Selasa, 14 April 2020

  • Awal Pekan, Kinerja Pasar Obligasi Berbalik Menguat. Seluruh indeks return obligasi konvensional maupun sukuk mencatatkan performa positif pada Senin kemarin. Harga SUN seri FR dominan menguat dengan rata-rata perubahan pada 41 seri sebesar +8,92bps. Yield obligasi negara dan korporasi juga dominan bullish dengan penurunan imbal hasil terjadi pada kelompok tenor pendek dan panjang. Aktivitas perdagangan turun dibanding perdagangan Jumat. Total volume perdagangan turun menjadi Rp6,73tn (-25,58%). Sedangkan total frekuensi turun menjadi 598 transaksi (-26,08%). Penguatan yang terjadi pada sesi penutupan perdagangan Senin ini diperkirakan lebih dipicu oleh aksi trading pelaku pasar yang disertai dengan penguatan nilai tukar Rupiah. Kurs spot Rupiah menguat sebesar 250poin ke level Rp15.630/US$. Selain itu dari global, tercapainya kesepakatan pemangkasan produksi minyak antar negara OPEC+ diperkirakan turut menurunkan risiko pasar. Pasar obligasi diperkirakan bergerak dalam rentang yang terbatas pada perdagangan Selasa. Pelaku pasar akan wait and see terhadap bagaimana hasil RDG-BI ditengah masih tingginya risiko akibat Covid-19 di Indonesia. Pada hari Selasa ini pula, pemerintah juga akan mengadakan lelang SBN pada 7 seri obligasi negara (2 SPN dan 5 FR) dengan target indikatif sebesar Rp20tn.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Harga emas tercatat pada kisaran $1723 di awal sesi Selasa (14/4) setelah The Fed kembali mengucurkan dana stimulus pada seni malam kemarin. Federal Reserve AS mencairkan dana sebesar 2,3 triliun dolar AS di pasar untuk membantu jalannya roda ekonomi negara AS yang kembali tertahan selama penyebaran wabah Korona. Langkah tersebut sempat menekan dolar AS, yang diminati sebagai aset likuid, tertekan melemah. Sementara fokus pasar pada laporan Trade Balance Tiongkok hari ini, yang sebelumnya telah mengalami goncangan sebagai negara terdampak wabah Korona COVID-19 pertama. Perindustrian Tiongkok telah kembali beroperasi setelah sempat melakukan lock-down selama lebih dari 3 bulan yang melumpuhkan perekonomian negara tersebut.  Negara – negara G7 juga akaan melakukan pertemuan via satelit hari ini, menjadi fokus pasar di tengah upaya mereka membahas dan mencari upaya menanggulangi imbass negatif wabah Korona terhadap perekonomian negara.

Potensi Pergerakan

EMAS
Harga emas berpeluang naik menguji resisten $1726 – $1750 bila sentimen beli dolar AS sebagai aset likuid terhambat oleh langkah stimulus The Fed. Level support pada kisaran $1670 – $1700.

MINYAK

Harga minyakmasih nampak tertekan turun menguji support $20.00 – $22.00 di tengah masih tingginya cadangan persediaan minyak mentah dunia dibandingkan upaya pemangkasan produksi OPEC+. level resisten pada kisaran $24.00 – $25.00.

EURUSD
EURUSD berpeluang naik menguji resiten 1.0950 – 1.1000 bila sentimen beli aset likuid dolar AS masih redup pasca stimulus the Fed. Level support pada kisaran 1.0870 – 1.0900.

GBPUSD
GBPUSD berpeluang naik menguji resisten 1.2600 – 1.2650 bila pelemahan dolar AS berlanjut pasca stimulus The Fed. Level support pada kisaran 1.2470 – 1.2500.

USDJPY
USDJPY masih berpeluang turun sebagai aset aman di tengah pelemahan dolar AS pasca stimulus The Fed, menguji support 107.00 – 107.30. level resisten pada kisaran 108.00 – 108.30.

AUDUSD
AUDUSD berpotensi naik menguji resisten 0.6450 – 0.6500 atas ekspektasi trade balance Tiongkok yang lebih baik dari sebelumnnya. Level support pada kisaran 0.6330 – 0.6380.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.