Selasa, 07 Juli 2020

  • Menutup Perdagangan Senin, ICBI Menguat Tipis. Seluruh indeks returnobligasi Indonesia menguat tipis pada perdagangan awal pekan. Harga seri-seri SUN fixed rate bergerak variatif dengan rata-rata perubahan pada 43 serinya sebesar +3,62bps. Sedangkan rata-rata harga sukuk negara naik +0,19bps. Kurva yield SBN bergerak mixed. Rata-rata yield tenor 1-30 tahun turun tipis –0,27bps. Penurunan dipicu oleh rata-rata yield tenor pendek yang turun sebesar –5,82bps. Total volume transaksi turun sebesar –18,06% menjadi Rp12,37tn. Begitu juga total frekuensi yang turun –12,35% menjadi 944 transaksi. Terbatasnya pergerakan pasar yang disertai dengan penurunan aktivitas perdagangan mengindikasikan bahwa belum ada sentimen dominan lanjutan di pasar. Pelaku pasar diperkirakan tengah wait and see menyikapi ancaman Covid-19 gelombang kedua di beberapa negara. Pada perdagangan Senin, kurs spot Rupiah sanggup berbalik menguat ke level Rp14.490/US$ setelah sempat melemah pada Jumat lalu di level Rp14.523/US$.Today’s Outlook. Tren sideways diperkirakan akan berlanjut mewarnai pergerakan pasar pada perdagangan Selasa. Selain wait and see atas perkembangan kasus Covid-19 yang tak kunjung berhenti, pelaku pasar diperkirakan juga akan concern pada rilis data cadangan devisa domestik periode Juni. Sebagai informasi, pemerintah akan melelang 6 seri sukuk negara dengan target Rp7,00tn pada lelang perdana Q3-202 hari ini.
  • Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melakukan rangkaian uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) kepada 3 (tiga) calon Deputi Gubernur Bank Indonesia yaitu Juda Agung, Aida S. Budiman, dan Doni P. Joewono pada hari ini dan besok (7 s.d 8 Juli 2020) di Jakarta. Ketiga nama calon Deputi Gubernur Bank Indonesia tersebut diajukan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo kepada DPR RI sebagai calon pengganti Erwin Rijanto yang telah berakhir jabatannya pada bulan Juni 2020. Saat ini, Juda Agung menjabat sebagai Asisten Gubernur, Kepala Departemen Kebijakan Makrorudensial, Aida S. Budiman menjabat sebagai Asisten Gubernur, Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, dan Doni P. Joewono menjabat sebagai Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Sumber Daya Manusia.

EKONOMI GLOBAL

  • Di awal sesi Selasa (7/7), aset-aset berisiko nampak masih diminati, kembali tertopang oleh optimisme pemulihan ekonomi di Tiongkok yang nampak ekonominya tidak berimbas buruk di tengah kembali meningkatnya penderita baru wabah Korona. Pasar masih terfokus pada kebijakan moneter terkini RBA yang akan diumumkan siang hari ini. Reserve Bank of Australia dijadwalkan merilis kebijakan tingkat suku bunga acuan pada jam 11:30 WIB siang hari nanti, dengan ekspektasi tingkat suku bunga tetap pada 0.25%. Dengan pelaku pasar menantikan komentar dari pejabat RBA untuk petunjuk kondisi ekonomi Australia, yang menjadi penggerak bagi mata uang AUDUSD. Minat pasar terhadap aset berisiko, pada awal sesi Senin kemarin, tericu oleh aksi beli di bursa Shanghai, Tiongkok, dan memandang laju pemulihan ekonomi Tiongkok nampak lebih baik di tengah kembali meningkatnya julah penderita baru wabah Korona secara global, terutama di AS. Walau sikap pasar masih berhati-hati karena kembali memanasnya hubungan AS – Tiongkok di akhir pekan lalu.

Potensi Pergerakan

Emas
Harga emas mencatat penguatan $9,45 di sesi Senin, dengan masih berpeluang terkoreksi turun bila minat pasar terhadap aset berisiko masih meningkat di awal sesi hari ini, menguji level support pada kisaran $1769 – $1781. Level Resisten $1790 – $1800, bila pelemahan dolar AS masih berlanjut menopang minat beli aset logam emas.

Minyak
Harga minyak naik $0.27 pada sesi sempit kemarin.Bila minat pada aset berisiko dan optimisme pemulihan ekonomi global akan menopang permintaan minyak mentah, harga minyak berpeluang naik menguji resisten $41.00 – $43.00. Sebaliknya kekhawatiran meningkatnya cadangan minyak mentah mungkin menekan harga minyak turun menguji support  $39.00 – $40.00.

EURUSD
Mencatat penguatan 65 pips kemarin, EURUSD berpotensi naik di awal sesi Selasa, bila optimisme pada pemulihan ekonomi Tiongkok masih menopang minat pada aset berisiko, menguji resisten 1.1345 – 1.1370 . Level support pada kisaran 1.1235 – 1.1280.

GBPUSD
Setelah mencatat kenaikan 10 pips pada sesi yang sempit kemarin, GBPUSD kembali berpeluang naik di awal sesi Selasa bila minat pasar pada aset berisiko masih berlanjut, menguji resisten 1.2530 – 1.2575. Supoort pada kisaran 1.2400 – 1.2440.

USDJPY
Turun hanya 11 pips pada sesi Senin, USDJPY berpotensi turun menguji support 106.80 – 107.10 bila dolar AS masih tertekan. Resisten pada kisaran 107.75 – 108.00.

AUDUSD
Catat penguatan 35 pips pada sesi Senin, AUDUSD menantikan sinyal dari laporan tingkat suku bunga acuan RBA jam 11:30 WIB nanti, bila pernyataan RBA bernada hawkish, AUDUSD berpotensi naik menguji resisten 0.7000 – 0.7040. Support pada kisaran  0.6890 – 0.6930.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.