Selasa, 12 November 2019

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) dan INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) ditutup melemah di level 273,4967 (-0,07%) dan 268,5098 (-0,08%) pada perdagangan kemarin. Sedangkan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) menguat tipis +0,02% ke level 296,5291. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak Rata-rata yield tenor 1-30 tahun naik +0,44bps. Penurunan yield terjadi pada kelompok tenor panjang (>7tahun) sebesar –0,05bps. Sementara rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) dan menengah (5-7tahun) naik masing-masing sebesar +1,87bps dan +2,31bps. Senin kemarin, INDOBeXG-Effective Yield naik +0,0259poin ke level 6,8747. Harga kelompok SUN benchmark mencatatkan penurunan rata-rata sebesar –30,43bps. Harga FR0068 terkoreksi paling besar yakni –44,07bps. Sementara koreksi terendah sebesar –16,03bps dicatat seri FR0079. Koreksi harga juga mewarnai meyoritas SUN seri FR dan ORI dan mencatatkan penurunan rata-rata sebesar –11,23bps. Dengan demikian, INDOBeXG-Clean Price turut melemah yakni –0,15% ke level 115,6913. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder menurun dengan total frekuensi 1.018 transaksi (-23,69%) dan total volume Rp15,25tn (-23,54%). Begitu pula dengan transaksi SUN benchmark yang menurun dengan total volume sebesar Rp4,79tn (-18,04%) dalam 155 transaksi (-22,89%). FR0076 menjadi seri SBN teraktif ditransaksikan kemarin dengan 111 transaksi. Sementara total volume transaksi SBN terbesar senilai Rp2,29tn dicatatkan seri FR0078. Pada transaksi obligasi korporasi, BEXI04ACN7 menjadi seri teraktif ditransaksikan yakni 20 kali dan sekaligus mencatat total volume terbesar senilai Rp682miliar. Pasar obligasi mengawali pekan ini di zona merah. Dari 44 seri SUN (FR dan ORI) yang beredar, 36 seri diantaranya ditutup melemah pada rentang –1,16bps hingga –63,48bps. Imbal hasil SBN pada mayoritas tenor turut tertekan naik. Tertekannya pasar obligasi awal pekan ini sejalan dengan meningkatnya ekspektasi risiko di global. Senin kemarin, CDS Indonesia tenor 5-tahun naik +2,04bps terpicu oleh ketidakpastian penandatanganan kesepakatan dagang AS-China fase pertama. Tertundanya kembali jadwal penandatangan kesepakatan tersebut kemungkinan dipicu oleh simpang siur terkait penghapusan tarif tambahan dengan proporsi yang sama oleh kedua belah pihak. Sentimen negatif lainnya juga datang dari kondisi dalam negeri Hongkong yang kembali gaduh, serta pelemahan Rupiah di pasar Spot sebesar –53,0poin ke level Rp14.067/US$. Senada dengan pasar surat utang, IHSG Senin kemarin ditutup melemah –0,47% di level 6.148,74. Pasar obligasi diprediksi berlanjut dalam tren melemah pada perdagangan hari ini terpicu oleh situasi Hongkong yang memanas serta simpang siur damai dagang AS-China fase pertama. Selain itu, potensi pelemahan Rupiah di pasar spot dapat semakin menekan performa pasar.

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar AS bergerak lebih rendah pada hari Senin (11/11) karena investor tetap berhati-hati setelah Presiden AS Donald Trump membantah akan menurunkan tarif barang-barang Tiongkok. Selanjutnya Presiden Donald Trump akan berbicara dengan Economic Club of New York pada Selasa (12/11) siang. Pernyataan Trump akan diteliti dengan cermat untuk informasi tentang kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok. Market movers lainnya adalah Data Average Earnings Index Inggris pada jam 16:30 WIB Serta Data German ZEW Economic Sentiment pada jam 17:00 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak turun menguji level support di 1443 – 1438 dalam jangka pendek selang pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang dijadwalkan akhir pekan ini, jika bergerak naik harga emas berpotensi bergerak menguji level 1465 – 1470.

MINYAK

Harga minyak berpeluang bergerak turun menguji level support di 56.00 – 55.50 karena kekhawatiran pasar pada pertumbuhan ekonomi global di tengah konflik dagang AS-Tiongkok yang berpotensi menekan permintaan minyak mentah. resisten harga minyak berada pada kisaran 57.30 – 57.80.

EURUSD

EURUSD berpotensi bergerak naik dalam jangka pendek menguji levle resisten di 1.1060 – 1.1090. Namun kekhawatiran perlambatan ekonomi zona euro berpeluang menekena EURUSD menguji level support di 1.1000 – 1.0980.

GBPUSD

Potensi Partai Konservatif memperoleh suara mayoritas dalam pemilu setelah ketua Partai Brexit Nigel Farage mengatakan partainya tidak akan memperebutkan kursi di pemilu 12 Desember berpotesi menopang GBPUSD menguji level 1.2895 – 1.2910. support GBPUSD berada pada kisaran 1.2820 – 1.2800.

USDJPY

Harapan kesepakatan perdagangan berkurang setelah Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa ia tidak setuju untuk mengakhiri tarif pada barang-barang Tiongkok. Hal ini berpotensi menekan USDJPY bergerak turun menguji level 108.80 – 108.60. Namun jika bergerak naik USDJPY berpotensi bergerak menguji level resisten di 109.30 – 109.50.

AUDUSD

AUDUSD berpotensi bergerak turun menguji level support di 0.6825 – 0.6800 karena tertekan oleh ketidakpastian kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok. Level resisten AUDUSD berada pada kisaran 0.6875 – 0.6900.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 12/11/2019 pukul 10.37WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.