Selasa, 09 Maret 2021

  • Harga SBN Terkoreksi, Yield Curve PHEI Berlanjut Bearish. Indeks return obligasi Indonesia baik konvensional maupun syariah ditutup melemah.  Seluruh harga SUN seri fixed rate terkoreksi pada sesi end of day dengan rata-rata turun sebesar –52,23bps. Sedangkan rata-rata harga sukuk negara turun –29,57bps.  Yield obligasi negara berpola bearish dengan rata-rata perubahan seluruh tenor (1-30 tahun) naik +5,45bps. Total volume di pasar sekunder naik +20,73% menjadi Rp23,99tn. Sedangkan total frekuensi naik +9,57% menjadi 1.855 transaksi. Kinerja pasar masih tertahan negatif atau telah melemah selama 3 hari beruntun. Bearish-nya kondisi pasar disebabkan oleh masih tingginya persepsi risiko pasar terhadap beberapa sentimen negatif di pasar khususnya terkait kenaikan yield US-Treasury tenor 10-tahun. Kenaikan UST tersebut dipicu ekspektasi inflasi AS yang meningkat sehingga dikhawatirkan dapat mempercepat pengurangan program quantitative easing oleh The Fed. Pada perdagangan Senin, kurs spot Rupiah turut terdepresiasi 60poin ke level Rp14.360/US Today’s Outlook Tekanan diperkirakan masih akan mewarnai pasar obligasi Indonesia pada perdagangan Selasa. Faktor penggerak dominan masih seputar kenaikan yield US-Treasury yang disertai dengan wait & see proses persetujuan stimulus AS jelang deadline 14 Maret. Namun, kabar baik dari domestik terkait terus melandainya kasus aktif Covid-19 di Indonesia khususnya Ibukota Jakarta diharapkan dapat meredam tekanan di pasar SBN.
  • Rilis data Consumer Confidence Index Indonesia bulan Februari 2021 sebesar 85.8 yang naik dari periode sebelumnya (prior 84.9) sedikit menahan pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS. Perbaikan rilis data tersebut dipengaruhi oleh ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini baik dari aspek ketersediaan lapangan kerja, penghasilan maupun peningkatan penghasilan di masa yang akan datang. Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi juga tetap positif dan relatif stabil dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hal tersebut diprediksi dapat mempengaruhi pergerakan Rupiah dan SBN pada hari ini.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0.16% atau turun 10.28 poin ke level 6,248 pada Senin (08/03). Total volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini mencapai Rp 25.8 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 10.85 triliun. Sebanyak 220 saham menguat, 255 saham turun dan 159 saham stagnan. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 469.63 miliar di seluruh pasar.

BONDS

  • Pada perdagangan hari Senin (08/03), harga SBN Indonesia diperdagangkan melemah dengan pergerakan yield yang naik 1 bps – 7 bps. Seluruh tenor cenderung dilepas oleh investor (net sell) dan yield SBN seri FR0087 yang merupakan seri benchmark tenor 10 tahun naik 7 bps ke level 6.75% sebagai respon pasar atas sentimen terhadap pengesahan Undang-Undang Stimulus Fiskal AS sebesar US$ 1.9 T.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Senin (08/03), Rupiah dibuka di level 14,350 dengan kurs acuan JISDOR di level 14,390 (prior : 14,371). Pelemahan Rupiah lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu pernyataan Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell terkait sinyal kenaikan suku bunga. Dari domestik, rilis data Consumer Confidence Index Indonesia bulan Februari 2021 sebesar 85.8 (prior 84.9) sedikit menahan pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS. Mayoritas mata uang di Asia terpantau melemah terhadap Dolar AS, Dolar Taiwan melemah 0.91%, Won Korea Selatan melemah 0.04%, Peso Filipina melemah 0.01%, Rupee India melemah 0.20% dan Yuan China melemah 0.48%.
  • Pengesahan UU Stimulus Fiskal oleh senat AS masih menjadi faktor utama yang menggerakan Rupiah dan SBN pada hari ini (09/03). Sentimen tersebut diprediksi akan membuat Rupiah kembali melemah dan yield obligasi UST berpotensi kembali naik. Selain stimulus, data ekonomi AS yang lebih baik dibandingkan prediksi menyebabkan ekspektasi pemulihan ekonomi yang semakin cepat dan memberikan sinyal terhadap kenaikan suku bunga. Selain dari AS, tanda-tanda pemulihan ekonomi lainnya datang dari China, data Neraca Perdagangan China tumbuh signifikan pada periode Januari hingga Februari (Act: $103.5 B vs Surv: $60.0B ) yang menandakan pemulihan ekonomi di negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
  • Dollar AS masih berpeluang menguat di awal sesi Selasa (9/3) bila melanjutkan sentimen beli dollar AS yang ditopang naiknya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS. Telah disetujuinya stimulus fiskal pemerintah AS sebesar $1.9 triliun dollar oleh Senat AS di akhir pekan lalu, dan janji guubernur The Fed, Jerome Powell untuk mempertahankan stimulus moneter untuk menopang pemulihan ekonomi AS, telah menopang kembali naiknya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Peluang Trading

Emas
Harga emas ditutup turun $17.56  di level $1683.18  pada hari Senin karena terbebani oleh sentimen menguatnya dollar AS dan tingginya tingkat imbal hasil obligasi AS. Di sesi Asia (9/3), Harga emas berpotensi dijual menguji support $1676 selama harga bertahan di bawah $1690. Jika harga bergerak ke atas level tersebut, harga emas berpeluang dibeli menguji resisten $1697. Potensi rentang harga di sesi Asia: $1676 – $1697.

Minyak Mentah

Harga minyak berakhir melemah  $1.59 di level $64.67  di hari Senin seiring pasar yang merespon laporan bahwa tingkat kerusakan di fasilitas industri minyak Arab Saudi yang diserang oleh milisi Houthi tidaklah parah dan tidak adanya korban jiwa. Di sesi Asia (9/3), harga minyak berpeluang dijual menguji support $64.25 bila harga bertahan di bawah level $65.60. Jika naik ke atas level tersebut, harga minyak berpeluang dibeli menguji resisten $66.00. Potensi rentang harga di sesi Asia: $64.25 – $66.00.

EURUSD
Pesimisnya data produksi industri Jerman dan menguatnya dollar AS karena kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS, telah memicu pelemahan EURUSD di hari Senin, berakhir turun  64 pip di level 1.1845. Di sesi Asia (9/3), EURUSD berpotensi dijual menguji support 1.1810 selama harga bertahan di bawah level 1.1865. Jika naik ke atas level tersebut, EURUSD berpeluang dibeli menguji resisten 1.1890. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.1810 – 1.1890.

GBPUSD
GBPUSD berakhir turun 10 pip di level 1.3820 pada hari Senin di tengah dollar AS yang menguat dan pasar yang menyambut baik laporan Inggris melonggarkan kebijakan lockdown virus Covid-19. Di sesi Asia (9/3), GBPUSD berpotensi dijual menguji support 1.3785 selama harga bertahan di bawah 1.3845. Jika naik ke atas level tersebut, GBPUSD berpeluang dibeli menguji resisten 1.3865. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.3785 – 1.3865.

USDJPY
Dominasi sentimen menguatnya dollar AS dan pesimisnya data neraca berjalan Jepang telah mendorong naik USDJPY di hari Senin, berakhir menguat 52 pip di level 108.90. Di sesi Asia (9/3), USDJPY berpotensi dibeli menguji resisten 109.40 selama harga bertahan di atas level 108.90.Jika turun ke bawah level tersebut, USDJPY berpeluang dijual menguji support 108.65. Potensi rentang harga di sesi Asia: 108.65 – 109.40.

AUDUSD
Terbebani oleh sentimen menguatnya dollar AS telah menekan turun pergerakan AUDUSD di hari Senin, berakhir melemah 31 pip di level 0.7647. Di sesi Asia (9/3), AUDUSD berpotensi dijual menguji support 0.7620 selama harga bertahan di bawah level 0.7660.Jika naik ke atas level tersebut, AUDUSD berpeluang dibeli menguji resisten 0.7685. Potensi rentang harga di sesi Asia: 0.7620 – 0.7685.

Nikkei
Indeks Nikkei ditutup turun 290  poin di level 28865  pada hari Senin, karena pesimisnya data neraca berjalan Jepang dan melemahnya Wall Street. Di sesi Asia (9/3), Indeks Nikkei berpotensi dijual menguji support 28460 selama harga bertahan di bawah level 29100. Jika naik ke atas level tersebut dan yen Jepang terus melemah, indeks Nikkei berpeluang dibeli menguji resisten 29300. Potensi rentang harga di sesi Asia: 28460 – 29300.

Hang Seng

Indeks Hang Seng berakhir turun 376 poin di level 28668 pada hari Senin, terbebani oleh kejatuhan Wall Street dan melemahnya harga minyak mentah WTI. Di sesi Asia (9/3), Indeks Hang Seng berpotensi dijual menguji support 28320 selama harga bertahan di bawah level 28825. Jika naik ke atas level tersebut, indeks Hang Seng berpotensi dibeli menguji resisten 28980. Potensi rentang harga di sesi Asia: 28320 – 28980.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.