Selasa, 09 Juni 2020

  • Performa Pasar Obligasi Domestik Berlanjut Bearish. Seluruh indeks return obligasi Indonesia baik konvensional maupun sukuk bergerak negatif pada perdagangan Senin. Dari 43 seri SBN fixed rate yang beredar di pasar, 42 seri kompak mencatatkan koreksi harga dengan rata-rata perubahan turun sebesar –41,84bps. Yield SBN berpola bearish dengan rata-rata seluruh tenor (1-30tahun) naik sebesar +6,90bps. Kenaikan yield terbesar terjadi pada kelompok tenor panjang. Total volume perdagangan di pasar sekunder menurun menjadi Rp14,31tn (-15,67%). Begitu pula total frekuensi yang turun menjadi 987 transaksi (-19,23%). Pasar obligasi Indonesia berlanjut bearish hingga sesi penutupan. Pergerakan pasar lebih didorong oleh faktor trading pelaku pasar yang diperkirakan tengah mengalihkan dananya ke pasar saham. Pada perdagangan Senin ini, kinerja pasar saham (IHSG) menguat signifikan sebesar +2,48% ke level 5.070,56. Kurs spot Rupiah tercatat melemah ke level Rp13.885/US$ Tren pelemahan yang terjadi selama 3 hari beruntun pada pasar obligasi berpotensi mereda pada perdagangan Selasa. Pelaku pasar diperkirakan kembali akan memanfaatkan momentum penurunan harga yang terjadi untuk melakukan aksi beli. Pergerakan pasar juga masih diwarnai oleh beragam sentimen positif dari domestik maupun global. Namun disisi lain, tetap ada faktor negatif yang membayangi yakni resesi Jepang dan penyebaran Covid-19 yang tembus 7,1juta kasus.

EKONOMI GLOBAL

  • Pasar aset beresiko berpotensi melanjutkan reli kenaikan karena kepercayaan dalam pemulihan ekonomi mendorong Nasdaq ke rekor tinggi, meskipun keraguan tentang pengurangan pasokan minyak mentah kemungkinan akan menjaga harga minyak di bawah tekanan. Pasar telah didorong oleh laporan pekerjaan AS Mei pekan lalu yang menunjukkan penurunan mengejutkan dalam tingkat pengangguran, memperkuat pandangan bahwa penurunan terburuk telah berakhir dan bahwa ekonomi bergerak menuju rebound cepat.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak turun menguji level support di 1680 – 1685 karena minat yang meningkat pada aset beresiko di tengah outlook pulihnya ekonomi global. Level resisten harga emas berada pada kisaran 1705 – 1710.

MINYAK

Harga minyak berpotensi melanjutkan kenaikan menguji level resisten 39.45 – 40.30 karnea didukung oleh potensi meningkatnya permintaan di tengah outlook pulihnya ekonomi global. level support harga minyak mentah berada pada kisaran 37.85 – 37.00.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak naik menguji level 1.1330 – 1.1360 karena sentimen pelemahan dolar AS dan optimisme pasar terhadap dana pemulihan zona euro. Level support EURUSD berada pada kisaran 1.1230 – 1,1200.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang melanjutkan kenaikan menguji level resisten di 1.2750 – 1.2800 karena didukung oleh sentimen pelemahan dolar AS dan minat yang tinggi terhadap aset beresiko dari para pelaku pasar. Level support GBPUSD 1.22695 – 1.2665.

USDJPY

USDJPY berpeluang bergerak turun menguji level support di 107.80 – 107.35 karena outlook pelemahan dolar AS lebih lanjut. Level resisten USDJPY berada pada kisaran 108.90 – 109.25.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 0.7050 karena ditopang oleh data NAB Business Confidence yang dirilis lebih baik dari estimasi. level support AUDUSD berada pada kisaran 0.6925 – 0.69200.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.