Selasa, 16 Juni 2020

  • Menutup Perdagangan Senin, Pasar Obligasi Sideway. Indeks return harian obligasi Indonesia baik konvensional maupun sukuk bergerak dalam rentang terbatas Harga seri-seri SUN fixed rate bergerak variatif dengan dominasi rata-rata perubahan harga sebesar –2,29bps. Yield curve PHEI (PHEI-IGSYC) bergerak tipis dengan rata-rata seluruh tenor 1-30tahun sebesar +0,28bps Aktivitas perdagangan turun. Total volume transaksi turun menjadi sebesar Rp7,18tn (-43,90%) dan total frekuensi turun menjadi 1.128 transaksi (-40,35%). Senada dengan pergerakan pada sesi siangnya, pasar obligasi Indonesia berlanjut bergerak terbatas hingga sesi penutupan Senin. Pelaku pasar diperkirakan tengah wait and see menunggu sentimen lanjutan di pasar khususnya RDG-BI pada tengah pekan. Pada perdagangan Senin ini, Rupiah di pasar spot berhasil ditutup menguat di level Rp14.115/US$. Sementara itu kinerja pasar saham domestik (IHSG) turun sebesar –1,31% ke level 4.816,34. Pergerakan pasar obligasi berpotensi bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Selasa. Ditengah aksi wait and see pelaku pasar jelang pelaksanaan RDG-BI, bayang-bayang tekanan di pasar diperkirakan berasal dari respon negatif pasar atas penurunan kinerja ekspor dan impor yang melebihi prediksi konsensus. Selain itu, kasus Covid-19 yang kembali meningkat di China diperkirakan juga menambah antisipasi risiko pasar.
  • Hasil Survei Penjualan Eceran pada April 2020 mengindikasikan bahwa penjualan eceran menurun. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang turun sebesar 16,9% (yoy) pada April 2020, lebih dalam dibandingkan dengan penurunan sebesar 4,5% (yoy) pada Maret 2020. Hal tersebut bersumber dari kontraksi penjualan pada seluruh kelompok komoditas yang dipantau. Penurunan penjualan terdalam dialami oleh subkelompok Sandang serta kelompok Barang Budaya dan Rekreasi. Penjualan eceran diprakirakan masih menurun pada Mei 2020. Hal ini tercermin dari prakiraan pertumbuhan IPR Mei 2020 sebesar -22,9% (yoy), disebabkan kontraksi pada seluruh kelompok komoditas yang disurvei. Kontraksi terdalam pada subkelompok Sandang sebesar 77,8% (yoy), lebih dalam dari kontraksi sebesar 70,9% (yoy) pada April 2020. Dari sisi harga, tekanan inflasi pada 3 bulan mendatang (Juli 2020) diprakirakan sedikit meningkat. Hal itu tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan mendatang (Juli 2020) sebesar 162,6, lebih tinggi dibandingkan dengan 160,7 pada Juni 2020, seiring dengan prakiraan permintaan yang meningkat pada perayaan HBKN Iduladha. Sementara itu, tekanan harga 6 bulan mendatang (Oktober 2020) diprakirakan menurun dengan IEH sebesar 146,4, lebih rendah dibandingkan dengan 153,0 pada September 2020. 

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar AS mencatat pelemahan di awal sesi Selasa (16/6) setelah semalam, The Fed umumkan kebijakan pelonggaran baru, yang memicu penguatan mata uang, aset berisiko, dan aset aman. Federal Reserve AS, secara mendadak, mengumumkan langkah stimulus baru semalam, dengan menambahkan dana bantuan pemulihan ekonomi AS. The Fed akan membeli semua surat-surat berharga yang dirilis oleh perusahaan swasta, sebagai upaya mempercepat kembali berputarnya roda ekonomi di AS yang sudah sempat tertahan oleh wabah Korona dan aksi  kericuhan rasial. Tetapi sikap pasar masih akan berhati-hati menantikan pidato pertanggungjawaban gubernur The Fed, Jerome Powell, yang dijadwalkan akan membacakan pidato pertanggungjawaban tengah tahunnya di hadapan Komite Senat perbankan , di Washington DC, pada jam 22:00 WIB. Pasar menantikan pertanyaan-pertanyaan dari senat dan imbasnya terhadap dolar AS, yang dapat mempengaruhi mayoritas pasar global.

Potensi Pergerakan

Emas
Harga emas berpeluang naik bila pelemahan dolar AS, setelah pernyataan The Fed semalam, berlanjut dan berpotensi menguji resisten $1735 – $1765. Fokus pada pidato Gubernur The Fed, Jerome Powell. Level Support pada kisaran $1700 – $1716.

Minyak
Harga minyak tertopang optimisme pemulihan permintaan setelah  pernyataan The Fed semalam diharapkan akan menopang ekonomi lebih cepat, berpoteni naik menguji resisten $37.90 – $39.40. Level support pada kisaran $34.55 – $36.00 mungkin di coba bila kekhawatiran cadangan persediaan yang tinggi kembali menghantui pasar.

EURUSD
EURUSD berpotensi naik menguji resisten 1.1390- 1.1430 bila pelemahan dolar AS setelah pernyataan The Fed semalam, berlanjut.  Level support pada kisaran 1.1200 – 1.1260. Pasar menantikan data jam 13:00 WIB, yaitu German Final CPI, dan data jam data jam 16:00 WIB,yaitu survey ZEW Economic Sentiment untuk Zona Euro dan Jerman.

GBPUSD
GBPUSD berpeluang naik menguji resisten 1.2700 – 1.2800 bila pelemahan dolar AS setelah pernyataan The Fed semalam, berlanjut. Level support pada 1.2450 – 1.2555. Pasar menantikan Data tenaga kerja Inggris, Claimant Count Change, akan dirilis jam 13:00 WIB.

USDJPY
USDJPY berpeluang turun menguji support 106.50 – 107.50 bila pelemahan dolar AS setelah pernyataan The Fed semalam, berlanjut. Level resisten pada kisaran 107.85 – 108.25. Fokus pasar pada kebijakan moneter Bank of Japan siang ini, dan pidato gubernur BoJ di sore harinya.

AUDUSD
AUDUSD masih berpeluang naik menguji resisten 0.7000 – 0.7065 setelah notula rapat RBA yang bernada mix, serta jika dolar AS melanjutkan pelemahan akibat pernyataan The Fed semalam. Level support pada kisaran 0.6840 – 0.6900.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.