Selasa, 18 Agustus 2020

  • Perdagangan Jumat, ICBI dan INDOBeXG-TR Ditutup Menguat +0,10%. ICBI dan INDOBeXG-TR di akhir end of day hari ini ditutup menguat pada besaran yang sama yakni +0,10%. Rata-rata harga SUN tipe fixed rate mencatat penguatan sebesar +9,31bps. Kurva yield PHEI-IGSYC berpola bullish dengan penurunan yield berada pada rentang –0,06bps hingga –3,99bps. Pola bullish juga terjadi pada kurva yield obligasi korporasi.  Aktivitas transaksi obligasi di pasar sekunder terpantau sepi dengan total volume sebesar Rp14,07tn (-26,02%) dan total frekuensi sebanyak 1.422 transaksi (-32,61%). Semakin menguatnya pasar obligasi dibanding sesi siang diprediksi karena pasar cukup menyambut baik susunan RAPBN 2021 yang disampaikan Presiden Jokowi dalam sidang tahunan MPR tahun 2020 hari ini.  Dalam RAPBN 2021, defisit anggaran direncanakan sekitar 5,5% dari PDB, lebih rendah dari tahun ini yang sekitar 6,34% dari PDB, dan pertumbuhan ekonomi diproyeksi bertumbuh di kisaran 4,5%-5,5%.  Pada hari ini, perdagangan obligasi diprediksi berlanjut bergerak terbatas. Beberapa sentimen yang membayangi pergerakan pasar diprediksi masih sekitar RAPBN 2021, ancaman resesi secara global, serta depresiasi Rupiah. Sebagaimana diketahui, saat ini Malaysia dan Thailand juga telah resmi masuk ke jurang resesi. Pasar juga akan diwarnai aksi wait and see RDG-BI yang rencananya akan dilaksanakan pada hari ini hingga esok.
  • Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan II 2020 mencatat surplus yang cukup besar, menopang ketahanan eksternal Indonesia. NPI mencatat surplus sebesar 9,2 miliar dolar AS pada triwulan II 2020, setelah mengalami defisit 8,5 miliar dolar AS pada triwulan sebelumnya. Membaiknya kinerja NPI tersebut didukung oleh menurunnya defisit transaksi berjalan serta besarnya surplus transaksi modal dan finansial. Sejalan dengan perkembangan surplus NPI tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2020 meningkat menjadi sebesar 131,7 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 8,1 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional. Defisit transaksi berjalan makin menurun, ditopang oleh surplus neraca barang serta berkurangnya defisit neraca pendapatan primer. Defisit transaksi berjalan tercatat sebesar 2,9 miliar dolar AS (1,2% dari PDB), lebih rendah dari defisit pada triwulan sebelumnya sebesar 3,7 miliar dolar AS (1,4% dari PDB). Penurunan defisit transaksi berjalan tersebut bersumber dari surplus neraca perdagangan barang akibat penurunan impor karena melemahnya permintaan domestik. Di samping itu, defisit neraca pendapatan mengecil karena berkurangnya pembayaran imbal hasil kepada investor asing sejalan dengan kontraksi pertumbuhan ekonomi domestik di triwulan II 2020 yang tercermin pada penurunan kinerja perusahaan dan investasi. Sementara itu, defisit neraca jasa sedikit meningkat didorong oleh defisit jasa perjalanan karena kunjungan wisatawan mancanegara yang turun signifikan selama pandemi COVID-19. Di sisi lain, remitansi dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) berkurang, sejalan dengan kontraksi pertumbuhan ekonomi dunia juga menahan penurunan defisit transaksi berjalan lebih lanjut. Transaksi modal dan finansial pada triwulan II 2020 mencatat surplus cukup signifikan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, sejalan dengan meredanya ketidakpastian pasar keuangan global. Surplus transaksi modal dan finansial tercatat sebesar 10,5 miliar dolar AS terutama berasal dari aliran masuk neto investasi portofolio dan investasi langsung, setelah pada triwulan sebelumnya mencatat defisit 3,0 miliar dolar AS. Aliran masuk investasi portofolio meningkat dalam bentuk penerbitan global bond oleh Pemerintah dan korporasi serta pembelian Surat Utang Negara (SUN). Berlanjutnya aliran masuk modal asing tersebut dipengaruhi oleh likuiditas global yang meningkat, imbal hasil instrumen keuangan domestik yang tetap menarik, dan terjaganya keyakinan investor terhadap kondisi perekonomian Indonesia. Investasi langsung turut menyumbang surplus pada neraca transaksi modal dan finansial, meskipun relatif melambat dibandingkan dengan capaian pada triwulan sebelumnya, sejalan dengan kontraksi ekonomi domestik. Transaksi investasi lainnya mengalami defisit dipengaruhi oleh pola kuartalan meningkatnya pembayaran pinjaman luar negeri yang jatuh tempo. Dengan langkah stabilisasi dan penguatan bauran kebijakan Bank Indonesia, berkoordinasi erat dengan Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik kembali membaik. Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat bauran kebijakan guna menjaga stabilitas perekonomian, serta memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal.

EKONOMI GLOBAL

  • Pelaku pasar masih menjaga sikap hati-hati nya di awal sesi Selasa (18/8) terhadap perkembangan hubungan AS – Tiongkok, setelah kabar pembelian minyak mentah AS oleh Tiongkok semalam. Tiongkok dikabarkan akan meningkatkan pembelian minyak mentah AS untuk bulan Agustus dan September sebesar 20 juta barel, sebagai salah satu upaya Tiongkok untuk memenuhi kesepakatan dagang tahap pertama yang sudah ditandatangani pada Januari tahun ini. Pasar sangat memperhatikan perkembangan ini di tengah serangan AS terhadap Tiongkok terkait kebijakan-kebijakan dalam negeri Tiongkok yang dipandang bertentangan dengan paham-paham AS setelah kesepakatan tersebut disetujui dan mendunianya wabah Korona yang pertama kali menyebar di kota Wuhan Tiongkok. Tetapi tekanan dari AS masih belum berakhir, setelah di akhir pekan lalu presiden AS, Donald trump mensahkan peraturan penjualan saham dan hak aplikasi Tik Tok, milik perusahaan Tiongkok untuk sepenuhnya dilepas ke perusahaan AS. Kabar bahwa tekanan administrasi Trump terhadap perusahaan komunikasiTiongkok, Huawei masih berlanjut dan menepis kembali optimisme pasar terhadap kemungkinan membaiknya hubungan kedua negara. Serangan AS kepada Huawei telah dimulai sejak tahun 2019 lalu, setelah Tiongkok menunjuk Huawei sebagai perusahaan yang akan mengembangkan teknologi G5, langkah pertama yang diambil di dunia ini, memicu kemarahan pihak AS, yang ingin menjadi yang pertama menggunakan teknologi yang sama, menjadi salah satu pemicu panasnya perang dagang ke-2 negara ekonomi terbesar dunia tersebut. Sejak pembukaan pagi ini, Indeks Nikkei tercatat turun, selain dibayangi oleh ketidakpastian hubungan AS – Tiongkok, penguatan yen Jepang juga menjadi kontributor, setelah kabar Tankan memprediksikan penyusutan pesimimse sektor manufaktur ekonomi Jepang. Data Perumahan AS jam 19:30 WIB malam nanti juga akan menjadi penggerak pasar hari ini, walau fokus utama pada perilisan isi notula rapat Federal Open Market Committee yang akan dirilis pada jam 01:00 WIB hari Kamis nanti.

Potensi Pergerakan:

EMAS
Harga emas menguat $42.65 di sesi Senin. Harga emas berpotensi naik menguji resisten $1995 – $2015 bila pelemahan dolar AS masih berlanjut dan ketidakpastian hubungan AS – Tiongkok belum memberikan titik terang. Level Support pada kisaran $1947 – $1966.

MINYAK
Harga minyak naik $0.58 di sesi Senin. Kabar pembelian minyak mentah AS oleh Tiongkok dan bila optimisme pasar terhadap pertemuan OPEC+ esok hari berlanjut, harga minyak berpeluang menguat menguji resisten $43.00 – $43.50. Level Support pada kisaran $42.00 – $42.25.

EURUSD
EURUSD naik 40 pips kemarin.Bila pelemahan dolar AS berlanjut, EURUSD berpotensi naik menguji resisten 1.1915 – 1.1930. Level support 1.1780 – 1.1825.

GBPUSD
GBPUSD turun 4 pips di sesi Senin. Bila pelemahan dolar AS kembali mendominasi, GBPUSD berpotensi naik menguji resisten 1.3140 – 1.3185. Level Support pada kisaran 1.31045 – 1.3070.

USDJPY
USDJPY turun 50 pips di sesi Senin. Laporan Tankan yang kurang pesimis untuk sektor manufaktur Jepang berpotensi membantu USDJPY turun menguji support 105.50 – 105.70. Support pada level 106.25 – 106.65.

AUDUSD
AUDUSD catat kenaikan 47 pips di sesi Senin. Bila pelemahan dolar AS berlanjut AUDUSD berpeluang naik menguji resisten 0.7245 – 0.7280. Level Support pada kisaran 0.7170 – 0.7195. Notula rapat Reserve Bank of Australia yang dirilis pagi ini berencana akan mejaga tingkat yield stabil hingga 3 tahun kedepan.

Nikkei
Indeks Nikkei stabil di perdagangan hari Senin. Penguatan yen Jepang berpotensi menekan indkes Nikkei turun menguji support 22640 – 22845. Level resisten pada kisaran 23340 – 23550.

Hang Seng

Indeks Hang Seng berakhir naik 279 poin di sesi Senin. Bila pasar pesimis terhadap perkembangan hubungan AS – Tiongkok, indeks Hang Seng berpeluang turun menguji support 24640 – 25000. Sebaliknya bila pasar optimis, berpeluang naik menguji resisten 25570 – 25890.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.