Selasa, 22 Desember 2020

  • Kinerja Pasar Obligasi Indonesia Berbalik Melemah. Seluruh indeks returnobligasi domestik tipe konvensional dan syariah kompak ditutup melemah. Seluruh harga SUN seri Fixed Ratemelemah dengan rata-rata pada seluruh seri turun hingga –43,45bps. Sementara itu rata-rata harga sukuk negara turun sebesar –19,29bps. Kurva yieldPHEI-IGSYC berpola bearish dengan rata-rata perubahan tenor 1-30tahun naik +8,62bps. Kenaikan yieldterbesar terjadi pada kelompok tenor panjang. Total volume transaksi obligasi di pasar sekunder meningkat +6,93% menjadi Rp20,68tn, sementara total frekuensi turun –13,95% menjadi 1.918 transaksi. Paska penguatan yang telah terjadi hingga 10 hari beruntun, kinerja pasar obligasi domestik berbalik melemah. Selain karena aksi profit taking pelaku pasar memanfaatkan momentum kenaikan harga, sentimen dari global diprediksi mempengaruhi gerak pasar. Isu terkait munculnya varian baru virus Covid-19 di Inggris yang diyakini memiliki tingkat penyebaran lebih tinggi telah meningkatkan persepsi risiko pasar. Pada perdagangan Senin, kurs spot Rupiah turut melemah ke level Rp14.130/US$.Today’s Outlook Pasar obligasi Indonesia berpotensi masih melanjutkan kinerja negatif pada perdagangan Selasa. Faktor pemicu diperkirakan masih berasal dari kekhawatiran pasar terhadap pemulihan ekonomi akibat potensi lockdown lanjutan beberapa negara seiring penyebaran virus Corona yang kian masif. Seperti yang diketahui, Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya telah melakukan pembatasan aktivitas hingga libur akhir tahun mendatang.
  • Kementerian Keuangan merilis data penerimaan pajak Indonesia November 2020 sebesar Rp. 925.34 Triliun atau mengalami penurunan sebesar 18.6% dibandingkan November 2019. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan turunnya penerimaan pajak ini karena terdampak pandemic Covid-19. Perkembangan kasus baru Covid-19 diIndonesia juga belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Tercatat saat ini tren penambahan kasus baru Covid-19 berada pada level 6,000 kasus per hari. Hal tersebut diprediksi masih akan mempengaruhi pergerakan Rupiah pada hari ini.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Senin (21/12) ditutup menguat sebesar 1% kelevel 6,165. Tercatat 308 saham menguat, 190 saham melemah dan 139 saham tidak mengalami perubahan harga dibandingkan closing hari sebelumnya. Volume perdagangan tercatat sebesar Rp. 20.66 Triliun. Adapun investor asing net buy sebesar Rp 25.95M.

BONDS

  • Pada pedagangan hari Senin (21/12), harga SBN diperdagangka nmelemah disemua seri benchmark dengan yield yang naik dikisaran 5-8bps. Sentimen yang mempengaruhi pelaku pasar yaitu  penerimaan pajak November 2020 yang tidak memenuhi target dan turun secara YoY. Pernyataan PM Inggris Boris Johnson terkait varian virus Covid-19 yang baru dan 70% lebih menular turut memberikan sentiment negative terhadap pergerakan Bonds.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Senin (21/12), Rupiah ditutup melemah ke level 14,130 dengan kurs acuan JISDOR dilevel 14,180 (prior:14,146). Searah dengan pergerakan Rupiah, harga SBN bergerak melemah disemua seri benchmark. Pergerakan Rupiah dan SBN tersebut salah satunya dipengaruhi oleh sentiment pasar terhadap perkembangan kasus baru Covid-19 diIndonesia yang belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Virus Covid-19 varian baru diInggris juga semakin menambah pesimisme pelaku pasar akan perkembangan kasus Covid-19 didunia. Pada hari Senin, mayoritas mata uang dikawasan Asia bergerak melemah terhadap Dolar AS seperti Yen Jepang melemah 0.22%, Dolar Hongkong melemah 0.02%, Dolar Singapura melemah 0.54% dan Dolar Taiwan melemah 0.09%.

Peluang Pergerakan

Emas

Terbebani oleh dolar AS yang mampu menguat di tengah pasar yang mencari aset likuid karena kekhawatiran terhadap varian virus korona baru di Inggris telah membuat harga emas turun ke sebesar $5.06 di level $1876.27 pada perdagangan hari Senin. Harga emas berpotensi beli menguji resisten $1888 jika harga bertahan di atas level support $1973. Sebaliknya, bila harga turun ke bawah level support tersebut, harga emas berpotensi jual menguji support $1869. Peluang rentang harga di sesi Asia: $1869 – $1888.

Minyak Mentah

Harga minyak turun tajam pada perdagangan hari Senin sebesar $1.39 dan ditutup di level $47.83 karena tertekan kekhawatiran varian virus korona baru yang berpotensi memicu penurunan permintaan bahan bakar. Harga minyak berpotensi jual menguji support $47.40 selama harga bertahan di bawah level resisten $48.00. Sebaliknya, bila harga naik ke atas level resisten tersebut, harga minyak berpotensi beli menguji resisten $48.25. Peluang rentang harga di sesi Asia: $47.40 – $48.25.

EURUSD
Di tengah laporan bahwa vaksin covid-19 dari Pfizer dan BioNTech disetujui penggunaannya oleh Uni Eropa dan berita soal penyebaran virus covid-19 varian baru dari Inggris, EURUSD berakhir turun sebesar 12 pip di level 1.2242 pada perdagangan hari Senin. EURUSD berpotensi beli menguji resisten 1.2260 selama harga bertahan di atas level support 1.2210. Sebaliknya, bila harga turun ke bawah level support tersebut, EURUSD berpotensi jual menguji 1.2190. Peluang rentang harga di sesi Asia: 1.2190 – 1.2260.

GBPUSD
Terbebani oleh munculnya varian baru virus korona di Inggris dan ketidakpastian Brexit, GBPUSD berakhir turun sebesar 65  pip di level 1.3462 pada perdagangan hari Senin. Selama GBPUSD bertahan di bawah level resisten 1.3450, harga masih berpotensi turun menguji support 1.3335. Peluang rentang harga di sesi Asia: 1.3335 – 1.3500.

USDJPY
USDJPY berakhir turun sebesar 3 pip di level 103.27 pada hari Senin karena kekhawatiran terhadap munculnya varian baru virus korona dari Inggris. Pelaku pasar beralih ke aset aman yen Jepang. Di sesi Asia hari ini,  ada peluang rebound USDJPY menguji resisten 103.60 selama harga bertahan di atas level 103.20. Sebaliknya bila harga menembus ke bawah level support tersebut, USDJPY berpotensi jual menguji level 103.00. Peluang rentang harga di sesi Asia: 103.00 – 103.60.

AUDUSD
Terbebani oleh rencana Bank Sentral Asia (RBA) yang akan memberikan stimulus bila diperlukan dan kekhawatiran penyebaran virus covid-19 varian baru dari Inggris ke Australia, AUDUSD berakhir melemah sebesar 36 pip di level 0.7585 pada perdagangan hari Senin. Di sesi Asia ini,  AUDUSD berpeluang dijual menguji support 0.7555 selama harga bergerak di bawah level resisten 0.7600. Sebaliknya bila AUDUSD naik ke atas level resisten tersebut, harga berpotensi dibeli menguji 0.7625. Peluang rentang harga di sesi Asia: 0.7555 – 0.7625.

Nikkei
Indeks Nikkei berakhir turun sebesar 190 poin di level 26485 pada perdagangan hari Senin karena indeks terbebani oleh kekhawatiran terhadap peningkatan penderita virus covid-19 di Tokyo dan munculnya varian baru virus korona di Inggris. Dengan sentimen yang sama, pada perdagangan hari ini, Indeks Nikkei berpotensi dijual menguji support 26350 selama indeks bertahan di bawah level resisten 26660. Peluang rentang harga di sesi Asia: 26350 – 26660.

Hang Seng

Terbebani oleh kekhawatiran pasar terhadap kemunculan virus covid-19 varian baru di Inggris, Indeks Hang Seng berakhir melemah sebesar 160 poin di level 26290 pada perdagangan hari Senin. Dengan sentimen yang sama, hari ini, Indeks Hang Seng berpotensi dijual menguji support 26100 selama harga bertahan di bawah level resisten 26350. Sebaliknya, bila harga naik ke atas level resisten tersebut, indeks Hang Seng berpotensi dibeli menguji resisten selanjutnya di 26500. Peluang rentang harga di sesi Asia: 26100 – 26500.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.