Selasa, 15 Oktober 2019

  • Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Agustus 2019 tumbuh melambat dengan struktur yang sehat. ULN Indonesia pada akhir Agustus 2019 tercatat sebesar 393,5 miliar dolar AS, terdiri dari ULN publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar 196,3 miliar dolar AS, serta ULN swasta (termasuk BUMN) sebesar 197,2 miliar dolar AS. ULN Indonesia tersebut tumbuh 8,8% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 10,9% (yoy), terutama dipengaruhi oleh transaksi pembayaran neto ULN. Perlambatan pertumbuhan ULN tersebut disebabkan oleh menurunnya posisi ULN publik dan ULN swasta dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya. ULN pemerintah tumbuh melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya. ULN pemerintah pada bulan Agustus 2019 tumbuh 8,6% (yoy) menjadi sebesar 193,5 miliar dolar AS, melambat dari bulan Juli 2019 yang tumbuh 9,7% (yoy). Selain tumbuh melambat, posisi ULN pemerintah tersebut juga tercatat lebih rendah dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya karena berkurangnya posisi Surat Berharga Negara (SBN) yang dimiliki oleh investor asing. Hal ini antara lain dipengaruhi oleh faktor ketidakpastian di pasar keuangan global seiring dengan ketegangan perdagangan yang masih berlanjut dan risiko geopolitik yang meningkat. Pengelolaan ULN pemerintah diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, dengan porsi terbesar pada beberapa sektor produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, yaitu sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (18,9% dari total ULN pemerintah), sektor konstruksi (16,4%), sektor jasa pendidikan (15,9%), sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (15,2%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (13,9%). ULN swasta tumbuh lebih rendah dari bulan sebelumnya. Posisi ULN swasta pada akhir Agustus 2019 tumbuh 9,3% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 12,6% (yoy). Pelunasan utang dagang korporasi bukan lembaga keuangan mendorong penurunan posisi ULN swasta sebesar 2,6 miliar dolar AS menjadi 197,2 miliar dolar AS. Secara sektoral, ULN swasta didominasi oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor industri pengolahan, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara (LGA), serta sektor pertambangan dan penggalian. Pangsa ULN di keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 75,6%. Struktur ULN Indonesia tetap sehat didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Kondisi tersebut tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada Agustus 2019 sebesar 36,1%, membaik dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya. Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 88,1% dari total ULN. Dalam rangka menjaga struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.
  • Pada perdagangan Senin, pasar surat utang Indonesia berada di zona hijau. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik +0,21% ke level 268,3564; INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) naik +0,23% ke level 263,3047; dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik +0,13% ke level 292,2845. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) juga bergerak Rata-rata yield tenor 1-30 tahun turun sebesar –2,33bps. Penurunan rata-rata yield pada masing-masing kelompok tenor tercatat sebesar: pendek (<5tahun) –2,37bps; menengah (5-7tahun) –2,04bps; dan panjang (>7tahun) –2,36bps. INDOBeXG-Effective Yield turut bergerak turun yakni ke level 7,1309 (–0,0270poin). Harga seluruh seri SUN benchmark berlanjut rally dengan rata-rata naik sebesar +37,00bps. Penguatan harga tertinggi dicatatkan FR0068 sebesar +71,48bps. Sedangkan penguatan terendah sebesar +12,50bps dicatat seri FR0077. Harga SUN seri FR dan ORI juga semakin didominasi penguatan dengan rata-rata naik sebesar +15,21bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin menguat +0,17% ke level 114,0643. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder kemarin terpantau meningkat dengan total frekuensi 926 transaksi (+16,04%) dan total volume sebesar Rp16,16tn (+9,80%). Transaksi SUN benchmark juga terpantau meningkat. Total volume naik +44,79% menjadi Rp6,96tn dalam 265 transaksi (+92,03%). FR0079 menjadi SBN teraktif ditransaksikan yakni 161 kali, sementara FR0078 berlanjut mencatat total volume transaksi terbesar yakni Rp2,37tn. Dari korporasi, seri PPLN03BCN5 menjadi yang teraktif dengan 14 transaksi sedangkan seri ADMF04ACN6 mencatat volume terbesar senilai Rp161miliar. Performa pasar obligasi domestik ditutup semakin menguat pada perdagangan kemarin. Dari 40 seri SUN Fixed Rate yang beredar hanya 2 seri yang terkoreksi, dan selebihnya menguat di rentang +2,66bps hingga +71,48bps. Penurunan yield juga terjadi pada seluruh tenor antara –1,32bps hingga –3,47bps. Senada dengan sesi siang, performa positif pasar obligasi kemarin ditopang oleh ekspektasi positif pasar terhadap perundingan damai dagang AS-China. Hasil perundingan dagang di Washington akhir pekan kemarin menghasilkan kesepakatan bahwa AS bersedia menunda kenaikan tarif yang rencananya akan diberlakukan pada tanggal 15 Oktober. Sementara pihak China akan melakukan pembelian produk pertanian AS senilai US$40miliar hingga 50miliar. Meski demikian, pasar tetap mawaspadai keberlangsungan fase pertama damai dagang tersebut setelah China mengatakan tetap ingin berdiskusi lebih lanjut sebelum menandatangani kesepakatan tersebut (Bloomberg). IHSG Senin kemarin juga ditutup menguat +0,35% di level 6.126,88. Pasar obligasi berpotensi berlanjut menguat pada perdagangan hari ini. Selain terpicu ekspektasi perdamaian dagang antara AS-China, rilis neraca perdagangan China yang lebih baik dari konsensus yakni US$39,65miliar (vs US$34,00miliar) turut menjadi katalis positif pasar hari ini. Hari ini, pasar juga akan dibayangi wait and see rilis neraca perdagangan Indonesia yang menurut konsensus tidak akan jauh beda dari periode sebelumnya yakni US$0,1miliar.

EKONOMI GLOBAL

  • Permintaan terhadap aset safe haven seperti emas berpeluang meningkat dalam jangka pendek seiring kembali memanasnya isu friksi dagang antara AS dengan Tiongkok setelah pasar meragukan kesepakatan diantara mereka pasca adanya laporan yang mengatakan bahwa Beijing ingin adanya perundingan dagang kembali pada akhir Oktober untuk berikan rincian lebih lanjut sebelum Presiden Tiongkok Xi Jinping sepakat untuk tanda tangani kesepakatan dagang yang digambarkan oleh Presiden Donald Trump. Selanjutnya fokus pasar hari ini akan tertuju pada hasil notula rapat RBA, pernyataan Gubernur BOJ Kuroda, yang dijadwalkan bersamaan pukul 7:30 WIB, data CPI dan PPI Tiongkok pukul 8:30 WIB, pidato Gubernur BOE Carney dan data ekonomi Inggris seperti indeks upah dan tenaga kerja pukul 15:30 WIB, data sentimen ekonomi Jerman versi ZEW pukul 16:00 WIB, dan pidato anggota FOMC George pukul 23:45 WIB serta FOMC Bullard pukul 2:25 WIB/Rabu.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang meningkat dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di $1497 – $1502 dibalik ragunya pasar terhadap hubungan dagang AS-Tiongkok serta optimisnya data ekonomi Tiongkok, salah satu konsumen emas terbesar di dunia. Namun, jika bergerak turun, level support terlihat di $1487 – $1482.

Minyak

Harga minyak berpeluang menguat dalam jangka pendek pada sentimen ketegangan di Timur Tengah, khususnya di perbatasan Suriah dan Turki yang dapat menganggu produksi dan ekspor Irak untuk menguji level resisten di $54.00 – $54.50. Namun, jika sentimen ragunya pasar terhadap kesepakatan dagang AS-Tiongkok mendominasi pasar, harga minyak berpotensi untuk bergerak turun menguji support di $53.20 – $52.70.

EURUSD

Sentimen hindar aset berisiko karena ragunya pasar terhadap kesepakatan dagang AS-Tiongkok berpeluang mendorong penurunan EURUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.1000 – 1.0960. Namun, EURUSD berpeluang untuk bergerak naik jika data sentimen ekonomi Jerman yang dirilis pukul 16:00 WIB hasilnya lebih tinggi dari estimasi untuk menguji resisten di 1.1060 – 1.1100.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 1.2650 – 1.2700 seiring pasar yang dapatkan sentimen positif dari laporan The Telegraph yang mengatakan bahwa narasumber di Brussels dan London menjadi sangat optimis terhadap kesepakatan Brexit. Namun, GBPUSD berpeluang turun untuk menguji support di 1.2570 – 1.2520 jika BOE Carney dalam pidatonya dan data ekonomi Inggris yang dijadwalkan pukul 15:30 WIB hasilnya dipandang pesimis oleh pasar.

USDJPY

Pernyataan Gubernur BOJ Kuroda yang mengatakan akan mempertahankan suku bunga sangat rendah untuk setidaknya sampai musim semi 2020 berpeluang akan menjadi pemicu penurunan USDJPY dalam jangka pendek di tengah meningkatnya permintaan aset safe haven karena keraguan akan hubungan dagang AS-Tiongkok untuk menguji level support di 108.00 – 107.50. Namun, USDJPY berpeluang untuk bergerak naik untuk menguji level resisten di 108.80 – 109.30 jika data industri Jepang yang dirilis pukul 11:30 WIB hasilnya lebih pesimsi dari estimasi.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang menguat dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 0.6810 – 0.6850 dengan katalis positif datang dari perilisan data ekonomi Tiongkok yang optimis, Namun, jika pasar mempertimbangkan hasil notula rapat RBA yang cenderung dovish dan kekhawatiran akan gagalnya negosiasi dagang AS-Tiongkok, maka AUDUSD berpotensi untuk bergerak turun menguji level support d 0.6730 – 0.6680.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 15/10/2019 pukul 10.58WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.