Selasa, 18 Mei 2021

  • Paska Libur Panjang Idul Fitri, Pasar Obligasi Indonesia Sideways. Seluruh indeks return obligasi konvensional maupun sukuk bergerak sideways. ICBI dan INDOBeXG-TR naik +0,02%. Harga SBN seri-seri fixed rate didominasi penurunan harga dengan rata-rata sebesar –9,78bps. Sedangkan rata-rata harga sukuk negara turun –5,57bps. Kurva yield obligasi negara berpola mixed. Rata-rata perubahan yield tenor 1-30tahun naik tipis sebesar +0,20bps. Total volume transaksi obligasi di pasar sekunder turun –20,73% menjadi sebesar Rp15,79tn sedangkan total frekuensi naik +4,96% menjadi 1.480 transaksi. Pasar obligasi Indonesia bergerak terbatas pada hari pertama perdagangan paska libur panjang Lebaran. Ditengah antisipasi dan kekhawatiran investor terhadap potensi kenaikan yield US-Treasury akibat kenaikan inflasi AS yang tinggi dan disertai dengan peningkatan risiko pasar terhadap penyebaran virus Covid-19 yang kembali tinggi dibeberapa negara, faktor penggerak pasar awal pekan ini diperkirakan lebih didorong oleh faktor trading. Perdagangan Senin, kurs spot Rupiah melemah 85poin ke level Rp14.283/US$. Today’s Outlook Pada perdagangan Selasa, pergerakan pasar diperkirakan tidak akan berbeda jauh dengan perdagangan Senin. Pasar masih akan bergerak terbatas seiring aksi wait and see terhadap rilis GDP Q1 dari Jepang dan Uni Eropa. Selain itu, pelaku pasar diprediksi juga concern pada perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia paska libur panjang kemarin.
  • Kekhawatiran investor atas peningkatan kasus covid-19 di Indonesia pasca libur lebaran dimana sebanyak lebih dari 1.5 juta orang tercatat tetap melakukan mudik lebaran dan berdasarkan random sampling kepolisian, 60% pemudik teridentifikasi covid-19 menjadi salah satu pertimbangan investor dalam berinvestasi. Hal tersebut juga menimbulkan ekspektasi investor bahwa pemerintah akan memberlakukan kembali pengetatan kebijakan pengendalian covid19 yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sementara itu, kebijakan PPKM mikro tahap selanjutnya yang dimulai tanggal 18 s.d 31 Mei 2021 dengan cakupan 30 Provinsi dan pembatasan kegiatan masyarakat tetap dilakukan sebagai salah satu strategi menekan angka pertumbuhan covid-19.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 104.49 poin atau 1.76% ke level 5,833.86 pada penutupan perdagangan Senin (17/05). Total transaksi sebesar Rp. 12.01 triliun dengan 18.56 miliar saham yang diperdagangkan. Investor asing mencatatkan beli bersih atau net buy di seluruh pasar sebesar Rp. 52.03 miliar. Terdapat 113 saham menguat, 414 saham terkoreksi, dan 117 lainnya stagnan.

BONDS

  • Harga obligasi pemerintah berdenominasi Rupiah mengalami pelemahan pada perdagangan Senin (17/05). Yield SUN seri acuan bertenor 10 tahun (FR0087) naik tipis 3 bps ke level 6.44%. Peningkatan kasus covid-19 baik dari dalam negeri maupun luar negeri serta adanya kekhawatiran atas variasi baru covid-19 menjadi salah satu hal yang menjadi pertimbangan investor dalam berinvestasi. Sementara itu, wacana pemerintah untuk menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang semula 10% dalam rangka konsolidasi fiskal selama pandemi covid-19 akan berdampak pada seluruh sektor dan diprediksi akan mempengaruhi iklim usaha di Indonesia.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Senin (17/05), Rupiah dibuka di level 14,200/14,300 dengan kejadian pertama di 14,300 dan kurs acuan JISDOR di level 14,284 (prior : 14,203). Rupiah diperdagangkan melemah yang ditutup di level 14,283 dan SBN diperdagangkan melemah pada seluruh tenor seri benchmark. Sentimen dari dalam negeri yang masih menjadi perhatian investor adalah kekhawatiran meningkatnya kasus covid-19 pasca lebaran. Dari sisi global, naiknya angka inflasi Amerika Serikat bulan April dan juga Indeks Harga Konsumen Amerika Serikat bulan April menjadi salah satu pertimbangan investor untuk berinvestasi.
  • Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada penutupan perdagangan hari Senin (17/05) merespon atas meningkatnya angka inflasi Amerika Serikat bulan April. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah ke level 34,327 (prior : 34,382), indeks S&P 500 melemah ke level 4,163 (prior : 4,173), dan indeks Nasdaq melemah ke level 13,379 (prior : 13,429). Investor memilih untuk berhati-hati dalam berinvestasi mempertimbangkan peningkatan inflasi Amerika Serikat dan juga membaiknya Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan April yang naik 4.2% secara yoy dan menimbulkan ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat The Fed akan mengubah kebijakan moneter salah satunya dengan mengurangi laju pembelian surat berharga di pasar.
  • Di tengah lemahnya dolar AS pagi hari Selasa (18/5) dan kekhawatiran tingginya wabah korona yang telah menyebabkan beberapa negara di Asia melakukan lockdown, memicu minat pasar pada aset aman. Pagi ini, laporan notula rapat Reserve Bank of Australia (RBA) yang akan di rilis jam 08:30 WIB menjadifokus pasar bagi AUDUSD.

Peluang Pergerakan

Emas

Harga emas ditutup menguat pada hari Senin sebesar $23.36 di level $1866.65 karena tertopang oleh pasar yang kembali mengkhawatirkan kasus covid-19 dan outlook ketidakpastian pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Di Sesi Asia (18/5),harga emas berpotensi dibeli menguji resisten $1876 selama harga bertahan di atas level $1855. Jika turun ke bawah level tersebut, harga emas berpeluang dijual menguji support $A1844. Potensi rentang harga di sesi Asia: $1844 – $1876.

Minyak Mentah

Ditopang oleh lemahnya dolar AS dan harapan naiknya permintaan dari pemulihan ekonomi di Zona Euro, harga minyak mampu berakhir menguat pada perdagangan hari Senin sebesar $29.13 di level $66.36.  Di Sesi Asia (18/5),harga minyak berpotensi dibeli menguji resisten $66.75 selama harga bertahan di atas level $65.75. Jika turun ke bawah level tersebut, harga minyak berpeluang dijual menguji support $64.75. Potensi rentang harga di sesi Asia: $64.75 – $66.75.

EURUSD

Di tengah pelemahan dolar AS dan aksi jual terhadap aset resiko di tengah pasar yang kembali mengkhawatirkan kasus covid-19 masih memberikan EURUSD kenaikan pada perdagangan hari Senin sebesar 6 pip di level 1.2150. Di Sesi Asia (18/5), EURUSD berpotensi dibeli menguji resisten 1.2180 selama harga bertahan di atas level 1.2125. Jika turun ke bawah level tersebut, EURUSD berpeluang dijual menguji support 1.2100. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.2100 – 1.2180.

GBPUSD

Didukung oleh outlook positif pertumbuhan ekonomi Inggris telah memicu kenaikan GBPUSD pada hari Senin sebesar 41 pip di level 1.4137.  Di Sesi Asia (18/5), GBPUSD berpeluang dibeli menguji resisten 1.4180 selama harga bertahan di atas 1.4115. Jika turun ke bawah level tersebut, GBPUSD berpeluang dijual menguji support 1.4075. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.4075 – 1.4180.

USDJPY

Ditopang oleh meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kenaikan kasus covid-19 yang berpeluang kembali memicu kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global telah meningkatkan minat pada mata uang yang lebih aman seperti yen Jepang, memicu penurunan USDJPY pada hari Senin sebesar 27 pip di level 109.06. Di Sesi Asia (18/5), laporan Prelim GDP Jepang yang di bawah ekspektasi berpotensi mengangkat USDJPY dibeli menguji resisten 109.50. Jika turun ke bawah 109.05, USDJPY berpotensi dijual menguji support 108.90. Potensi rentang harga di sesi Asia: 108.90 – 109.50.

AUDUSD

Tertekan oleh investor yang kembali mengkhawatirkan pertumbuhan ekonomi Tiongkok telah memicu penurunan AUDUSD sebesar 14 pip di level 0.7766. Di Sesi Asia (18/5), AUDUSD berpotensi dijual menguji resisten 0.7815 bila notula rapat RBA yang akan diumumkan jam 08:30 WIB memberikan outlook positif. Jika turun ke bawah level 0.7750, AUDUSD berpeluang dijual menguji support 0.7730. Potensi rentang harga di sesi Asia: 0.7730 – 0.7815.

Nikkei

Indeks Nikkei berakhir melemah sebesar 525 poin  di level 27780 karena pasar yang kembali mengkhawatirkan kasus covid-19 di Tokyo dan sejumlah negara Asia yang berpeluang menekan pertumbuhan ekonomi global. Di Sesi Asia (18/5), indeks Nikkei berpotensi dibeli menguji resisten 28340 bila laporan Tertiary Industry Activity Jepang jam 11:30 WIB dirilis di atas ekspektasi. Jika turun ke bawah level 27790, indeks Nikkei berpeluang dijual menguji support 27600. Potensi rentang harga di sesi Asia: 27600 – 28340.

Hang Seng

Indeks Hang Seng berakhir naik sebesar 38 poin di level 28129 di tengah ketidakpastian pertumbuhan ekonomi Tiongkok setelah data ekonomi Tiongkok dilaporkan beragam, tetapi dipandang lebih baik daripada negara Asia lain yang mengalami lockdown akibat wabah Korona yang meningkat.  Di Sesi Asia (18/5), indeks hang Seng berpotensi dibeli menguji resisten 28260selama harga bertahan di atas level 27960. Jika turun ke bawah level tersebut, indeks Hang Seng berpeluang dijual menguji support 27870. Potensi rentang harga di sesi Asia: 27870 – 28260.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.