Selasa, 12 Mei 2020

  • Perdagangan Awal Pekan, ICBI Catatkan Penguatan. Seluruh indeks return obligasi Indonesia berbalik menguat pada perdagangan Senin. Harga-harga obligasi negara seri fixed rate yang beredar di pasar didominasi kenaikan harga dengan rata-rata sebesar +17,70bps. Rata-rata yield SBN seluruh tenor (1-30tahun) turun sebesar –1,50bps dengan penurunan yield tertinggi dicatatkan kelompok tenor menengah. Total volume perdagangan di pasar sekunder turun menjadi Rp11,46tn (-43,59%). Begitu pula total frekuensi yang turun menjadi 959 transaksi (-20,22%). Sepinya perdagangan Senin kemarin sejalan dengan belum adanya sentimen dominan lanjutan di pasar. Penguatan kinerja pasar obligasi sejak sesi siangnya hingga penutupan Senin diperkirakan karena aksi trading pelaku pasar dalam memanfaatkan tren koreksi harga yang telah terjadi sejak Senin pekan lalu. Berbeda dengan kinerja pasar surat utang, performa IHSG sanggup menguat +0,91% ke level 4.639,10. Pasar obligasi Indonesia berpotensi meneruskan kinerja positifnya namun dalam rentang yang terbatas pada perdagangan Selasa. Pelaku pasar diprediksi kembali concern pada isu penyebaran Covid-19 gelombang II di beberapa negara yang terlebih dahulu sudah melonggarkan kebijakan seperti China dan Korsel. Selasa ini, pemerintah kembali mengadakan lelang 7 seri SBN dengan target Rp20tn.

EKONOMI GLOBAL

  • Dengan kembali munculnya kekhawatiran akan gelombang baru virus korona, setelah adanya laporan 1 kasus baru di Tiongkok dan 15 orang yang memiliki gejala terkena virus korona dan meningkatnya korban di Korea Selatan berpotensi menjadikan dolar sebagai aset yang paling diminati oleh para pelaku pasar karena merupakan aset yang paling likuid di tengah ketidakpastian ekonomi global. Sementara itu harga minyak juga berpotensi terkena dampak dari gelombang baru virus korona yang dapat membuat harga minyak bergerak turun seiring outlook perlambatan permintaan meskipun Arab Saudi dilaporkan akan memangkas produksi tambahan di luar kesepakatan dengan OPEC+.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek karena sentimen penguatan dolar AS yang merupakan aset paling likuid di dunia untuk menguji level support di $1691 – $1680. Harga emas berpeluang bergerak naik jika data CPI AS yang dirilis pukul 19:30 WIB hasilnya pesimis dan pidato dua anggota FOMC yaitu Patrick Harker dan Randal Quarles pukul 21:00 WIB bernada dovish untuk menguji level resisten di $1705 – $1714.

Minyak

Outlook perlambatan permintaan karena kekhawatiran akan dampak dari gelombang baru virus korona berpotensi menjadi beban untuk pergerakan harga minyak dalam jangka pendek untuk menguji level support di $23.70 – $22.50. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di area $25.60 – $26.70.

EURUSD

Sentimen menguatnya dolar AS dan kekacauan ekonomi di zona Euro berpotensi menjadi beban untuk pergerakan EURUSD jangka pendek untuk menguji level support di 1.0770 – 1.0700. Jika berbalik naik, level resisten terlihat di 1.0850 – 1.0920.

GBPUSD

Outlook perpanjangan waktu lockdown di Inggris dan kekhawatiran no-deal Brexit berpeluang memicu penurunan GBPUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.2280 – 1.2200. Jika begerak naik, level resisten terlihat di area 1.2380 – 1.2450.

USDJPY

Sentimen penguatan dolar AS dan pesimisnya data leading indicator Jepang pukul 12:00 WIB berpotensi memicu kenaikan USDJPY dalam jangka pendek 107.90 – 108.50. Jika bergerak turun, level support berada di 107.20 – 106.60.

AUDUSD

Data keyakinan pebisnis Australia yang masih pesimis dan buruknya data inflasi Tiongkok berpotensi menjadi beban AUDUSD di tengah ketegangan dagang antara AS dengan Tiongkok untuk menguji level support di 0.6440 – 0.6490. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di 0.6480 – 0.6520.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.