Selasa, 11 Februari 2020

  • Perdagangan Awal Pekan, ICBI Turun –0,03%. Pasar obligasi domestik cenderung tertekan pada perdagangan Senin. Mayoritas harga SUN seri FR dan ORI terkoreksi dengan rata-rata pada 44 serinya turun sebesar –5,90bps. Kurva yield obligasi negara dan korporasi didominasi kenaikan yield khususnya pada tenor-tenor panjang (>7tahun). Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder menurun, tercermin dari total volume yang turun menjadi Rp10,74tn (-31,18%) sedangkan total frekuensinya turun menjadi 903 transaksi (-36,18%). Faktor negatif diprediksi kembali berasal dari penyebaran virus Corona yang masih berlanjut sehingga mendorong peningkatan risiko di pasar. Alhasil pelaku pasar diperkirakan mengalihkan asetnya sementara ke safe haven assets, seperti US Dollar. Pada perdagangan kemarin, kurs spot Rupiah terhadap USD melemah 37poin ke level Rp13.712/US$. Pada perdagangan Selasa ini, pasar obligasi berpotensi masih berada dalam tren melemah. Faktor penyebab diperkirakan karena belum adanya sentimen positif yang sanggup mengubah arah pasar ditengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global akibat penyebaran virus Corona. Pada hari ini, pasar juga akan menunggu bagaimana testimoni terbaru dari Gubernur The Fed.
  • Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV 2019 mencatat surplus sehingga menopang ketahanan eksternal Indonesia. NPI pada triwulan IV 2019 mencatat surplus sebesar 4,3 miliar dolar AS, membaik dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mengalami defisit sebesar 46 juta dolar AS. Surplus NPI tersebut terutama ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat serta defisit transaksi berjalan yang tetap terkendali. Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2019 mencapai 129,2 miliar dolar AS, meningkat dari 124,3 miliar dolar AS pada akhir September 2019. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,6 bulan impor atau 7,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sebesar 3 bulan impor. Surplus transaksi modal dan finansial pada triwulan IV 2019 meningkat yang mencerminkan optimisme terhadap prospek perekonomian domestik. Surplus transaksi modal dan finansial pada triwulan IV 2019 tercatat sebesar 12,4 miliar dolar AS, lebih tinggi dari surplus pada triwulan sebelumnya sebesar 7,4 miliar dolar AS. Besarnya surplus tersebut terutama didorong oleh tingginya arus masuk investasi portofolio yang bersumber dari penerbitan obligasi global baik pemerintah maupun korporasi. Selain itu, investasi lainnya juga mencatat surplus sejalan dengan adanya penarikan simpanan bank di luar negeri oleh pelaku usaha domestik dan bertambahnya penempatan dana nonresiden di bank dalam negeri. Hal tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian domestik dan imbal hasil aset keuangan domestik yang tetap menarik. Defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan IV 2019 tetap terkendali, sehingga turut menopang ketahanan sektor eksternal Indonesia. Defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan IV 2019 tercatat sebesar 8,1 miliar dolar AS (2,84% dari PDB), ditopang oleh surplus neraca perdagangan nonmigas yang meningkat. Meningkatnya surplus neraca perdagangan nonmigas terutama dipengaruhi oleh penurunan impor nonmigas di tengah kinerja ekspor nonmigas yang belum kuat. Di sisi lain, defisit neraca perdagangan migas meningkat sejalan dengan naiknya impor minyak untuk memenuhi tingginya permintaan di akhir tahun. Perkembangan NPI secara keseluruhan tahun 2019 menunjukkan ketahanan sektor eksternal yang tetap kuat. NPI tahun 2019 mencatat surplus 4,7 miliar dolar AS, membaik dari tahun sebelumnya yang mengalami defisit sebesar 7,1 miliar dolar AS. Perkembangan tersebut didorong oleh defisit neraca transaksi berjalan yang membaik serta surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat signifikan. Defisit neraca transaksi berjalan pada 2019 tercatat sebesar 30,4 miliar dolar AS atau 2,72% dari PDB, membaik dibandingkan dengan defisit pada tahun sebelumnya sebesar 2,94% dari PDB. Perkembangan tersebut terutama ditopang oleh neraca perdagangan barang yang mencatat surplus, berbeda dibandingkan tahun sebelumnya yang mengalami defisit. Neraca perdagangan barang yang mencatat surplus dipengaruhi oleh surplus neraca perdagangan nonmigas yang meningkat serta defisit neraca perdagangan migas yang menurun. Hal tersebut dipengaruhi oleh turunnya impor minyak sejalan dengan kebijakan pengendalian impor seperti program B20. Kinerja NPI yang membaik juga ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat signifikan menjadi sebesar 36,3 miliar dolar AS dari 25,2 miliar dolar AS pada 2018, ditopang oleh aliran masuk modal berjangka panjang di tengah berlanjutnya ketidakpastian pasar keuangan global. Ke depan, kinerja NPI diprakirakan tetap baik sehingga dapat menopang ketahanan sektor eksternal. Prospek NPI tersebut didukung defisit transaksi berjalan tahun 2020 yang diprakirakan tetap terkendali dalam kisaran 2,5%-3,0% PDB. Prospek aliran masuk modal asing diperkirakan juga tetap besar didorong persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi Indonesia yang tetap terjaga. Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan guna menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta senantiasa memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna meningkatkan ketahanan sektor eksternal, termasuk mendorong peningkatan Penanaman Modal Asing (PMA).

EKONOMI GLOBAL

  • Penguatan dolar AS semalam memberikan tekanan pelemahan bagi harga emas, disertai kabar bank sentral Tiongkok kembali menyuntikkan dana ke dalam pasar, menekan harga emas melemah dan menopang kenaikan AUDUSD. People’s Bank of China menyalurkan dana sebesar 100 miliar yuan untuk membeli surat hutang jangka pendek 7 hari pagi ini, dan telah mendorong harga emas turun ke kisaran $1570.30 serta mengangkat AUDUSD naik ke level 0.6707.Upaya PBOC untuk membantu memperlancar ekonomi negaranya yang terhambat oleh penyebaran wabah Korona, sangat dinantikan pasar untuk mencari angin segar dari kekhawatiran perlambatan ekonomi Tiongkok akan berimbas negatif bagi pertumbuhan ekonomi global. 3 ketua bank sentral dunia akan berpidato secara terpisah malam nanti,dan sangat dinantikan pasar karena berpotensi menjadi penggerak pasar hari ini.Jadwal pidato tersebut adalah:

 Jam 21:00 WIB, Ketua European Central Bank, Christine Lagarde.

 Jam 22:00 WIB, Ketua Federal Reserve , Jerome Powell.

 Jam 22:35 WIB, Ketua Bank of England , Mark Carney.

Potensi Pergerakan

EMAS
Harga emas berpeluang turun setelah stimulus PBOC pagi ini, menguji support $1560 – $1568. level resisten $1575 – $1580.

MINYAK
Stimulus PBOC berpeluang berpotensi membantu kenaikan harga minyak menguji resisten $50.50 – $51.00. Level support pada kisaran $49.00 – $49.50.

EURUSD
Stimulus PBOC berpotensi membantu minat paar pada aset berisiko, EURUSD berpeluang naik menguji resisten 1.0925 – 1.0950. Level support pada kisaran 1.0825 -1.0875.Menantikan pidato ketua ECB jam 21:00 WIB.

GBPUSD
Stimulus PBOC berpotensi membantu minat paar pada aset berisiko,GBPUSD berpotensi naik menguji resisten 1.2950 – 1.3000. Level support pada kisaran 1.2840 – 1.2870.

USDJPY
Stimulus PBOC pagi ini bepotensi menekan aset aman melemah.USDJPY berpeluang naik menguji resisten 110 – 110.25. Suport pada kisaran 109.50.

AUDUSD
AUDUSD telah menguat atas stimulus dari PBOC pagi ini, berpotensi melanjutkan kenaikan menguji resisten 0.6725 – 0.6750. Level support pada kisaran 0.6650 – 0.6670.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 11/02/2020 pukul 10.10 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.