Selasa, 18 Februari 2020

  • Imbal Hasil Obligasi Negara Mixed Ditengah Dominasi Penguatan Harga. Seluruh indeks return obligasi Indonesia berbalik menguat pada akhir end of day Harga SUN seri FR dan ORI dominan menguat dengan rata-rata harga pada 44 serinya naik sebesar +3,81bps. Meskipun demikian, yield obligasi negara terpantau berlanjut mixed dengan tekanan naik dialami tenor menengah-panjang. Demikian pula dengan yield obligasi korporasi. Aktivitas perdagangan di pasar sekunder cenderung stagnan dengan total volume sebesar Rp13,72tn (-3,78%) dan total frekuensi 1.019 transaksi (-5,03%). Ditengah tekanan kinerja neraca perdagangan Indonesia yang defisit US$864juta, penguatan harga seri-seri obligasi negara diprediksi terdorong oleh apresiasi Rupiah. Kondisi tersebut tercermin dari pola mixed yang ditunjukkan imbal hasil SBN ditengah penguatan harganya. Kurs Rupiah Bloomberg kemarin menguat 33poin ke level Rp13.660/US$. Tren positif berpotensi berlanjut menguat pada perdagangan hari ini meskipun terbatas. Katalis positif diprediksi datang dari Rupiah. Terapresiasinya Rupiah ditengah penurunan kinerja ekspor Indonesia didorong oleh sentimen eksternal. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder berpeluang meningkat pada hari ini seiring dengan pelaksanaan lelang SBN. Pemerintah hari ini akan menyelenggarakan lelang SBN dengan target indikatif ditetapkan sebesar Rp15tn-Rp22,5tn.

EKONOMI GLOBAL

  • Hasil yang dovish dari notula rapat Reserve Bank Australia pagi ini yang mengatakan bahwa mereka siap untuk melakukan pelonggaran moneter jika diperlukan berpotensi memicu penurunan AUDUSD dalam jangka pendek. Namun, penurunan berpeluang terbatas mengingat langkah-langkah Tiongkok dalam mengatasi perlambatan ekonomi dengan pemberian stimulus serta rencana pengurangan pajak. Sementara itu fokus lainnya hari ini akan tertuju ke perilisan data indeks indeks upah serta tenaga kerja Inggris yang dirilis pukul 16:30 WIB dan data sentimen ekonomi Jerman yang dirilis oleh ZEW pukul 17:00 WIB. Dimana mata uang Euro dan Poundsterling saat ini sedang dalam tekanan turun karena perlambatan ekonomi di masing-masing wilayah dan kekhawatiran akan no-deal Brexit.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di $1580 – $1574 di tengah sentimen stimulus dari PBoC serta rencana pengurangan pajak oleh Tiongkok dalam rangka menopang ekonomi serta menurunkan jumlah korban virus Korona. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di $1590 – $1596.

MINYAK

Harga minyak berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di $51.50 – $51.00 jika pasar kembali mempertimbangkan outlook penurunan permintaan minyak global serta tingginya cadangan AS. Namun, jika kembali menguatnya harapan Rusia akan mendukung Arab Saudi untuk memangkas produksi yang lebih besar maka harga minyak berpeluang naik menguji level resisten di $52.30 – $52.80.

EURUSD

Outlook perlambatan ekonomi di zona Euro dan Jerman seperti yang terlihat dari data GDP dan laporan Bundesbank berpeluang memicu penurunan EURUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.0800 – 1.0750. EURUSD berpeluang naik, menguji resisten di 1.0870 – 1.0920 jika data sentimen ekonomi Jerman yang dirilis pukul 17:00 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi.

GBPUSD

Kembali munculnya kekhawatiran akan no-deal Brexit setelah adanya pernyataan yang pesimis dari juru bicara PM Inggris berpotensi memicu penurunan GBPUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.2960 – 1.2900. GBPUSD berpeluang naik, menguji level resisten di 1.3050 – 1.3100 jika data indeks upah dan tenaga kerja Inggris yang dirilis pukul 16:30 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi.

USDJPY

Outlook permintaan aset berisiko dibalik langkah pemerintah Tiongkok serta menurunnya jumlah korban virus Korona berpeluang memicu kenaikan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 110.10 – 110.50. Namun, jika pasar mempertimbangkan potensi ketegangan terbaru antara AS, Tiongkok dan Jerman yang terkait dengan Huawei, maka USDJPY berpeluang turun untuk menguji support di 109.60 – 109.20.

AUDUSD

Perilisan notula rapat RBA yang dovish pagi ini berpeluang menjadi pemicu turunnya AUDUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 0.6680 – 0.6640. Namun, jika dominannya sentimen stimulus dari Tiongkok, maka AUDUSD berpeluang naik untuk menguji level resisten di 0.6740 – 0.6780.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 18/02/2020 pukul 10.26 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.