Selasa, 14 Juli 2020

  • Awal Pekan Ini, Pasar Sekunder Sepi Transaksi. Seluruh indeks return obligasi Indonesia ditutup menguat di akhir sesi end of day perdagangan Senin.  Rata-rata harga seluruh seri SUN Fixed Rate menguat +13,29bps sore hari ini atau +5,75bps lebih tinggi dari sesi siang. Kurva yield SBN dan obligasi korporasi bergerak bullish dengan rata-rata yield tenor pendek mencatat penurunan paling besar. Pasar sekunder obligasi sepi transaksi dengan total volume hanya sebesar Rp6,05tn (-72,02%) dan total frekuensi 803 transaksi (-24,25%). Ditengah belum adanya sentimen dominan lanjutan, salah satu faktor menguatnya pasar hari ini disebabkan oleh ekspektasi positif pasar terhadap perkembangan penelitian vaksin Covid oleh Gilead Sciences. Kurs spot Bloomberg yang relatif stabil turut menjadi penopang penguatan pasar. Namun ditengah tren positif pasar, aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder cenderung sepi terpicu oleh tingginya tekanan terkait Covid. Mayoritas harga seri-seri obligasi negara diprediksi berlanjut rally pada perdagangan Selasa terpicu faktor trading selama belum adanya penggerak dominan yang positif. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder berpeluang meningkat terpicu lelang SBN. Pemerintah hari ini akan melaksanakan lelang SBN perdana di Q3-2020 dengan target indikatif ditetapkan sebesar Rp20,00tn – Rp40,00tn.

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar AS berpeluang masih dalam tekanan dalam jangka pendek meskipun semalam data neraca anggaran pemerintah yang dirilis oleh Departemen Keuangan AS menunjukkan penurunan defisit seiring masih adanya kekhawatiran akan lonjakan kasus Covid-19 di Amerika Serikat yang dapat memicu harapan adanya stimulus yang lebih besar dari Federal Reserve AS. Untuk sektor komoditas seperti emas dan minyak tampaknya akan bergerak berlawanan. Untuk harga emas berpeluang menguat karena ditopang sentimen pelemahan dolar AS dan pencarian pasar terhadap aset safe haven logam mulia di tengah meningkatnya kasus Covid-19. Sementara itu untuk harga minyak berpeluang turun karena outlook kebijakan lockdown yang akan menurunkan permintaan di tengah meningkatnya kasus Covid-19 di AS, negara dengan tingkat konsumsi minyak terbesar di dunia.

Potensi Pergerakan 

EMAS 

Meskipun sempat melemah di awal perdagangan hari ini, harga emas tampaknya masih berpeluang mempertahankan penguatannya yang berlangsung akhir-akhir untuk menguji level resisten di $1808 – $1818 setelah semalam ditutup menguat $3.82 di level $1802.70 karena masih adanya kekhawatiran pasar akan lonjakan kasus Covid-19  serta memburuknya hubungan antara AS-Tiongkok. Namun, kenaikan harga emas berpeluang terbatas dan bahkan bisa berbalik turun jika data CPI AS yang dirilis pukul 19:30 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi untuk menguji level support di $1794 – $1785.

MINYAK 

Harga minyak berpeluang memperdalam penurunannya untuk menguji level support di $39.00 – $38.00 setelah kemarin berakhir turun $1.02 di level $39.60 karena outlook kebijakan lockdown yang dapat memicu penurunan permintaan minyak. Selain itu yang mungkin dapat menjadi beban tambahan untuk harga minyak adalah pasar yang terlihat gugup menjelang pertemuan panel OPEC dalam menantikan rekomendasinya untuk level pengurangan suplai di masa depan. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di $40.00 – $41.00.

EURUSD 

Kenaikan EURUSD  berpeluang berlanjut dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 1.1390 – 1.1440 setelah kemarin berakhir menguat 44 pips di level 1.1343 di tengah sentimen pelemahan dolar  AS dan optimisnya data-data ekonomi dari berbagai negara di zona Euro. EURUSD berpeluang untuk bergerak turun dengan mengincar support di 1.1300 -1.1250 jika data CPI Jerman pukul 13:00 WIB, produksi industri dan sentimen ekonomi zona Euro serta sentimen ekonomi Jerman yang dirilis pukul 16:00 WIB hasilnya dirilis lebih buruk dari estimasi. 

GBPUSD 

Penurunan GBPUSD berpeluang dilanjuti dalam jangka pendek setelah kemarin berakhir melemah 65 pips ke level 1.2554 untuk menguji level support di 1.2520 – 1.2470 seiring kembali munculnya kekhawatiran akan outlook no-deal Brexit serta adanya pembicaraan dari kalangan analis bahwa BOE mungkin dapat menerapkan kebijakan suku bunga negatif. GBPUSD berpeluang untuk bergerak naik untuk menargetkan resisten di 1.2600 – 1.2650 jika data GDP, Goods Trade Balance, Industrial Production dan Manufacturing Production yang dirilis pukul 13:00 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi. 

USDJPY 

Setelah berakhir naik 37 pips di level 107.30 kemarin, USDJPY berpeluang untuk berbalik turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di 107.00 – 106.60 di tengah sentimen pelemahan dolar AS. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di 107.60 – 108.00.

AUDUSD 

AUDUSD berpeluang menguat dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 0.6990 – 0.7040 setelah kemarin berakhir turun 8 pips di level 0.6941 di tengah sentimen optimisnya data tingkat keyakinan pengusaha di Australia serta pelemahan dolar AS. Namun, jika pasar cemaskan kasus Covid-19 di Australia dan data neraca perdagangan Tiongkok dirilis pesimis untuk waktu yang tentatif hari ini berpotensi menjadi beban untuk kinerja AUDUSD, untuk bergerak turun menguji support di 0.6900 – 0.6850.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.