Selasa, 17 November 2020

  • Pasar Obligasi Indonesia Catatkan Kinerja Positif. Seluruh indeks return obligasi domestik kompak menguat di akhir end of day Senin. Harga SUN seri Fixed Rate dominan naik dengan rata-rata pada seluruh seri naik sebesar +26,35bps. Kurva yield PHEI-IGSYC berpola bùllish. Rata-rata yield tenor 1-30tahun turun sebesar –3,15bps. Total frekuensi transaksi obligasi di pasar sekunder naik +24,03% menjadi 1.822 transaksi, begitu pula total volume yang meningkat +32,92% menjadi Rp25,25tn. Pasar obligasi Indonesia semakin menguat pada penutupan perdagangan Senin ini. Katalis positif tidak jauh berbeda dengan sesi siangnya yakni terdorong oleh penguatan kurs spot Rupiah sebesar 60poin ke level Rp14.110/US$. Selain itu, respon positif pasar atas ekonomi Jepang yang keluar dari zona resesi dan statement terbaru Gubernur BI yang menyebut GDP Indonesia akan positif di Q4 diprediksi turut menambah tenaga penguatan pasar. Disisi lain, pasar masih dibayangi data kinerja ekspor Indonesia yang masih turun bahkan impor turun lebih dalam dari prediksi konsensus. Pergerakan pasar obligasi Indonesia pada perdagangan Selasa berpotensi melanjutkan penguatan. Aktivitas perdagangan di pasar sekunder diprediksi juga akan meningkat seiring pelaksanaan lelang 7 seri SBN dengan target penyerapan dana Rp20,00tn. Namun demikian, aksi wait and see juga membayangi pasar menjelang pelaksanaan RDG-BI dan penyampaian data CAD Indonesia Q3.
  • Neraca perdagangan Indonesia Oktober 2020 kembali mencatat surplus sebesar 3,61 miliar dolar AS. Perkembangan ini melanjutkan surplus bulan sebelumnya sebesar 2,39 miliar dolar AS. Dengan perkembangan tersebut, secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Oktober 2020 mencatat surplus 17,07 miliar dolar AS, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mengalami defisit 2,12 miliar dolar AS. Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan tersebut berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan. Surplus neraca perdagangan Oktober 2020 dipengaruhi oleh surplus neraca perdagangan nonmigas yang berlanjut. Pada Oktober 2020, surplus neraca perdagangan nonmigas tercatat sebesar 4,06 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumya sebesar 2,90 miliar dolar AS. Perkembangan ini dipengaruhi oleh peningkatan ekspor nonmigas, terutama pada komoditas lemak dan minyak hewan/nabati, bahan bakar mineral, serta alas kaki. Sementara itu, impor nonmigas mengalami penurunan sejalan permintaan domestik yang belum kuat. Adapun defisit neraca perdagangan migas menurun dari 504,6 juta dolar AS pada September 2020 menjadi sebesar 450,1 juta dolar AS, dipengaruhi oleh penurunan ekspor migas yang lebih rendah dibandingkan dengan penurunan impor migas.
  • Harga SBN Indonesia mengalami penguatan pada minggu kemarin dengan yield SBN 10 tahun ditutup turun ke level 6.24%. Sentimen utama penguatan SBN datang dari hasil pemilihan Presiden AS dimana kandidat dari Partai Demokrat Joe Biden dipastikan terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat untuk periode 2021-2025. Kemenangan Joe Biden dipandang investor sebagai hal yang positif bagi asset-asset emerging market seperti SBN dikarenakan potensi membaiknya hubungan bilateral US-China pasca terpilihnya Joe Biden. Kondisi ini merupakan sentiment positif bagi perekonomian Asia yang sedang dilanda krisis Covid-19. Sentimen positif lain datang dari perkembangan pembuatan vaksin dimana Perusahaan Amerika Serikat Pfizer telah berhasil melakukan tes pada vaksin buatannya dengan tingkat keberhasilan sebesar 90%. Vaksin dari Russia yaitu Sputnik 5 juga telah selesai melakukan uji klinis dengan tingkat keberhasilan sebesar 92%. Semakin banyaknya vaksin yang sukses dilakukan uji klinis menimbulkan harapan bahwa pandemi Covid 19 dapat segera selesai. Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Kamis (19/1) mendatang menjadi sorotan utama pasar pada perdagangan minggu ini. Bank Indonesia diprediksikan akan mempertahankan suku bunga di angka 4%. Kondisi ini dapat menjadi sentiment positif bagi investor mengingat hal ini akan mempertahankan real yield SBN dibandingkan dengan negara-negara lain.

ECONOMIC GLOBAL

  • Indeks saham Asia sebagian besar bergerak di wilayah positif pada hari Selasa (17/11) karena harapan terhadap vaksin sekali lagi menopang Wall Street untuk mencetak rekor tertinggi. Sentimen investor membaik setelah Moderna Inc mengatakan bahwa vaksin percobaan mereka telah 94,5% efektif dalam mencegah infeksi berdasarkan data terbaru sementara mereka. Perusahaan yang berbasis di Cambridge tersebut menjadi perusahaan farmasi kedua, setelah Pfizer Inc mengumumkan data percobaan mereka dalam pengembangan vaksin untuk mengalahkan pandemi. Analis pasar di salah satu broker di New York mengatakan bahwa ini adalah kelanjutan dari apa yang kita lihat pekan lalu karena vaksin telah menjadi katalis yang merotasi ke berbagai sektor seperti energi, keuangan dan pertahanan dengan ekspektasi untuk permintaan dan perjalanan baru. Semalam, tiga indeks saham utama AS menguat, dengan Dow Jones Industrial Average mencatat rekor karena bergerak di dekat level 30.000 untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan terakhir. Indeks Dow adalah yang terbaru dari tiga indeks utama untuk mengklaim kembali level yang dicapai di bulan Februari, sebelum kebijakan lockdown mengirim indeks jatuh dengan bebas. Sementara itu indeks S&P 500 melampaui rekor mereka sendiri yang dicetak di hari Jumat.

Peluang Pergerakan

EMAS

Harga emas berakhir naik $0,42 pada level $1889.00 semalam karena masih masih adanya kekhawatiran di pasar terhadap tingginya kasus virus korona meskipun adanya kabar baik mengenai perkembangan vaksin dari Moderna. Harga emas berpeluang di beli lebih lanjut, mengincar resisten di $1896 jika masih dominannya sentimen kekhawatiran terhadap lonjakan kasus virus korona serta melemahnya dolar AS. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1880 – $1896.

MINYAK 

Harga minyak ditutup menguat $1.35 di level $41.47 pada hari Senin seiring pasar yang merespon berita mengenai vaksin korona dari Moderna dan meningkatnya pemoresan kilang minyak di Tiongkok dan Jepang. Aksi beli terhadap harga minyak berpeluang berlanjut, menargetkan resisten di $41.80 jika pasar masih berharap dengan progres vaksin akan mempercepat pemulihan ekonomi.  Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $41.00 – $41.80.

EURUSD 

EURUSD berakhir naik 20 pips di level 1.1854 di hari Senin karena sentimen pelemahan dolar AS dibalik tingginya kasus Covid-19 di AS serta adanya progres dalam negosiasi Brexit. EURUSD berpeluang untuk di beli lebih lanjut, mengincar resisten di 1.1900 dibalik outlook melemahnya dolar AS karena sentimen tingginya kasus Covid-19 di AS. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.1820 – 1.1900.

GBPUSD 

GBPUSD ditutup menguat 9 pips di level 1.3202 dibalik sentimen pelemahan dolar AS dan kembali munculnya harapan terhadap  negosiasi Brexit setelah mundurnya Menteri Dominic Cummings, yang merupakan pro Brexit. GBPUSD berpotensi  di beli kembali dalam jangka pendek, membidik resisten di 1.3270 karena sentimen pelemahan dolar AS dan terjaganya harapan kesepakatan Brexit. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.3180 – 1.3270.

USDJPY 

Optimisnya data GDP Jepang serta melemahnya dolar AS telah mendorong penurunan USDJPY di hari Senin, berakhir melemah 5 pips di level 104.58. USDJPY berpeluang di jual lebih lanjut, membidik support  di 104.10 jika dominannya sentimen pelemahan dolar AS karena kenaikan kasus Covid-19 di AS. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 104.10 – 105.00

AUDUSD 

Ditopang sentimen pelemahan dolar AS dan tingginya harga emas telah berimbas positif terhadap pergerakan AUDUSD di hari Senin, hingga berakhir menguat 51 pips di level 0.7321. AUDUSD  berpotensi untuk di jual, menargetkan support di 0.7280  jika hasil notula rapat RBA yang dirilis pukul 7:30 WIB memperkuat pesan dovish setelah mereka memangkas suku bunga acuan di awal bulan ini. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7280 – 0.7360

NIKKEI 

Indeks Nikkei berakhir naik 440 poin ke level 26095 di hari Senin seiring pasar yang merespon optimisnya data GDP Jepang dan laporan progres vaksin Covid-19 Aksi beli terhadap indeks Nikkei berpeluang berlanjut, mengincar resisten di 26300 di tengah sentimen positif perkembangan vaksin Covid-19 yang dilaporkan oleh Moderna. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 25900 – 26300.

HANG SENG

Optimisnya data produksi industri Tiongkok dan laporan progres vaksin Covid-19 telah menopang kenaikan indeks Hang Seng di hari Senin, berakhir menguat 155 poin di level 26442. Indeks Hang Seng berpeluang di beli lebih lanjut, membidik resisten di 26600 di tengah sentimen positif perkembangan vaksin Covid-19 dan outlook tingginya harga minyak. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 26300 – 26600.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.