Selasa, 15 September 2020

  • Pasar Obligasi Mengawali Pekan Ketiga September Di Zona Hijau. Seluruh indeks return obligasi Indonesia bergerak naik pada akhir end of day hari pertama perdagangan pekan ini.  Rata-rata harga SUN seri fixed rate menguat lebih tinggi dibanding sesi siang yakni sebesar +4,84bps. Yield obligasi negara dominan menurun. Rrata-rata yield tenor 1-30tahun turun sebesar –1,18bps.  Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder kurang semarak dengan total volume sebesar Rp15,97tn (-9,96%) dan total frekuensi sebanyak 920 transaksi (-20,76%). Senada dengan sesi siang, performa positif pasar hari ini disebabkan oleh respon positif pasar akan realisasi PSBB di Jakarta yang kedua kalinya tidaklah seketat sebelumnya. Meski demikian belum adanya sentimen positif lain yang lebih dominan menyebabkan penguatan harga yang terjadi cenderung terbatas dan transaksi obligasi menurun. Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS di pasar spot sore ini terpantau stabil yakni berada di level Rp14.880/US$ dari 14.890/US$ Pasar obligasi berpotensi semakin menguat pada perdagangan hari ini jika neraca perdagangan Indonesia di bulan Agustus menunjukkan kinerja memuaskan. Faktor trading diperkirakan masih akan turut menjadi penggerak pasar ditengah minimnya sentimen lanjutan. Hari ini pemerintah akan melaksanakan lelang SBSN dengan target indikatif ditetapkan sebesar Rp 8,00tn.
  • Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tumbuh melambat. Posisi ULN Indonesia pada akhir Juli 2020 tercatat sebesar 409,7 miliar dolar AS, terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar 201,8 miliar dolar AS dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar 207,9 miliar dolar AS. Pertumbuhan ULN Indonesia pada Juli 2020 tercatat 4,1% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 5,1% (yoy). Perkembangan ini didorong oleh menurunnya pertumbuhan ULN swasta di tengah pertumbuhan ULN Pemerintah yang relatif stabil. ULN Pemerintah pada Juli 2020 tumbuh relatif stabil. Posisi ULN Pemerintah pada akhir Juli 2020 tercatat sebesar 199,0 miliar dolar AS atau tumbuh 2,3% (yoy), relatif stabil dibandingkan pertumbuhan bulan Juni 2020 sebesar 2,1% (yoy). Perkembangan ini disebabkan adanya penarikan sebagian komitmen lembaga multilateral dan penerbitan Samurai Bonds untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan, termasuk untuk penanganan pandemi COVID-19 dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). ULN Pemerintah dikelola secara terukur dan berhati-hati untuk mendukung belanja prioritas Pemerintah, yaitu sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,6% dari total ULN Pemerintah), sektor konstruksi (16,5%), sektor jasa pendidikan (16,4%), sektor jasa keuangan dan asuransi (11,9%), serta sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,8%). ULN swasta pada Juli 2020 tumbuh melambat. Pertumbuhan ULN swasta pada Juli 2020 tercatat 6,1% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada Juni 2020 sebesar 8,3% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh berlanjutnya perlambatan pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) dan kontraksi ULN lembaga keuangan (LK). ULN PBLK tumbuh 8,7% (yoy), melambat dari pertumbuhan bulan sebelumnya 11,5% (yoy). Sementara itu, ULN LK terkontraksi 2,2% (yoy), sedikit meningkat dari kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 1,9% (yoy). Beberapa sektor dengan pangsa ULN terbesar, yakni mencapai 77,2% dari total ULN swasta, adalah sektor jasa keuangan & asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas & udara dingin (LGA), sektor pertambangan & penggalian, dan sektor industri pengolahan. Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Juli 2020 sebesar 38,2%, meningkat dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 37,4%. Struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 89,1% dari total ULN. Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

EKONOMI GLOBAL

  • Para pelaku pasar saat ini akan menantikan hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve yang berlangsung selama dua hari, yang akan berakhir hari Kamis. Pertemuan akan menjadi yang pertama sejak ketua Fed Jerome Powell meluncurkan perubahan kebijakan yang menjadi lebih toleransi terhadap inflasi, dengan berjanji akan mempertahankan suku bunga rendah untuk waktu yang lebih lama.

EMAS

Harga emas ditutup menguat $19.65  ke level $1956.71 di akhir sesi Senin, seiring melemahnya dolar AS dibalik harapan pasar untuk stimulus dari pemerintah AS yang akan tercapai serta outlook sikap dovish the Fed di pekan ini.  

Harga emas berpeluang mempertahankan penguatannya, mengincar resisten di $1965 jika masih berlangsungnya outlook tercapainya stimulus dari pemerintah AS setelah adanya pernyataan optimis dari menteri keuangan AS dan ekspektasi sikap dovish  The Fed dari pertemuannya di pekan ini. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1950 – $1965.

MINYAK

Abaikan ketakutan akan ancaman badai Sally, harga minyak berakhir turun $0,13 di level $37.26 karena dominannya kekhawatiran terhadap permintaan dan berita akan kembali beroperasinya produksi minyak Libya. Penurunan harga minyak berpeluang berlanjut, membidik support di $36.80 jika pasar mencemaskan outlook terbaru dari OPEC yang perkirakan permintaan akan turun 9.46 juta barel per hari di tahun ini, lebih besar dari proyeksi mereka sebulan yang lalu. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $36.80 – $37.80.

EURUSD

Ditopang optimisnya data produksi industri zona euro dan melemahnya dolar AS telah berimbas terhadap kenaikan EURUSD di hari Senin, berakhir menguat 17 pips di level 1.1864. Kenaikan EURUSD berpeluang berlanjut, mengincar resisten di 1.1900  di tengah outlook pelemahan dolar AS dibalik ekspektasi stimulus di AS dan sikap dovish The Fed di pekan ini. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.1830 – 1.1900.

GBPUSD

GBPUSD berakhir naik 50 pips di level 1.2846  pada hari Senin, ditopang oleh dominasi sentimen pelemahan dolar AS karena ekspektasi stimulus dari pemerintah AS dan sikap dovish The Fed di pekan ini. GBPUSD  berpotensi untuk berbalik turun, menguji support di 1.2800 jika pasar kembali cemaskan menguatnya outlook no-deal Brexit setelah PM Inggris loloskan RUU pasar internal yang dapat memperburuk hubungan Inggris dengan Uni Eropa. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.2800 – 1.2900.

USDJPY

Melemahnya dolar AS karena ekspektasi stimulus AS dan outlook sikap dovish The Fed pekan ini telah menekan turun USDJPY di hari Senin, berakhir turun 45 pips ke level 105.72. USDJPY berpeluang turun lebih lanjut, mengincar support di 105.40 jika dominannya sentimen pelemahan dolar AS dibalik outlook stimulus dari pemerintah AS dan sikap dovish The Fed di pekan ini. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 105.40 – 106.00.

AUDUSD

AUDUSD ditutup naik 6  pips ke level 0.7290 dalam mengakhiri perdagangan hari Senin karena pelemahan dolar serta tingginya harga komoditas. AUDUSD berpotensi untuk berbalik turun, membidik suport di 0.7240 jika notula rapat RBA pukul 8:30 WIB dan sejumlah data ekonomi Tiongkok yang dirilis pukul 9:00 WIB hasilnya pesimis. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7240 – 0.7320.

NIKKEI

Indeks Nikkei berakhir naik 110 poin di level 23300 pada akhir hari Senin di tengah sentimen positif dari lonjakan saham Softbank Group Jepang. Indeks Nikkei berpeluang untuk naik lebih lanjut, mengincar resisten di 23400 di tengah sentimen terpilihnya Yoshihide Suga sebagai suksesor PM Abe yang dapat menjalankan kebijakan Abenomics di masa mendatang. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 23150 – 23400.

HANGSENG

Walau dibayangi buruknya hubungan AS – Tiongkok, optimisme pemulihan ekonomi Asia membantu indeks Hang Seng menguat 193  poin di sesi Senin, menutup perdagangan di level 24524. Indeks Hang Seng berpeluang terkoreksi, menguji support di 24300 jika pasar melakukan aksi profit taking jika sejumlah data ekonomi Tiongkok yang dirilis pukul 9:00 WIB hasilnya pesimis. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 24300 – 24700.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.