Selasa, 10 Desember 2019

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) dan INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) menguat pada besaran yang sama yakni +0,05% masing-masing ke level 273,3412 dan 268,1516. Sementara itu, INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik +0,07% ke level 298,1166. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak mixed dengan rata-rata pada tenor 1-30tahun turun tipis –0,15bps. Sementara rata-rata yield pada ketiga kelompok tenor masing-masing sebesar: pendek (<5tahun) +1,05bps; menengah (5-7tahun) –0,37bps; dan panjang (>7tahun) -0,33bps. INDOBeXG-Effective Yield pada end of day kemarin naik +0,0035poin ke level 6,9800. Harga kelompok seri SUN benchmark bervariatif dengan rata-rata harga turun -1,95bps. Penguatan harga dicatatkan FR0077 dan FR0068 masing-masing sebesar +0,08bps dan +4,14bps. Secara keseluruhan, harga SUN seri FR dan ORI didominasi terkoreksi dengan rata-rata perubahan pada seluruh serinya turun sebesar –2,60bps. INDOBeXG-Clean Price Senin kemarin melemah tipis –0,01% ke level 114,8580. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder terpantau menurun dengan total volume sebesar Rp7,87miliar (-38,19%) dan total frekuensi 625 transaksi (-9,81%). Sepinya transaksi juga dialami kelompok seri benchmark dengan total volume sebesar Rp2,02tn (-33,62%) dan frekuensi 54 transaksi (-46,00%). FR0076 bertahan menjadi seri SBN teraktif dengan 101 transaksi dan seri FR0068 mencatatkan volume terbesar senilai Rp740miliar. Pada obligasi korporasi, seri BAFI03B menjadi yang teraktif dengan 11 transaksi dan sekaligus ditransaksikan dengan total volume terbesar senilai Rp387miliar. Harga kelompok seri SUN benchmark bervariatif dengan rata-rata harga turun -1,95bps. Penguatan harga dicatatkan FR0077 dan FR0068 masing-masing sebesar +0,08bps dan +4,14bps. Secara keseluruhan, harga SUN seri FR dan ORI didominasi terkoreksi dengan rata-rata perubahan pada seluruh serinya turun sebesar –2,60bps. INDOBeXG-Clean Price Senin kemarin melemah tipis –0,01% ke level 114,8580. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder terpantau menurun dengan total volume sebesar Rp7,87miliar (-38,19%) dan total frekuensi 625 transaksi (-9,81%). Sepinya transaksi juga dialami kelompok seri benchmark dengan total volume sebesar Rp2,02tn (-33,62%) dan frekuensi 54 transaksi (-46,00%). FR0076 bertahan menjadi seri SBN teraktif dengan 101 transaksi dan seri FR0068 mencatatkan volume terbesar senilai Rp740miliar. Pada obligasi korporasi, seri BAFI03B menjadi yang teraktif dengan 11 transaksi dan sekaligus ditransaksikan dengan total volume terbesar senilai Rp387miliar. Pergerakan terbatas berlanjut mewarnai pasar obligasi dalam negeri hingga di awal pekan ini. Perselisihan dagang antara AS-China masih menjadi concern pasar terlebih semakin mendekatinya tenggat waktu pemberlakuan kenaikan tarif impor tambahan produk China oleh AS. Minimnya sentimen lanjutan dominan turut mempengaruhi minat investor untuk bertransaksi di pasar sekunder dan memicu investor melakukan short-term trading. Katalis positif kemarin datang dari menguatnya Rupiah di pasar spot yang ditutup di level Rp14.010/US$ (+28,0poin). Short-term trading berpotensi berlanjut mewarnai pasar sekunder obligasi pada perdagangan hari ini dan memicu pasar kembali bergerak Sentimen yang membayangi masih sekitar kesepakatan dagang AS-China dan pergerakan Rupiah.
  • Sehubungan dengan keputusan tingkat suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 5,00% yang berlaku mulai tanggal 21 November 2019, dengan ini diberitahukan bahwa tingkat kupon Obligasi Pemerintah untuk seri SBR008 periode 11 Desember 2019 s.d. 10 Maret 2020 adalah sebesar 7,20%. Tingkat kupon ini merupakan tingkat kupon minimal (floor) karena hasil penjumlahan tingkat suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate dan spread tetap sebesar 170 bps (1,70%) adalah sebesar 6,70% (lebih rendah dari tingkat kupon minimal).

EKONOMI GLOBAL

  • Kekhawatiran pasar terhadap terlaksananya kesepekatan dagang tahap pertama AS – Tiongkok meningkat dengan AS melakukan pemblokiran dana bantuan ke Tiongkok dari Bank Dunia, dan pemangkasan penggunaan komputer dan perangkat lunak asing oleh Tiongkok. Walau Tiongkok meminta kepastian kesepakatan dagang sebelum penerapan tarif import 15 Desember 2019 mendatang. Perang dagang yang sudah berlangsung sejak 17 bulan terakhir menjadi beban bagi pertumbuhan ekonomi global. Dengan penghapusan tarif Import produk Tiongkok oleh AS dapat menjadi faktor penting tercapainya kesepakatan dagang kedua negara. Data Indeks harga Konsumen Tiongkok untuk bulan November dilaporkan naik menjadi 0.4% dari estimasi 0.1%, memberikan harapan Tiongkok dapat bertahan melanjutkan penawaran kesepakatan dagang. Faktor penggerak pasar hari ini adalah GDP dan Indeks Produksi manufaktur Inggris, bila dirilis lebih baik dari estimasi GBPUSD berpotensi naik. Selanjutnya data Indeks Sentimen Ekonomi Jerman versi ZEW akan dilaporkan jam 17:00 WIB, berpotensi mendukung penguatan EURUSD bila hasil yang dirilis lebih baik dari estimasi.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi naik bila pesimisme kesepakatan dagang AS – Tiongkok berlanjut, menguji support $1466 – $1470. Sebaliknya kabar positif kesepakatan dagang berpeluang mendoron harga emas turun menguji support $1450 – $1458.

MINYAK

Kekhawatiran pesimisme kesepakatan dagang AS – Tiongkok mberpotensi membebani harga minyak turun menguji support $58.00 – $58.50. Sebaliknya resisten berpotensi pada kisaran $59.25 – $60.00.

EURUSD

EURUSD berpotensi naik menguji kisaran 1.1080 – 1.1100 bila data ZEW Economic Sentiment Jermn dirilis lebih baik dari ekspektasi. Bila dirilis lebih rendah dari ekspektasi, mungkinturun menguji support 1.1000 – 1.1040.

GBPUSD

Nantikan data ekonomi Inggris jam 16:30 WIB, GBPUSD berpotensi naik menguji resisten bila 1.3180 – 1.3200 bila hasilnya lebih baik dari estimasi. Sebaliknya level support pada kisaran 1.3070 – 1.3100.

USDJPY

Bila minat aset aman di tengah ketidakpastian kesepakatan dagang AS – Tiongkok berlanjut, USDJPY berpotensi turun menguji support 108.20 – 108.50 . Sebaliknya, level resisten pada kisaran 108.70 – 109.00.

AUDUSD

Biladata ekonomi Australia dan Tiongkok yang telah dirilis lebih baik dari estimasi pagi tadi .masih ditanggapi pasar, AUDUSD berpotensi naik menguji resisten 0.6840 – 0.6850. Sebaliknya level support pada kisaran 0.6800 – 0.6820.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa, 10/12/2019 pukul 10.06 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.