Selasa, 21 Januari 2020

  • Pasar Obligasi Menguat Terbatas Pada Transaksi Senin. Indeks return ICBI catat performa positif ditopang oleh penguatan indeks return obligasi negara. Mayoritas harga seri obligasi negara dominan menguat dengan rata-rata harga pada ke 44 serinya naik +5,32bps. Meskipun demikian, imbal hasil SBN bergerak Rata-rata yield pada seluruh tenor (1-30tahun) naik +0,17bps. Aktivitas transaksi di pasar sekunder terpantau meningkat dengan total volume sebesar Rp13,73tn (+47,08%) dan total frekuensi 937 transaksi (+11,95%). Senada dengan sesi siang, pergerakan pasar kemarin didorong oleh faktor trading sejalan dengan belum adanya sentimen lanjutan. Wait and see perkembangan proses pemakzulan Presiden Donald Trump diprediksi turut membayangi pasar kemarin. Kurs spot Rupiah menguat tipis ke level Rp13.639/US$ dari level Rp13.645/US$. Pasar obligasi domestik diprediksi berlanjut sideways pada perdagangan hari ini terpicu aksi wait and see sidang pemakzulan Presiden Trump di level Senat dan arah kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ). Meskipun demikian, transaksi obligasi di pasar sekunder berpeluang meningkat sejalan dengan pelaksanaan lelang SBN pada hari ini.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Liburnya pasar AS semalam meningkatkan sikap ghati hati pasar jelang sidang pemakzulan Trump, setelah proyeksi positif dari IMF semalam. Bank of Japan juga dijadwalkan akan mengumumkan kebijakan moneter terkininya pada pagi hari ini, diekspektasikan akan dirilis pada jam 10:00 WIB. International monetary Fund, merilis proyeksi pertumbuhan ekonomi global kemarin malam. Dengan proyeksi peningkatan pertumbuhan di tahun 2020 ini, setelah pelemahan 2 tahun terakhir. IMF menambahkan suksesnya pelaksanaan kesepakatan dagang AS – Tiongkok juga menjadi faktor penentu bila tidak timbul kembali tarif-tarif import baru yang berpeluang menggagalkan perjanjian tahap pertama tersebut. Pasar juga menantikan kebijakan moneter terbaru dari Bank of Japan, dengan proyeksi dovish berpotensi melemahkan mata uang yen jepang dan menagangkat USDJPY naik. Senat AS diekspektasikan akan memulai sidang pemakzulan Presiden AS, Donald Trump malam nanti, sekembalinya warga AS dari libur akhir pekan panjang kemarin. Persidangan pemakzulan Trump atas tuduhan penggunaan kekuasaan secara berlebihan oleh partai Demokrat AS. Persidangan akan dilaksanakan selama 6 hari kerja dan mungkin diselesaikan dengan voting. Walau mayoritas pasar memandang Senat tidak akan menyatakan Trump bersalah, sikap hati-hati sebagian pelaku pasar membatasi pergerakan harga hingga perkembangan lebih lanjut.

Potensi Pergerakan

EMAS

Bila pasar melanjutkan sikap beli emas setelah kabar pelonggaran dari PBOC pagi ini, Harga emas berpeluang naik menguji level resisten di $1568 – $1570. Level support pada kisaran $1556 – $1558.

MINYAK

Redanya ketegangan di Timur Tengah dan Libia, dan kekhawatiran meningkatnya produksi minyak mentah AS, berpotensi menekan harga minyak turun menguji support $58.00 – $58.25. Level resisten pada kisaran $59.30 – $59.50.

EURUSD

Sikap hati-hati pelaku pasar terkait sidang pemakzulan Trump dan kembalinya pesimisme lancarnya pelaksanaan kesepakatan dagang AS – Tiongkok, berpotensi menekan EURUSD turun menguji support 1.1075. Level resisten pada kisaran 1.1100 – 1.1125.

GBPUSD

Sikap hati-hati pelaku pasar terkait sidang pemakzulan Trump dan kembalinya pesimisme lancarnya pelaksanaan kesepakatan dagang AS – Tiongkok, bepeluang menekan turun GBPUSD menguji support 1.2960 – 1.2980. Level resisten pada kisaran 1.3030 – 1.3060.

USDJPY

Kabar pelonggaran dari PBOC mendukung minat pasar terhadap aset safe have, dan telah menekan USDJPY turun, berpeluang menguji support 109.50 – 109.90. Fokus pasar pada kebijakan BoJ pagi ini, bila pernyataan bernada dovish, berpotensi angkat USDJPY naik menguji resisten 110.30 – 110.50.

AUDUSD

AUDUSD tertekan oleh kabar pelonggaran PBOC pagi ini, berpotensi menguji spport pada kisaran 0.6850. Level resisten pada kisaran 0.6890 – 0.6910.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 21/01/2020 pukul 10.50 WIB:

 

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.