Selasa, 10 September 2019

  • Pada perdagangan Senin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat +0,28% di level 265,3728. Sama halnya dengan dua indeks return lainnya, INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) yang naik sebesar +0,29% ke level 260,4250 dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) sebesar +0,18% ke level 288,6333. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak bullish dengan rata-rata yield pada tenor 1-30 tahun turun –3,95bps. Adapun rata-rata yield pada masing-masing kelompok tenor turun sebesar: pendek (<5tahun) -1,80bps; menengah (5-7tahun) -3,53bps; dan panjang (>7tahun) -4,38bps. INDOBeXG-Effective Yield Senin kemarin turun –0,0368poin ke level 7,2002. Harga seluruh seri SUN benchmark ditutup menguat dan mencatatkan rata-rata harga sebesar +39,39bps. Penguatan harga SUN acuan terjadi di rentang +24,92bps hingga +48,23bps. Harga SUN seri FR dan ORI secara keseluruhan juga bergerak rebound dengan rata-rata harga pada ke 44 serinya naik +19,97bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin naik +0,24% ke level 113,6276. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder terpantau meningkat pada kedua sisinya. Total volume naik +89,83% menjadi Rp15,03tn dan total frekuensi naik +29,04% menjadi 862 transaksi. Transaksi SUN benchmark kemarin juga terpantau meningkat dengan total volume Rp4,25tn (+287,12%) dan total frekuensi 124 transaksi (+85,07%). FR0075 kembali menjadi seri SBN teraktif dengan 123 transaksi, sedangkan seri dengan volume terbesar dicatatkan FR0078 yakni senilai Rp1,75tn. Adapun untuk obligasi korporasi, frekuensi teraktif dan total volume terbesar dicatatkan oleh 1 seri yang sama yakni SMSMII01ACN3 yakni 32 transaksi dengan total nilai Rp481miliar. Performa pasar obligasi domestik berbalik menguat pada perdagangan awal pekan ini. Dari 41 seri SUN FR yang beredar, 36 seri diantaranya bergerak menguat pada rentang +1,15bps hingga +48,45bps. Tekanan naik pada imbal hasil SBN juga mereda dengan kisaran penurunan di antara –1,24bps hingga –4,96bps. Positifnya kedua indikator tersebut sejalan dengan persepsi risiko global yang menurun, tercermin dari CDS Indonesia tenor 5-tahun yang turun –1,13bps. Diketahui, selain pidato Jerome Powell yang menyatakan bahwa tidak ada sinyal resesi untuk saat ini dan perekonomian global maupun AS akan bertumbuh moderat, katalis positif juga berasal dari ekspektasi pasar akan penurunan suku bunga acuan the Fed dan European Central Bank (ECB) di bulan ini. Selain itu, akan diselenggarakannya konferensi kecil antara AS-China guna persiapan perundingan di awal Oktober nanti semakin memberikan amunisi bagi pasar obligasi. Senada dengan pasar SUN, IHSG Senin kemarin juga ditutup menguat +0,27% di level 6.326, 21. Penguatan harga diprediksi berlanjut mewarnai pasar obligasi domestik pada perdagangan hari ini. Maraknya sentimen positif dari global yang turut mendorong penguatan Rupiah di pasar Spot menjadi katalis positif pasar. Aktivitas pasar sekunder obligasi dometik juga berpeluang meningkat sejalan dengan adanya pelaksanaan lelang SBN pada hari ini. Diketahui, hari ini akan ada pelaksanaan lelang SBN dengan target indikatif minimum ditetapkan sebesar Rp15,00tn. Terdapat 2 seri SPN new issuance yang ditawarkan yakni tenor 3-bulan dan 1-tahun, serta 5 seri FR reopening.

EKONOMI GLOBAL

  • GBPUSD menguat ke level tertinggi pada hari Senin (9/9) karena tertopang oleh positifnya data pertumbuhan ekonomi dan komentar positif dari PM Inggris bahwa ia mengatakan ingin mendapatkan kesepakatan Brexit sebelum batas waktu bulan depan. Market movers hari adalah rilis data dari UK Average Earnings Index, UK Unemployment Rate yang dirilis pada pukul 15:30 WIB. dan data US JOLTS Job Openings yang akan dirils pada pukul 21:00 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak turun menguji level support di 1480 – 1475 karena minat pelaku pasar yang meningkat pada aset beresiko seiring outlook pelonggaran moneter oleh sentral bank utama. Resisten harga emas berada pada kisaran 1500 – 1505.

MINYAK

Komentar positif Menteri Perminyakan Arab Saudi yang baru Abdulaziz bin Salman yang mengatakan akan menjaga pengurangan produksi minyak berpeluang menopang kenaikan harga minyak menguji level resisten di 58.75 – 59.20. Sementara itu support harga minyak berada pada level 57.50 – 57.00.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek menguji level resisten di 1.1085 – 1.1110 karena tertopang oleh data ekonomi yang lebih baik pada hari Senin. Namun jika potensi pelonggaran moneter oleh ECB berpeluang menekan EURUSD menguji level support di 1.1015 – 1.0980.

GBPUSD

Positifnya pertumbuhan ekonomi Inggris dan komentar positif dari Borish Johnson untuk mendapatkan kesepakatan Brexit sebelum batas waktu bulan depan berpeluang menopang penguatan GBPUSD menguji level resisten di 1.2380 – 1.2400. Support GBPUSD berada pada kisaran 1.2300 – 1.2270.

USDJPY

Ditopang oleh minat pelaku pasar yang meningkat pada aset beresiko USDJPY berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 107.60 – 107.90. Sementara jika bergerak turun USDJPY berpeluang bergerak turun menguji level support di 106.90 – 106.60.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak menguji level support di 0.6830 – 0.6800 karena tertekan data tingkat keyakinan bisnis yang lebih rendah dari sebelumnya. Namun optimisme perundingan dagang AS-Tiongkok berpeluang menopang AUDUSD menguji level resisten di 0.6880 – 06900.

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.