Selasa, 10 November 2020

  • Pasar Obligasi Rally Ditopang Euforia Kemenangan Joe Biden. Seluruh indeks return obligasi domestik ditutup menguat. ICBI naik +0,40% dan INDOBeXG-TR naik +0,41%. Mayoritas harga SUN seri Fixed Rate berlanjut rally hingga akhir end of day dan mencatat penguatan rata-rata sebesar +33,72bps. Yield obligasi negara dominan bullish. Rata-rata yield tenor 1-30tahun turun sebesar –2,84bps.  Transaksi pasar sekunder obligasi menurun dengan total volume transaksi sebesar Rp22,82n (-27,67%) dan total frekuensi 2.646 transaksi (-9,94%).  Euforia kemenangan Joe Biden dan apresiasi Rupiah masih menjadi menjadi katalis spositif bagi pasar hingga akhir end of day. Kurs spot bloomberg terpantau stabil yakni ditutup di level Rp14.065/US$ dari level Rp14.084/US$ di sesi siang. IHSG turut ditutup menguat meski tidak sebesar pasar surat utang yakni +0,38% di level 5.356,01. Biden effect dan apresiasi Rupiah diprediksi masih menjadi penggerak pasar ditengah minimnya sentimen baru dominan dan rilis data ekonomi penting. Namun, penguatan yang terjadi berpotensi mereda sejalan dengan mulai meredanya Biden effect dan adanya aksi profit taking. Tidak hanya di pasar sekunder, euforia Biden diperkirakan turut berdampak pada pelaksanaan lelang SBSN hari ini.
  • Harga SBN Indonesia mengalami penguatan pada minggu kemarin dengan yield SBN 10 tahun ditutup pada level 6.27%. Sentimen pemilihan Presiden AS dengan hasil sementara kemenangan Joe Biden terhadap lawannya Donald Trump mendorong market dalam kondisi risk on. Market menilai dengan adanya kemenangan Joe Biden maka periode ketidakpastian yang tercipta pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump tidak akan terulang. Selain itu, keputusan The Fed untuk tetap mempertahankan suku bunga rendah di level 0-0.25% serta tetap mempertahankan program pembelian obligasi agar stimulus tetap terjaga juga menjadi sentiment positif untuk asset berisiko seperti SBN. Rilis data PMI Manufacturing AS yang dirilis di level 53.4 (survey 53.3, prior 53.3) serta PMI Services AS di level 56.9 (survey 56.0, prior 56.0) menunjukkan terdapat ekspansi perekonomian di AS. Dari dalam negeri, rilis GDP Indonesia Yoy di level –3.49% (prior –5.32%, survey -3.2%) mengkonfirmasi terjadinya resesi di Indonesia. Namun demikian, kondisi resesi yang sudah diprediksi dan level rilis GDP lebih baik dibandingkan periode sebelumnya tidak terlalu memberikan efek negatif terhadap pergerakan SBN. SBN diprediksi akan melanjutkan penguatannya pada minggu ini. Kemenangan Joe Biden diprediksi masih menjadi sentiment positif terhadap market SBN. Market akan fokus pada rilis data pada 12 November 20 yaitu CPI MoM AS dengan prediksi di level 0.2% (prior 0.2%) serta CPI YoY AS dengan prediksi di level 1.3% (prior 1.4%)

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Senin (09/11) ditutup menguat sebesar 0.38% ke level 5,356.00. Tercatat 225 saham menguat, 178 saham melemah dan 176 saham tidak mengalami perubahan harga di bandingkan penutupan hari sebelumnya. Volume perdagangan tercatat sebesar Rp. 10.7 Triliun. Adapun investor asing net buy sebesar Rp. 189Milyar.

BONDS

  • Pada hari Senin (09/11), harga obligasi pemerintah seri benchmark bergerak menguat pada seluruh tenor. SBN tenor 5 dan 15 tahun mengalami penurunan yield masing-masing sebesar 13bps. Peningkatan harga obligasi pemerintah selama tiga hari berturut-turut dipengaruhi oleh kemenangan Joe Biden dari Partai Demokrat dalam pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2020. Kemenangan Biden dipandang akan menguntungkan negara–negara emerging market seperti Indonesia, sebab perang dagang AS–China kemungkinan akan mulai mereda atau setidaknya tidak memburuk. Selain itu, stimulus fiskal juga akan lebih besar dibandingkan yang akan dikeluarkan oleh Donald Trump sehingga meningkatkan likuiditas pasar.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada perdagangan hari Senin (09/11), Rupiah ditutup menguat terhadap Dollar AS di level 14,062 (prior:14,210) dengan kurs acuan JISDOR di level 14,172 (prior:14,321). Di pasar obligasi, harga SBN ditutup menguat pada seluruh seri benchmark. Ekonomi Indonesia di proyeksikan masih akan mengalami kontraksi dikuartal terakhir tahun 2020 namun lebih baik dibandingkan kontraksi di dua kuartal sebelumnya yang menunjukkan progres pemulihan ekonomi nasional (PEN) ditengah pandemi COVID-19 yang belum berakhir. Pemerintah berkomitmen untuk terus fokus pada peningkatan produktivitas dari belanja APBN dan penyerapan anggaran PEN. Selain itu, sentimen global atas kemenangan Joe Biden dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat masih menjadi penopang pergerakan Rupiah dan surat berharga domestik diawal pekan ini.
  • Setelah penguatan dolar AS dan aset berisiko karena optimisme vaksin Covid-19 akan dapat digunakan secara umum pada awal tahun 2021, pasar nampak berbalik arah pagi hari Selasa (10/11), terkoreksi dari pergerakan besar semalam.

Peluang Pergerakan:

Emas

Terbebani oleh terpilihnya presiden Joe Biden dan optimisme vaksi covid 19 harga emas berakhir turun tajam sebesar $89.93 dan ditutup di level $1861.96 pada perdagangan hari Senin.  Harga emas berpotensi Buy menguji $1882, selama bertahan di atas level $1860 dan aksi buy back bertahan. Sebaliknya jika turun ke bawah level $1860 berpotensi Sell menguji $1850. Potensi rentang harga di sesi Asia :$1850 – $1882.

Minyak
Harga minyak berakhir menguat sebesar $2.35 di level $39.84 karena  didukung oleh optimisme vaksin covid19 dan OPEC+ yang berencana memangkas produksi minyak mentah. Harga minyak berpotensi Sell menguji $38.95 jika harga bertahan di bawah level $40.40. Sebaliknya jika naik ke atas level tersebut berpotensi Buy menguji $40.85. Potensi rentang harga di sesi Asia :$38.95- $40.85.

EURUSD
Abaikan data German Trade Balance yang lebih baik dan menguatnya aset beresiko, EURUSD berakhir melemah sebesar 55 pips di level 1.1818, terbebani nilai tukar EURGBP setelah optimisme kesepakatan Brexit meningkat. EURUSD berpotensi Sell menguji 1.1790 selama harga bertahan di bawah level 1.1840. Sebaliknya naik ke atas level tersebut berpotensi Buy menguji 1.1860. Potensi rentang harga di sesi Asia :1.1790 – 1.1860.

GBPUSD
GBPUSD berakhir naik sebesar 14 pips di level 1.3166 karena komentar Menlu Irlandia Coveney mendorong campur tangan partai Democrat AS dan menopang harapan Brexit akan dicapai dengan campur tangan AS. GBPUSD berpotensi Buy menguji 1.3215 jika harga bertahan di atas 1.3150. Sebaliknya turun ke bawah level tersebut berpotensi Sell menguji 1.3110. Potensi rentang harga di sesi Asia : 1.3110 – 1.3215.

USDJPY
Minat aset berisiko yang meningkat dan dolar AS yang mampu menguat telah memicu kenaikan USDJPY sebesar 198 pips di level 105.35. Selama bertahan di bawah level 105.40, USDJPY berpotensi Sell menguji 104.75. Sebaliknya naik ke atas level tersebut, berpotensi Buy menguji 105.65. Potensi rentang harga di sesi Asia : 104.75 – 105.65.

AUDUSD
Di tengah menguatnya dolar AS dan harapan menguatnya mata uang Yuan telah memicu kenaikan AUDUSD sebesar 24 pips di level 0.7238. AUDUSD berpotensi Buy menguji 0.7300 selama harga bertahan di atas level 0.7255. Sebaliknya turun ke bawah level tersebut berpotensi Sell menguji 0.7235. Pelaku pasar juga menantikan data CPI Tiongkok jam 08:30 WIB.  Potensi rentang harga di sesi Asia :0.7235 – 0.7400.

Nikkei
Ditopang oleh kemenangan Joe Biden sebagai presiden AS dan optimisme vaksin Covid-19, indeks Nikkei berakhir naik tajam sebesar 1160 point di level 25565 pada perdagangan hari Senin. Indeks Nikkei dibuka gap down dan terkoreksi turun. Jika bertahan di bawah level 25465, berpotensi Sell menguji 24820. Sebaliknya jika naik ke atas level tersebut, berpotensi Buy menguji 25600. Potensi rentang harga di sesi Asia : 24820 – 25600.

Hang Seng 

Dipicu oleh tingginya minat pelaku pasar terhadap aset berisiko telah membuat indeks Hang Seng  berakhir naik sebesar 640 point di level 26515. Indeks Hang Seng berpotensi Sell menguji 26200 jika bertahan di bawah 26690. Sebaliknya jika naik ke atas level tersebut berpotensi buy menguji 26855. Pelaku pasar juga menantikan data CPI Tiongkok jam 08:30 WIB. Potensi rentang harga di sesi Asia : 26200 – 26855.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.