Selasa, 08 Desember 2020

  • Performa Positif Berlanjut Mewarnai Pasar Obligasi. Seluruh indeks return obligasi domestik tipe konvensional kompak menguat di awal pekan ini. Harga SUN seri Fixed Rate bergerak mixed dengan rata-rata pada seluruh seri naik +4,45bps. Adapun rata-rata harga sukuk negara tercatat naik tipis +0,24bps. Kurva yield PHEI-IGSYC berpola mixed. Rata-rata yield pada seluruh tenor (1-30tahun) turun –0,61bps. Total volume transaksi obligasi di pasar sekunder turun –8,52% menjadi Rp21,32tn dan total frekuensi turun –8,87% menjadi 1.634 transaksi. Di akhir end of day, penguatan harga obligasi sedikit mereda dibanding sesi siang. Ditengah sentimen positif kabar vaksin Sinovac yang telah tiba di Indonesia, bayang-bayang tingginya kasus harian Covid-19 diduga menjadi salah satu penyebab meredanya penguatan tersebut. PSBB transisi Jakarta juga kembali diperpanjang hingga tanggal 21 Desember sebagai akibat masih tingginya kasus harian yang terjadi di Jakarta. Sentimen positif lain hari ini juga datang dari posisi cadangan devisa Indonesia bulan November yang relatif stabil yakni sebesar US$133,6miliar. Pasar obligasi berpotensi berlanjut bergerak menguat ditengah beragamnya sentimen. Sentimen positif masih dari euforia vaksin Sinovac, sementara tekanan datang dari tingginya kasus aktif Covid-19. Aktivitas perdagangan obligasi berpotensi menurun atau stagnan menjelang H-1 pelaksanaan pilkada secara serentak seluruh Indonesia.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Senin (07/12) ditutup menguat sebesar 2.07% ke level 5,930. Tercatat 364 saham menguat, 126 saham melemah dan 138 saham tidak mengalami perubahan harga dibandingkan closing hari sebelumnya. Volume perdagangan tercatat sebesar Rp. 17.32 Triliun. Adapun investor asing net sell sebesar Rp 359.45 M.

BONDS

  • Pada pedagangan hari Senin (07/12), harga SBN diperdagangkan relatif melemah dengan SBN seri benchmark tenor 5 dan 10 tahun mengalami pelemahan terbatas dengan yield yang turun 2bps. Sentimen yang mempengaruhi pelaku pasar yaitu terkait pemulihan ekonomi baik domestik maupun global yang didorong oleh paket stimulus fiskal Amerika Serikat (AS) yang diprediksi tidak terealisasi tahun ini. Rilis data cadangan devisa Indonesia yang turun (MoM) juga turut mempengaruhi pergerakan harga SBN dihari Senin.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Senin (07/12), Rupiah ditutup stagnan di level 14,105 dengan kurs acuan JISDOR di level 14,135 (prior:14,177) sedangkan harga SBN bergerak melemah terutama pada seri benchmark tenor 5 dan 10 tahun. Pergerakan Rupiah dan SBN tersebut salah satunya dipengaruhi oleh kekhawatiran pelaku pasar terkait paket stimulus fiskal Amerika Serikat (AS) yang diprediksi tidak dapat terealisasi tahun ini. Sentimen positif terhadap pergerakan Rupiah berasal dari pengadaan vaksin buatan Sinovac Biotech yang telah tiba di Indonesia sebanyak 1.2 juta dosis yang akan disusul dengan 1.8 juta dosis vaksin yang akan tiba awal Januari 2021. Pergerakan nilai tukar Rupiah dan harga obligasi juga masih dipengaruhi oleh aktivitas perekonomian Indonesia yang mengalami peningkatan dikuartal-IV yang didorong oleh belanja pemerintah.

Peluang Pergerakan

EMAS 

Harga emas berakhir naik $24.43 ke level $ 1862.42 pada akhir Senin setelah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap stimulus fiskal di AS dan memburuknya ketegangan antara AS dengan Tiongkok. Harga emas berpeluang untuk dibeli lebih lanjut, menargetkan resisten di $1870 di tengah sentimen pelemahan dolar AS karena ekspektasi pasar terhadap stimulus fiskal di AS. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1857 – $1870.

MINYAK 

Terbebani oleh kekhawatiran terhadap permintaan bahan bakar karena lonjakan kasus virus Covid-19 telah membuat harga minyak terkoreksi turun di hari Senin, hingga berakhir melemah $0.46 di level $45.63.  Harga minyak berpotensi dijual lebih lanjut, mengincar support di $45.20 di tengah sentimen kekhawatiran melambatnya permintaan bahan bakar karena meningkatnya kasus Covid-19 dan outlook meningkatnya produksi minyak Iran. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $45.20 – $46.10.

EURUSD 

EURUSD ditutup turun 13 pips di level 1.2108 di hari Senin, karena terbebani oleh outlook no-deal Brexit meskipun data ekonomi Jerman dan zona Euro dirilis hasilnya lebih baik dari estimasi. EURUSD berpeluang dibeli, membidik resisten di 1.2150 jika dominannya sentimen pelemahan dolar AS dibalik ekspektasi stimulus fiskal di AS. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.2070 – 1.2150.

GBPUSD 

Kembali di bayangi outlook no-deal Brexit setelah komentar pesimis dari PM Inggris Boris Johnson dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, telah membuat GBPUSD dalam tekanan turun pada hari Senin, hingga ditutup melemah 66 pips di level 1.3376. GBPUSD berpotensi untuk dibeli, mengincar resisten di 1.3400, seiring kembali munculnya harapan pasar terhadap negosiasi Brexit setelah dilaporkan PM Johnson akan mengunjungi Brussel dalam upaya terakhir menengahi kesepakatan pasca Brexit. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.3310 – 1.3400.

USDJPY 

USDJPY ditutup turun 11 pips ke level 104.07 di akhir sesi Senin, karena sentimen pelemahan dolar AS di tengah outlook stimulus fiskal di AS. USDJPY berpeluang dijual lebih lanjut, membidik support di 103.70 karena optimisnya data Current Account dan GDP Jepang yang telah dirilis pagi ini. Untuk hari ini sebaiknya pasar memperhatikan isu stimulus pemerintah Jepang yang berencana menggelontorkan paket stimulus tambahan sebesar 73 triliun yen yang dapat menggerakan harga. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 103.70 – 104.30.

AUDUSD 

AUDUSD ditutup melemah 4 pips di level 0.7421 karena terbebani oleh kekhawatiran pasar terhadap ketegangan dagang antara Australia dengan Tiongkok setelah Beijing melarang impor daging dari Australia. AUDUSD berpotensi untuk dibeli, mengincar resisten di 0.7460 karena data HPI dan NAB Business Confidence Australia yang dirilis pukul 7:30 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7380 – 0.7460.

NIKKEI

Indeks Nikkei berakhir turun 460 poin ke level 26385 di hari Senin, terbebani oleh sentimen menguatnya mata uang yen serta kekhawatiran terhadap ketegangan terbaru AS-Tiongkok. Indeks Nikkei berpeluang untuk dijual lebih lanjut, menargetkan support di 26250 di tengah outlook menguatnya mata uang yen dan ketegangan AS-Tiongkok. Untuk hari ini sebaiknya pasar memperhatikan isu stimulus pemerintah Jepang yang berencana menggelontorkan paket stimulus tambahan sebesar 73 triliun yen yang dapat menggerakan harga. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 26250 – 26520.

HANGSENG 

Indeks Hang Seng berakhir turun 316 poin di level 26509 pada sesi Senin, seiring pasar yang merespon kabar AS kembali menyiapkan sanksi untuk beberapa pejabat Tiongkok. Indeks Hang Seng berpotensi untuk dijual lebih lanjut, mengincar support di 26300 di tengah kekhawatiran terhadap ketegangan terbaru antara AS dengan Tiongkok. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 26300 – 26700.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.