Selasa, 13 April 2021

  • INDOBeX Government Clean Price -0.34% ke level 118.78. FR86 (5Y) -55 bps menjadi 99.20 (5.686%), FR87 (10Y) -40 bps menjadi 100.00 (6.500%), FR88 (15Y) +5 bps menjadi 98.65 (6.389%), dan FR83 (20Y) -95 bps menjadi 102.55 (7.250%). Frekuensi perdagangan INDOGB tercatat 994x (prev. 1,321x) dipimpin oleh FR88, sementara volume perdagangan tercatat Rp8.6tn (prev. Rp18.1tn) dipimpin oleh FR82. Frekuensi perdagangan INDOIS tercatat 13x (prev. 11x) dipimpin oleh PBS03, sementara volume perdagangan tercatat Rp438bn (prev. Rp270.8bn) dipimpin oleh PBS02. Pemerintah pada hari ini akan menyelenggarakan lelang SUN dengan target indikatif sebesar Rp30tn, atas seriseri: SPN3Mo – new issuance, SPN12Mo – reopening, FR86 (5Y) – reopening, FR87 (10Y) – reopening, FR88 (15Y) – reopening, FR83 (20Y) – reopening, dan FR89 (30Y) – reopening. INDOBeX Corporate Clean Price -0.16% ke level 112.03. Frekuensi perdagangan tercatat sebesar 114x (prev. 120x) dipimpin BVIC01SBCN2. Adapun volume perdagangan tercatat sebesar Rp751.75bn (prev. Rp1.7tn) dipimpin SIPPLN02BCN1. JCI -2.00% (+0.98% mtd atau -0.57% ytd) ke level 5,948.57. Investor asing mencatatkan net sell di pasar reguler – Rp521.01bn (+Rp1.81tn ytd). Sementara itu, USD/IDR terapresiasi +0.08% ke level 14,626. Bank Indonesia melaporkan retail sales untuk bulan Februari 2021 tumbuh -2.7% MoM (prev. -4.3%) atau – 18.1% YoY (prev. 16.4%). Perbaikan tersebut didorong oleh permintaan masyarakat yang meningkat saat HBKN Imlek dan libur nasional.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Senin (12/04) melemah 2% atau 121.64 poin ke 5,948.57. Sebanyak 115 saham menguat, 383 saham melemah dan 222 saham lainnya stagnan. Investor asing mencatatkan aksi net sell sebesar Rp 521.95 milyar di pasar reguler. Seluruh indeks sektoral menekan IHSG dengan sektor industri dan sektor properti mengalami pelemahan terbesar masingmasing sebesar 3.23% dan 3.19%.

BONDS

  • Harga obligasi berdenominasi Rupiah ditutup melemah pada perdagangan di awal pekan ini. Harga SUN seri acuan ditutup turun hingga 95 bpOKs, dengan yield SUN bertenor 10 tahun (FR0087) naik 12 bps ke level 6.51%. Pada perdagangan Selasa (13/04), investor SBN diperkirakan akan wait and see menanti beberapa rilis data penting yaitu inflasi AS dan trade balance China. Selain itu investor juga akan mencermati level incoming bid pada lelang SUN yang akan dilaksanakan oleh Kemenkeu hari ini dengan target indikatif sebesar Rp 30 triliun.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Senin (12/04), Rupiah dibuka di level 14,560/14,590 dengan kejadian pertama di 14,590 dan kurs acuan JISDOR di level 14,631 (prior : 14,580). Pelemahan Rupiah terjadi karena meningkatnya demand US Dollar yang digunakan untuk pembayaran pinjaman dan kegiatan pembayaran dividen perusahaan korporasi multinasional. Sedangkan dari pasar SBN, investor merespon kenaikan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun dan hasil riset efektivitas vaksin Sinovac yang dirilis kemarin dengan melakukan sell off di seluruh seri obligasi benchmark. Sedangkan untuk perdagangan hari ini (13/04), investor diperkirakan akan menantikan beberapa rilis data penting seperti inflasi AS, trade balance China, serta lelang SUN yang dilakukan oleh Kemenkeu.
  • Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun kembali mengalami peningkatan ke level 1.67 (prior : 1.65) di tengah lelang US Treasury tenor 3, 10, dan 30 tahun serta prospek percepatan pemulihan ekonomi AS yang didukung oleh stimulus pemerintah dan The Fed. Untuk itu, investor akan mencermati rilis data inflasi AS pada hari ini yang diproyeksikan akan mengalami peningkatan secara YoY ke level 2.5% (prior : 1.7%). Selain rilis data AS, investor juga pada hari ini menunggu rilis data trade balance China yang diproyeksikan mengalami peningkatan baik dari sisi impor maupun ekspor secara YoY dan mengindikasikan pemulihan ekonomi yang berjalan dengan baik.

EMAS

Naiknya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS seiring pasar yang mencerna pernyataan ketua Fed Powell bahwa bank sentral AS masih berkomitmen untuk mempertahankan pelonggaran kebijakan longgar telah memicu penurunan harga emas di hari Senin, berakhir turun $11.07 di level $1732.64. Aksi jual harga emas berpeluang masih berlanjut pagi ini (13/4), menargetkan support di $1724 di tengah outlook masih tingginya tingkat imbal hasil obligasi AS. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level $1738, berpeluang dibeli membidik resisten di $1740. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1724 – $1740.

MINYAK

Harga minyak berakhir naik $0.28 di level $59.62 pada hari Senin karena ditopang oleh laporan optimis mengenai vaksinasi di AS dan memburuknya ketegangan di Timur Tengah. Harga minyak berpeluang dibeli pagi ini (13/4), mengincar resisten di $60.30 karena outlook terganggunya suplai setelah ketegangan di Timur Tengah dimana dilaporkan kelompok Houthi meneyerang beberapa situs Arab Saudi yang termasuk kilang minyak di Jubail dan Jeddah. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level $59.45, berpeluang dijual membidik support di $59.30. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $59.30 – $60.30.

EURUSD

Tertopang laporan retail sales zona Euro yang lebih baik dari ekspektasi dan melemahnya dollar AS telah memicu kenaikan EURUSD di hari Senin, berakhir menguat 11 pip di level 1.1910. EURUSD berpotensi dijual pagi ini (13/4), mengincar support di 1.1870 di tengah outlook reboundnya dollar AS. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 1.1935, berpeluang dibeli membidik resisten di 1.1950. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.1870 – 1.1950.

GBPUSD

GBPUSD berhasil ditutup naik 37 pip ke level 1.3743 di hari Senin, setelah pemerintah Inggris kemarin melonggarkan kebijakan pembatasan sosial kembali di Inggris kemarin. GBPUSD berpotensi dijual pagi ini (13/4), membidik support di 1.3700 dibalik outlook reboundnya dollar AS. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 1.3785, berpeluang dibeli mengincar resisten di 1.3800. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.3700 – 1.3800.

USDJPY

Optimisnya data PPI Jepang serta melemahnya pergerakan dollar AS telah menekan turun pergerakan USDJPY di hari Senin, ditutup melemah 29 pip di level 109.36. USDJPY berpeluang dibeli pagi ini (13/4), menargetkan resisten di 109.80 dibalik outlook menguatnya dollar AS serta pesimisnya data M2 Money Stock Jepang. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 109.15, berpeluang dijual mengincar support di 109.00. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 109.00 – 109.80.

AUDUSD

AUDUSD berakhir hanya menguat tipis 3 pip di level 0.7622 pada hari Senin di tengah sentimen melemahnya dollar AS. AUDUSD berpeluang dijual lebih lanjut pagi ini (13/4), mengincar support di 0.7570 jika data NAB Business Confidence Australia yang dirilis pukul 8:30 WIB dan Trade Balance Tiongkok untuk waktu yang tentatif hasilnya pesimis. Jika hasilnya optimis berpeluang memicu aksi beli menargetkan resisten di 0.7660. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7570 – 0.7660.

NIKKEI

Tertekan oleh penguatan yen Jepang dan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan kasus Covid-19 di Jepang telah memicu penurunan indeks Nikkei pada hari Senin, berakhir melemah 330 poin di level 29590. Indeks Nikkei berpeluang untuk rebound pagi ini (13/4), menguji resisten di 29850 di tengah outlook bargain hunting serta potensi melemahnya yen Jepang. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 29600, berpeluang dijual mengincar support di 29550. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 29550 – 29850

HANGSENG

Indeks Hang Seng ditutup turun 200 poin ke level 28446 di hari Senin, setelah kabar denda besar kepada Alibaba Group untuk tuduhan praktik monopoli. Aksi jual indeks Hang Seng berpotensi berlanjut pagi ini, mengincar support di 28300 jika data Trade Balance Tiongkok yang jadwal rilisnya tentatif hasilnya pesimis. Namun, jika hasilnya optimis berpeluang memicu aksi beli membidik resisten di 28600. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 28300 – 28600.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.