Selasa, 15 Desember 2020

  • Performa Pasar Obligasi Berlanjut Positif. Seluruh indeks return obligasi domestik tipe konvensional maupun sukuk kompak menguat. Harga SUN seri Fixed Rate bervariasi dengan rata-rata pada seluruh seri naik +7,37bps. Adapun rata-rata harga sukuk negara tercatat naik +4,74bps. Kurva yield PHEI-IGSYC bergerak mixed. Rata-rata perubahan yield pada seluruh tenor (1-30tahun) turun sebesar –1,57bps dengan penurunan yield terjadi pada kelompok tenor panjang.Total volume transaksi obligasi di pasar sekunder turun –31,00% menjadi Rp31,85tn dan total frekuensi turun –69,61% menjadi 2.830 transaksi. Senada dengan sesi siangnya, kinerja pasar obligasi Indonesia masih menunjukkan tren positif. Kondisi tersebut terlihat dari indikator return dan yield curve PHEI yang didominasi penurunan. Ditengah masih minimnya sentimen lanjutan dari domestik, faktor penggerak diperkirakan lebih dipicu oleh respon positif pasar terhadap persetujuan otoritas AS terkait vaksin Pfizer yang rencananya mulai dipergunakan Senin ini. Kurs spot Rupiah ditutup melemah 15poin ke level Rp14.095/US$ dan kinerja IHSG naik ke level 6.012,52. Pasar obligasi Indonesia berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa. Namun, pergerakan pasar kembali akan dibayangi oleh isu seputar penyebaran Covid-19. Selain itu, pasar juga akan wait & see terhadap beberapa data ekonomi penting salah satunya yakni kinerja ekspor-impor Indonesia yang diproyeksi belum menunjukkan perbaikan.
  • Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tumbuh melambat. Posisi ULN Indonesia pada akhir Oktober 2020 tercatat sebesar 413,4 miliar dolar AS, terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar 202,6 miliar dolar AS dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar 210,8 miliar dolar AS. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ULN Indonesia pada akhir Oktober 2020 tercatat sebesar 3,3% (yoy), menurun dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 3,8% (yoy), terutama dipengaruhi oleh perlambatan ULN Pemerintah. ULN Pemerintah tumbuh melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Di bulan Oktober 2020, ULN Pemerintah tercatat sebesar 199,8 miliar dolar AS atau tumbuh 0,3% (yoy), menurun dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan September 2020 sebesar 1,6% (yoy). Perlambatan pertumbuhan ini dipengaruhi oleh pembayaran pinjaman luar negeri Pemerintah di tengah kembalinya aliran masuk modal asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) seiring dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun dan persepsi positif investor yang tetap terjaga terhadap prospek perbaikan perekonomian domestik. ULN Pemerintah tetap dikelola secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas termasuk untuk menangani pandemi covid-19 dan pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang diantaranya mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,8% dari total ULN Pemerintah), sektor konstruksi (16,6%), sektor jasa pendidikan (16,5%), sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,8%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (11,4%). ULN swasta tumbuh sedikit meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan ULN swasta pada akhir bulan Oktober 2020 tercatat 6,4% (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 6,1% (yoy). Perkembangan ini didorong oleh meningkatnya pertumbuhan ULN lembaga keuangan (LK) sebesar 0,1% (yoy), setelah mencatat kontraksi 0,9% (yoy) pada bulan sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) relatif stabil sebesar 8,3% (yoy). Berdasarkan sektornya, ULN terbesar dengan pangsa mencapai 77,4% dari total ULN swasta bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin (LGA), sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengolahan. Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Oktober 2020 sebesar 38,8%, meningkat dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 38,1%. Sementara itu, struktur ULN Indonesia yang tetap sehat tercermin dari besarnya pangsa ULN berjangka panjang yang mencapai 89,1% dari total ULN. Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Senin (14/12) ditutup menguat sebesar 1.25% ke level 6,012. Tercatat 276 saham menguat, 189 saham melemah dan 154 saham tidak mengalami perubahan harga dibandingkan closing hari sebelumnya. Volume perdagangan tercatat sebesar Rp. 18.47 Triliun. Adapun investor asing netsell sebesar Rp. 136M.

BONDS

  • Pada perdagangan hari Selasa (15/12), harga SBN diproyeksikan bergerak sideways dengan kencenderungan menguat. Investor mencermati rilis data neraca perdagangan Indonesia bulan November yang diprediksi surplus sebesar US$ 2.37 miliar, disebabkan impor yang terkontraksi lebih dalam dibandingkan dengan ekspor. Kinerja ekspor didukung oleh pemulihan ekonomi Cina yang berdampak pada kenaikan permintaan terhadap CPO dan batubara. Sementara itu, impor yang rendah mengindikasikan masih lemahnya permintaan domestik.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada Hari Senin (14/12), Rupiah ditutup melemah terbatas di level 14,095 (prior:14,080) dengan kurs acuan JISDOR di level 14,158 (prior:14,102) dan harga SBN seri benchmark melemah terbatas pada tenor 5 tahun. Kenaikan kasus covid-19 di Indonesia yang tinggi menjadi bahan evaluasi kebijakan PSBB terutama menjelang libur Natal dan tahun baru. Pengetatan PSBB dikhawatirkan akan berdampak pada perekonomian Indonesia yang saat ini tengah bangkit. Sementara itu, sentimen global terkait kesepakatan stimulus di Amerika Serikat dan perkembangan vaksin di Amerika Serikat menjadi salah satu sentimen positif yang meningkatkan optimisme investor akan segera berakhirnya pandemi covid-19.

Peluang Pergerakan

EMAS

Harga emas melemah sebesar $12.41 ke level penutupan $1827.15 di sesi Senin karena tertekan oleh optimisme pasar terhadap vaksin covid19 yang mulai digunakan di AS. Aksi jual terhadap harga emas berpotensi masih berlanjut menguji level support $1815 karena pasar yang optimis terhadap penggunaan vaksin covid19 di AS yang bisa memicu pemulihan ekonomi global. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $1815 – $1840.

MINYAK

Ditopang oleh optimisme pemulihan ekonomi global setelah vaksin covid19 mulai digunakan di AS yang dapat memicu permintaan bahan bakar, harga minyak ditutup menguat pada perdagangan hari Senin sebesar $0.48 di level $47.04. Harga minyak berpeluang lanjutkan tren kenaikan menguji resisten $47.60 karena didukung outlook permintaan bahan bakar yang meningkat tahun 2021 oleh OPEC. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $46.45 – $47.60.

EURUSD

EURUSD ditutup menguat sebesar 30 pip di level 1.2143 karena tertopang oleh data industri kawasan Euro yang dirilis melebihi ekspektasi serta investor yang optimis terhadap penggunaan vaksin covid19 di AS yang memicu minat aset resiko.  EURUSD berpotensi dibeli dengan target kenaikan menguji resisten 1.2185 selama harga tidak mampu menembus level support 1.2135. Penembusan level support tersebut berpotensi memicu aksi jual EURUSD menguji level support berikutnya, 1.2115. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.2115 – 1.2185.

GBPUSD

Dipicu oleh kabar bahwa Inggris dan Uni Eropa melanjutkan negosiasi Brexit dan berpotensi memunculkan kesepakatan, GBPUSD menguat sebesar 104 pip ke level 1.3331 pada perdagangan Hari Senin kemarin. Di sesi Asia hari ini, GBPUSD berpeluang dibeli dengan target kenaikan menguji resisten 1.3380 selama konsisten di atas level support 1.3300. Penurunan di bawah level support tersebut, GBPUSD berpeluang dijual dengan target 1.3270. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.3270 – 1.3380.

USDJPY

Aksi beli dolar AS yang dilakukan investor di tengah kabar kembali dilakukannya lockdown di sejumlah negara karena meningkatnya kasus covid19 telah memicu pelemahan yen Jepang, USDJPY berakhir naik sebesar 4 pip di level 104.06.  USDJPY berpeluang dibeli dengan target resisten di 104.30 selama harga tidak mampu menembus level support 103.85. Bila harga turun lebih rendah dari level support tersebut, USDJPY berpotensi dijual dengan target 103.75. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 103.75 – 104.30.

AUDUSD

AUDUSD berakhir turun tipis 1 pip ke level 0.7533 karena dolar AS yang mampu menguat pada hari Senin setelah kabar lockdown di London Inggris dan kemungkinan di New York AS.  Tapi di sesi Asia ini, AUDUSD berpotensi dibeli dengan target kenaikan menguji level resisten di 0.7570 selama harga mampu bertahan di atas level support 0.7520. Penembusan lebih rendah dari level support tersebut, AUDUSD berpotensi dijual dengan target 0.7500. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 0.7500 – 0.7570.

NIKKEI

Optimisme karena vaksin covid-19 yang mulai digunakan di AS telah memicu minat beli investor terhadap Indeks Nikkei, ditutup naik sebesar 115 poin ke level 26630.  Hari ini, Indeks Nikkei berpotensi dibeli dengan target ke level resisten 26835 selama harga mampu bertahan di atas level support 26480. Tapi bila harga berbalik turun ke bawah level support tersebut, Indeks Nikkei berpotensi dijual dengan target 26310. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 26310 – 26835.

HANG SENG

Indeks Hang Seng berakhir naik sebesar 30 poin di level 26402 tertopang optimisme vaksin covid-19 yang mulai digunakan di AS. Aksi beli terhadap Indeks Hang Seng berpeluang masih berlanjut dengan target kenaikan menguji 26680 selama harga konsisten di atas level support 26310. Tapi bila harga berbalik menembus ke bawah level support tersebut, Indeks Hang Seng berpotensi dijual dengan target menguji level support berikutnya, 26180. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 26180 – 26310.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.