Selasa, 07 Januari 2020

  • Konflik Geopolitik AS-Iran Picu Koreksi Harga. Pasar obligasi tertekan pada perdagangan Senin. Indeks return obligasi negara dan komposit catatkan negative return harian disertai dengan imbal hasil/yield SBN yang bergerak mixed. Yield obligasi korporasi turut bergerak mixed namun performa indeks return-nya berhasil mencatatkan positive return Aktivitas perdagangan obligasi negara di pasar sekunder meningkat pada seluruh tenornya dengan dominasi aksi jual. Ekspektasi risiko global semakin meningkat setelah konflik geopolitik AS-Iran yang memanas. Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5-tahun Senin kemarin naik +1,24bps ke level 65,32. Nilai tukar Rupiah terhadap USD kembali terdepresiasi sebesar –14,0poin ke level Rp13.944/US$ (kurs spot Bloomberg). Koreksi harga dan tekanan naik yield diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan hari ini terpicu oleh konflik geopolitik antara AS dan Iran. Tegangnya hubungan politik antara AS dan Iran dikhawatirkan juga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi global.

EKONOMI GLOBAL

  • Meredanya ketegangan antara AS dengan Iran pasca adanya pernyataan dari pejabat Gedung Putih Kellyanne Conway yang mengatakan bahwa masih ada kemungkinan untuk AS negosiasikan kembali kesepakatan nuklir dengan Iran berpotensi kembali memicu permintaan terhadap aset berisiko dalam jangka pendek. Fokus lainnya pasar pada hari ini akan tertuju ke sejumlah data ekonomi penting seperti tingkat inflasi dan penjualan retail zona Euro yang dirilis pukul 17:00 WIB, data neraca perdagangan Kanada dan AS pukul 20:30 WIB serta data indeks non-manufaktur dan pesanan pabrik AS yang dijadwalkan pukul 22:00 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak turun dalam jangka pendek di tengah meredanya tensi di Timur Tengah dibalik adanya pernyataan yang positif dari Gedung Putih untuk menguji level support di $1550 – $1540. Namun, jika Timur Tengah kembali bergejolak, harga emas berpeluang untuk bergerak naik kembali untuk menguji level resisten di $1565 – $1575.

MINYAK

Harga minyak berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek selama belum adanya berita terganggunya suplai di Timur Tengah dibalik ketegangan yang melibatkan AS, Iran dan Irak untuk menguji level support di $62.40 – $61.80. Jika harga bergerak naik, level resisten berada di $63.20 – $63.80.

EURUSD

Kembalinya minat pasar terhadap aset berisiko serta optimisnya data indeks jasa dari zona Euro yang dirilis kemarin berpeluang menopang kenaikan EURUSD dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 1.1230 – 1.1300. EURUSD berpotensi bergerak turun jika data inflasi dan penjualan retail zona Euro yang dirilis pukul 17:00 WIB hasilnya lebih buruk dari estimasi untuk menguji level support di 1.1160 – 1.1090.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek seiring pasar yang kembali melihat adanya harapan untuk soft Brexit menjelang pertemuan antara PM Johnson dengan Presiden Komisi Eropa Ursula Von der Leyen di London pada hari Rabu untuk menguji level resisten di 1.3200 – 1.3260. Jika bergerak turun, level support terlihat di 1.3140 – 1.3080.

USDJPY

Pesimisnya data basis moneter Jepang yang dirilis pesimis serta sentimen risk appetite berpeluang mendorong kenaikan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 108.80 – 109.30. Jika bergerak turun, level support terlihat di 108.00 – 107.50.

AUDUSD

Perilisan data lowongan pekerjaan Australia yang lebih buruk dari periode sebelumnya berpeluang memicu penurunan AUDUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 0.6900 – 0.6840. Namun, AUDUSD berpeluang bergeraknaik jika pasar mempertimbangkan outlook kesepakatan dagang AS-Tiongkok untuk menguji level resisten di 0.6980 – 0.7030.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa , 07 Januari 2020 pukul 10.11 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.