata yield pada seluruh tenor (1-30 tahun) turun sebesar –2,04bps. Penurunan rata-rata yield pada masing-masing kelompok tenor tercatat sebesar: pendek (<5tahun) –0,80bps; menengah (5-7tahun) –2,02bps; dan panjang (>7tahun) –2,25bps. Perdagangan kemarin, INDOBeXG-Effective Yield ditutup di level 7,0523 (-0,0319poin). Seluruh seri SUN benchmark kompak naik dan mencatatkan rata-rata sebesar +20,58bps. Perubahan harga SUN acuan berada di rentang +16,63bps (FR0077) hingga +26,74bps (FR0078). Harga SUN seri FR dan ORI secara keseluruhan didominasi penguatan. Rata-rata harga SUN FR dan ORI naik sebesar +16,19bps. Dengan demikian INDOBeXG-Clean Price menguat +0,19% ke level 114,5731. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder meningkat pada kedua sisinya. Total frekuensi naik +11,05% menjadi 814 transaksi dan total volume meningkat +19,31% menjadi Rp12,23tn. Peningkatan transaksi SUN lebih disebabkan oleh obligasi Negara tenor panjang dimana frekuensinya naik 122 transaksi dan volumenya menguat sebesar Rp2,07tn dalam sehari. Seri FR0076 menjadi SBN teraktif dengan 94 transaksi dan FR0078 mencatat volume terbesar senilai Rp1,64tn. Dari korporasi, seri BNGA02SB menjadi yang teraktif dengan 10 transaksi sekaligus mencatat total volume terbesar senilai Rp140miliar. Senada dengan sesi siangnya, performa pasar obligasi domestik berlanjut positif hingga penutupan perdagangan Senin kemarin. Hal tersebut terlihat dari kenaikan harga mayoritas seri-seri fixed rate, ORI, dan sukuk sehingga turut menopang penurunan imbal hasil obligasi negara seluruh tenor serta kenaikan indeks return obligasi konvensional maupun syariah. Ditengah belum adanya sentimen lanjutan dari global, penguatan pasar kemarin diperkirakan lebih ditopang oleh faktor internal yakni ekspektasi positif pelaku pasar terhadap susunan kabinet yang diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik kedepannya. Selain itu, terapresiasinya kurs spot Rupiah terhadap US Dollar sebesar 67 poin ke level Rp14.081/US$ diperkirakan turut menambah tenaga untuk penguatan pasar SBN. Kondisi-kondisi tersebut pada akhirnya sanggup menurunkan indikator risiko investor global terhadap pasar domestik yang tercermin dari penurunan CDS Indonesia tenor 5-tahun ke level 81,87. Pada perdagangan hari ini, pasar obligasi Indonesia berpotensi meneruskan tren positifnya. Selain karena optimisme pasar terhadap kabinet pemerintahan Presiden Jokowi jilid 2, katalis positif pasar siang ini diperkirakan juga berasal dari kabar hubungan dagang AS-China dimana Presiden Trump menyatakan draft kesepakatan dagang fase pertama akan ditandatangani pada KTT APEC 16-17 November. Pada pagi ini, kurs spot Rupiah dibuka menguat ke level Rp14.072/US$.

EKONOMI GLOBAL

  • Aset-aset beresiko bergerak lebih tinggi pada hari Senin ( 21/10 ) karena didukung oleh tanda-tanda lebih lanjut dari kemajuan menuju resolusi negosiasi perdagangan AS-Tiongkok meningkatkan saham di sektor-sektor yang sensitif terhadap perdagangan dan ekonomi global. Market movers selasa datang dari data penjualan ritel Kanada yang akan dirilis pada jam 19:30 WIB dan BOC Business Outlook Survey pada jam 21:30 WIB , serta Parliament Brexit Vote.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak turun menguji level support di 1478 – 1473 karena tanda-tanda lebih lanjut dari kemajuan menuju resolusi perang perdagangan AS-Tiongkok. Sementara itu resisten untuk harga emas berada pada level 1490 – 1495.

MINYAK

Harga minyak berpelunga bergerak naik menguji level resisten di 54.20 – 54.50 karena tertopang oleh laporan bahwa optimisme negosiasi dagang AS-Tiongkok. Sementara itu jika bergerak turun harga minyak berpeluang menguji level support 53.00 – 52.50.

EURUSD

EURUSD berpotensi bergerak turun menguji level support di 1.1130 1.1100 karena Terbebani laporan yang pesimis terhadap ekonomi Jerman oleh Bundesbank, Namun optimisme kesepakatan Brexit berpeluang menopang EURUSD menguji level resisten di 1.1180 – 1.1200.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 1.3040 – 1.3070 karena di topang oleh skenario perpanjangan Brexit. Jika bergerak turun GBPUSD berpeluang menguji level support 1.2920 – 1.2890.

USDJPY

USDJPY berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 109.00 – 108.20 karena minat para pelaku pasar yang kembali meningkat pada aset beresiko karena optimisme negosiasi dagang AS-Tiongkok. Support harga USDJPY berada pada level 108.30 – 108.00.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 0.6900 – 0.6920 karena berita utama hubungan perdagangan AS-Tiongkok yang positif. Support AUDUSD berada pada level 0.6840 – 0.6810.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 22/10/2019 pukul 09.40WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.