Selasa, 20 Oktober 2020

  • Yield Curve PHEI Berlanjut Bullish, ICBI Naik +0,24%. Seluruh indeks return obligasi konvensional maupun sukuk kompak ditutup menguat. Mayoritas harga SUN seri Fixed Rate naik dengan rata-rata sebesar +18,82bps. Kurva yield PHEI-IGSYC berpola bullish dengan rata-rata perubahan seluruh tenor (1-30tahun) turun sebesar –2,91bps. Transaksi di pasar sekunder turun. Total volume turun –33,90% menjadi Rp17,31tn dan total frekuensi turun sebesar –18,77% menjadi 1.333 transaksi. Tren penguatan pasar obligasi Indonesia terus berlangsung hingga perdagangan Senin dan telah terjadi selama 8 hari beruntun. Ditengah belum adanya sentimen dominan dari domestik, katalis positif diperkirakan berasal dari global yakni rilis GDP China Q3-2020 yang tumbuh 4,9%yoy atau secara tahun berjalan sudah keluar dari level kontraksi yakni tumbuh 0,70%. Selain itu, data industrial production China juga tumbuh diatas ekspektasi. Indikator risiko pasar turun, tercermin dari CDS Indonesia tenor 5-tahun yang turun –4,53bps ke level 94,04. Pada perdagangan Selasa, pasar obligasi Indonesia berpotensi meneruskan tren penguatannya. Selain karena euforia data ekonomi China, faktor positif diperkirakan berasal dari kabar calon vaksin Covid dari Sinovac yang telah selesai uji klinis tahap akhir di Brazil dan China, dan di Indonesia dikabarkan akan selesai Desember nanti. Hari ini, pemerintah kembali melelang 7 seri SBN dengan target Rp20,00tn.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY vs IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Senin (19/10) ditutup menguat sebesar 0.45 % ke level 5,1166. Tercatat 212 saham menguat, 201 saham melemah dan 181 saham tidak mengalami perubahan harga dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Volume perdagangan tercatat sebesar Rp. 5.98 Triliun. Adapun investor asing net sell sebesar Rp. 391.11 Milyar.

BONDS

  • Pada hari Senin (19/10) harga obligasi pemerintah ditutup menguat pada seluruh seri benchmark. Penguatan pada harga SBN salah satunya dipengaruhi oleh pernyataan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait komitmen ketersediaan vaksin COVID 19 untuk 9.1 juta orang pada November hingga Desember 2020. Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Achmad Yurianto menjelaskan vaksin tersebut berasal dari berbagai produsen yakni Sinovac, CanSino, dan Sinopharm. Namun, ketersediaan vaksin bergantung pada emergency use authorization oleh BPOM dan rekomendasi kehalalan dari Kementerian Agama serta Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal ini meningkatkan optimisme pasar terkait pemulihan ekonomi Indonesia ditahun 2021.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada perdagangan hari Senin (19/10), Rupiah ditutup menguat terhadap Dollar AS di level 14,695 (prior:14,700) dengan kurs acuan JISDOR di level 14,741 (prior:14,766). Harga SBN ditutup menguat pada seluruh seri benchmark. Sentimen positif dari Investor berasal dari kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menolak usulan pembebasan pajak atas mobil baru dengan pertimbangan akan melakukan stimulus fiskal melalui berbagai insentif yang diberikan keberbagai sektor yang dapat berdampak positif pada seluruh industri yang terdampak pandemi COVID-19. Selain itu, sentimen positif dari global berasal dari laporan Biro Statistik Nasional China yang melaporkan perekonomian China tumbuh 4.9% pada Q3-2020.
  • Pelaku pasar kembali meragukan kemungkinan dicapainya kesepakatan stimulus bantuan AS oleh senat di tengah perang politik menjelang pemilu 3 November 2020 mendatang, dan kembali menopang minat pasar terhadap aset likuid dolar AS. Kabar bahwa pihak Uni Eropa akan mencoba mengambil langkah baru membantu menopang harapan akan terlaksananya pembahan brexit lebih lanjut dengan Inggris. Asisten Gubernur Reserve Bank of Australian Christopher Kent, menyatakan terbuka untuk mengambil langkah pelonggaran suku bunga di bawah nol, tetapi RBA belum akan mengambil langkah pelonggaran selama belum diperlukan.

Peluang Pergerakan

Emas
Harga emas berakhir menguat pada hari Senin sebesar $5.01 di level $1904.14 karena dolar AS yang sempat melemah, tertekan oleh optimisme kesepakatan stimulus AS sebelum meningkatnya kembali keraguan di akhir sesi. Redanya optimisme kesepakatan stimulus bantuan Korona di AS dan selama harga bertahan di bawah $1907, berpotensi menekan harga emas melemah menguji support $1895 . Peluang rentang harga di sesi Asia: $1895 – $1911.

Minyak
Kembali susutnya optimisme akan dicapainya kesepakatan stimulus sebelum 3 November, harga minyak berakhir menguat sebesar $0.07 di level $40.71 di akhir sesi Senin. Selama bertahan di bawah level $41.20 dan masih rendahnya ekspektasi permintaan minyak mentah berpotensi menekan harga minyak turun menguji support $40.45. Peluang rentang harga di sesi Asia: $40.45 – $41.45.

EURUSD
Tingginya minat pelaku pasar terhadap aset aman dan sempat melemahnya dolar AS telah menopang EURUSD pada hari Senin, menguat sebesar 52 pips  dan ditutup di level 1.1771. EURUSD berpotensi turun menguji support 1.1740 jika harga bertahan di bawah level 1.1780 dan sentimen susutnya  optimisme kesepakatan stimulus bantuan Korona di AS masih menopang dolar AS. Pasar juga menantikan data PPI Jerman jam 13.00 WIB dan perkembangan pembahasan Brexit. Peluang rentang harga di sesi Asia: 1.1740 – 1.1800.

GBPUSD
GBPUSD berakhir menguat sebesar 28 pips di level 1.2944 karena didukung oleh dolar AS yang sempat melemah dan optimisme pasar terhadap Brexit. GBPUSD berpotensi turun menguji support 1.2920 jika harga bertahan di bawah level 1.2980 dan  sentimen susutnya  optimisme kesepakatan stimulus bantuan Korona di AS masih menopang dolar AS. Pelaku pasar juga masih menantikan perkembangan Brexit. Peluang rentang harga di sesi Asia: 1.2920 – 1.3000.

USDJPY
Kembali menguatnya dolar AS pada akhir perdagangan hari Senin karena susutnya optimisme akan dicapainya kesepakatan stimulus sebelum 3 November, USDJPY berakhir naik sebesar 4 pips di level 105.44. USDJPY berpotensi naik menguji resisten 105.70 jika sentimen penguatan dolar AS di tengah redanya harapan stimulus bantuan korona di AS berlanjut dan harga bertahan di atas level 105.30. Peluang rentang harga di sesi Asia: 105.15 – 105.70.

AUDUSD
Di tengah menguatnya harga komoditas tembaga dan kembali menguatnya  dolar AS telah menekan AUDUSD, turun 12 pips dan ditutup di level 0.7068. Berlanjutnya minat beli dolar AS berpotensi menekan AUDUSD turun menguji support 0.7015. Pagi ini, RBA Kent menyatakan terbuka untuk memangkas suku bunga di bawah Nol bila diperlukan, tetapi belum mengambil langkah pelonggaran yang pasti. Peluang rentang harga di sesi Asia: 0.7015 – 0.7095.

Nikkei
Kembali susutnya optimisme akan dicapainya kesepakatan stimulus sebelum 3 November, telah menekan bursa global melemah di akhir sesi Senin.  Indeks  Nikkei berakhir menguat hanya sebesar 15 point di level 23525. Indeks Nikkei berpotensi naik menguji resisten 23710 setelah dibuka gap up, dan selama harga bertahan di atas level 23530. Peluang rentang harga di sesi Asia: 23480 – 23710.

Hang Seng

Kembali susutnya optimisme akan dicapainya kesepakatan stimulus sebelum 3 November,  dan aksi profit taking setelah penguatan sejak pekan lalu telah menempatkan indeks Hang Seng ditutup stabil di level 24423 pada perdagangan hari Senin. Indeks hang Seng berpotensi naik menguji resisten 24680 jika optimisme pasar terhadap pemulihan ekonomi Asia kembali menopang minat beli dan harga beertahan di atas level 24300. Peluang rentang harga di sesi Asia: 24230 – 24680.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.