Selasa, 14 Januari 2020

EKONOMI DOMESTIK

  • Harga SUN Acuan Kompak Menguat, Pasar Obligasi Lanjutkan Performa Positif. Indeks return obligasi Indonesia baik konvensional maupun sukuk dominan menguat. Hanya indeks return obligasi korporasi yang mencatatkan penurunan tipis. Penguatan harga pada mayoritas seri-seri obligasi turut mendorong penurunan yield obligasi Negara dan korporasi terutama pada tenor-tenor panjang. Frekuensi perdagangan obligasi di pasar sekunder meningkat menjadi 1.273 kali (+9,36) dengan total volume Rp24,62tn (+14,23%). Berlanjutnya penguatan kurs spot Rupiah pada Senin kemarin sebesar 99poin ke level Rp13.673/US$ diperkirakan masih menjadi katalis positif untuk pasar SBN. Dari global, perkembangan positif jelang realisasi penandatanganan kesepakatan damai dagang AS-China 15 Januari esok semakin mendorong penguatan pasar surat utang Indonesia. Pasar obligasi Indonesia berpotensi masih melanjutkan tren positifnya. Faktor penopang bullish-nya pasar diprediksi lebih berasal dari menurunnya persepsi risiko berkat optimisme investor jelang realisasi damai dagang AS-China yang ditunjang dengan kondusifnya indikator domestik seperti penguatan nilai tukar Rupiah.

 

  • Kinerja industri pengolahan pada triwulan IV 2019 masih berada pada fase ekspansi, meskipun melambat dibandingkan dengan kinerja pada triwulan sebelumnya. Hal ini terindikasi dari Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia sebesar 51,50% pada triwulan IV 2019, lebih rendah dari 52,04% pada triwulan III 2019. Ekspansi kinerja industri pengolahan terjadi pada sebagian besar subsektor, dengan ekspansi tertinggi pada industri semen dan barang galian nonlogam yang didorong oleh ekspansi volume produksi dan pesanan barang input. Ekspansi industri pengolahan diprakirakan lebih tinggi pada triwulan I 2020. Hal tersebut terindikasi dari PMI Bank Indonesia pada triwulan I 2020 yang diprakirakan meningkat menjadi 52,73%. Ekspansi kegiatan usaha diprakirakan terjadi pada sebagian besar subsektor, dengan ekspansi tertinggi terjadi pada industri semen dan barang galian nonlogam, diikuti dengan peningkatan kinerja pada industri barang kayu dan hasil hutan lainnya, serta industri makanan, minuman dan tembakau.

 

  • Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan ekspansi kegiatan dunia usaha pada triwulan IV 2019 tetap tumbuh positif, meskipun melambat dibandingkan dengan kegiatan usaha pada triwulan sebelumnya. Perlambatan tersebut sejalan dengan pola historis perkembangan kegiatan usaha yang cenderung melambat pada akhir tahun. Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) pada triwulan IV 2019 sebesar 7,79%, lebih rendah dari 13,39% pada triwulan sebelumnya. Kegiatan usaha yang tetap tumbuh positif tersebut didorong oleh kegiatan usaha di sektor Keuangan, Real Estate dan Jasa Perusahaan, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran, sektor Jasa-jasa, serta sektor Pengangkutan dan Komunikasi. Sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha tersebut, kapasitas produksi terpakai dan penggunaan tenaga kerja pada triwulan IV 2019 tercatat lebih rendah dibandingkan dengan kondisi pada triwulan sebelumnya. Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha dari aspek likuiditas dan rentabilitas tetap baik, diikuti dengan akses kredit perbankan yang berjalan normal. Responden memprakirakan kegiatan usaha pada triwulan I 2020 akan membaik. Hal ini terindikasi dari SBT prakiraan kegiatan usaha yang meningkat menjadi 10,70%. Peningkatan tersebut bersumber dari kegiatan usaha pada sektor Keuangan, Real Estate dan Jasa Perusahaan, sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan, serta sektor Industri Pengolahan. Peningkatan tersebut juga diprakirakan akan diikuti oleh penggunaan tenaga kerja yang lebih tinggi.

 

EKONOMI GLOBAL

  • Pound memangkas beberapa kerugiannya Senin (13/1) terhadap dolar setelah jatuh ke posisi terendah dua setengah minggu karena data ekonomi Inggris yang lebih lembut memperkuat ekspektasi untuk penurunan suku bunga Bank of England. Pemerintahan Presiden Donald Trump berencana mengangkat label Tiongkok sebagai manipulator mata uang. Kata orang-orang yang akrab dengan masalah ini, hal ini menghilangkan hambatan untuk kesepakatan perdagangan yang akan ditandatangani kedua negara minggu ini.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak turun menguji level support di 1532 – 1527 karena tertekan oleh tingginya minat pelaku pasar pada aset beresiko di tengah optimisme kesepakatan dagang AS-Tiongkok. Resisten harga emas berada di level 1545 – 1550.

MINYAK

Tertekan oleh menurunya tensi dagang AS-Iran berpotensi terus menekan turun harga minyak menguji level support di 57.30 – 57.00, Namun optimisme kesepakatan dagang AS-Tiongkok berpeluang kembali menopang kenaikan harga minyak ke level resisten di 59.00 – 59.25.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 1.1150 – 1.1170 karena tertopang oleh optimisnya pasar pada penandatangan kesepakatan dagang AS-Tiongkok. Support EURUSD berada pada kisaran 1.1150 – 1.1130.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang bergerak turun menguji level support di 1.2945 – 1.2920 karena BOE yang berpotensi lebih dovish. Resisten GBPUSD berada pada kisaran 1.3030 – 1.3060.

USDJPY

Menguatnya indeks Nikkei berpotensi menekan turun yen Jepang, USDJPY berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 110.30 – 110.50. Namun jika bergerak turun USDJPY berpotensi menguji support di kisaran 110.00- 109.70.

AUDUSD

AUDUSD berpotensi bergerak turun menguji level support di 0.6860 – 0.6840 bila data neraca transaksi berjalan Tiongkok dirilis lebih rendah dari perkiraan, Namun jika lebih baik AUDUSD berpeluang menguji resisten di 0.6910 – 0.6940.

 

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.