Selasa, 10 Maret 2020

  • Terdorong Faktor Global, Imbal Hasil Obligasi Meningkat. Pasar obligasi domestik bergerak bearish. Seluruh indeks return obligasi domestik ditutup melemah pada perdagangan Senin. Seluruh harga obligasi negara seri FR dan ORI terkoreksi dalam rentang –3,47bps hingga –373,48bps. Yield obligasi negara seluruh tenor 1-30tahun juga kompak tertekan naik dengan rata-rata sebesar +18,79bps. Aktivitas perdagangan meningkat dimana total frekuensi naik +18,65% menjadi 1.444 transaksi dan total volume meningkat +38,24% menjadi Rp37,51tn. Sentimen negatif untuk pasar SBN disebabkan oleh beberapa faktor dari global seperti penyebaran Covid-19 yang terus meluas hingga ke 108 negara dan risiko resesi ekonomi global paska GDP Jepang tumbuh negatif selama 2 kuartal beruntun. Anjloknya harga minyak mentah dunia sebesar 22% dalam sehari ke level US$32/barel akibat dari perang harga minyak Arab Saudi dan Rusia. Indikator risiko global terhadap pasar domestik (CDS Indonesia tenor 5-tahun) naik +40,07bps ke level 140,57. Pada perdagangan Selasa, pasar obligasi domestik berpotensi meneruskan tren negatif seiring masih tingginya antisipasi risiko pasar terhadap beragam faktor dari global. Pemerintah akan mengadakan lelang sukuk negara hari ini yang diproyeksi mencatatkan penurunan penawaran masuk. Tekanan diprediksi juga datang dari bursa Amerika yang anjlok hampir 8% dalam sehari perdagangan

EKONOMI GLOBAL

 

  • Rencana stimulus moneter serta kebijakan terbaru dari beberapa negara ekonomi maju dunia seperti AS, Jepang, Inggris dan Australia dalam mengatasi krisis yang disebabkan oleh virus Korona berpeluang memicu permintaan terhadap aset berisiko dalam jangka pendek. Di tengah minimnya data ekonomi penting hari ini, pergerakan pasar berpeluang masih dipicu oleh dampak virus Korona serta potensi volatilitas harga minyak mentah pasca tidak tercapainya kesepakatan pengurangan produksi oleh OPEC+ serta peluang perang harga di kalangan produsen.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang terkoreksi jangka pendek di tengah rencana stimulus dari berbagai negara ekonomi maju dalam upaya mengimbangi dampak virus Korona terhadap perekonomian dengan menguji level support di $1660 – $1650. Namun, jika tingkat kecemasan terhadap virus Korona kembali meningkat, maka harga emas berpeluang untuk naik menguji level resisten di $1674 – $1690.

MINYAK

Harga minyak berpeluang naik dalam jangka pendek di tengah sentimen short covering pasca kejatuhan tajam di hari sebelumnya untuk menguji level resisten di $32.40 – $34.80. Namun, jika pasar kembali cemaskan penurunan permintaan dan outlook perang harga di kalangan produsen maka harga minyak berpotensi turun untuk menguji level support di $31.40 – $30.00.

EURUSD

EURUSD berpeluang turun dalam jangka pendek jika pasar cemaskan perkembangan kasus virus Korona di beberapa negara zona Euro yang semakin memburuk untuk menguji level support di 1.1380 – 1.1300. EURUSD berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 1.1460 – 1.1540 jika dolar AS kembali tertekan serta jika data produksi industri Perancis dan Italia serta data tenaga kerja dan GDP zona Euro yang dirilis mulai pukul 13:30 WIB hingga pukul 17:00 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.3040 – 1.2950 jika pasar kembali cemaskan outlook no-deal Brexit serta kenaikan kasus virus Korona di Inggris. Namun, penurunan GBPUSD berpeluang terbatas dan dapat bergerak naik untuk menguji level resisten di 1.3130 – 1.3200 jika pasar mempertimbangkan laporan The Sun dimana pemerintah Inggris berencana untuk mengurangi pajak pekerjaan serta menaikan upah pekerja.

USDJPY

Rencana stimulus dari beberapa negara maju, khususnya di Jepang berpeluang memicu kenaikan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 103.50 – 104.00. Namun, jika dolar AS kembali melemah dan pasar kembali dapatkan kabar buruk mengenai perkembangan virus Korona berpotensi memicu penurunan USDJPY untuk menguji level support di 102.50 – 102.00.

AUDUSD

Perilisan data keyakinan bisnis Australia dan inflasi konsumen Tiongkok yang pesimis pagi ini berpeluang menjadi beban untuk kinerja AUDUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 0.6550 – 0.6500. Namun, penurunan berpeluang terbatas dan dapat bergerak naik untuk menguji level resisten di 0.6630 – 0.6680 jika pasar menyambut baik rencana PM Australia Scott Morrison yang mempertimbangkan pemberian uang tunai sebagai bagian dari paket stimulus untuk mengatasi virus Korona .

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.