Selasa, 06 Oktober 2020

  • Hari Pertama Perdagangan Pekan Ini, ICBI Ditutup Menguat +0,10%. Indeks return obligasi konvensional maupun sukuk masih ditutup menguat pada besaran yang hampir sama. Harga SUN seri Fixed Rate bergerak variatif pada rentang –20,12bps hingga +20,00bps dan mencatat rata-rata pada sebesar +0,37bps. Kurva yield PHEI-IGSYC berpola mixed. Rata-rata yield seluruh tenor (1-30tahun) tercatat naik +0,64bps. Transaksi obligasi di pasar sekunder menurun dari sisi total frekuensi yakni menjadi 977 transaksi (-5,51%). Sementara total volume meningkat menjadi Rp14,92tn (+4,93%). Pergerakan harga obligasi yang cenderung terbatas di hari pertama perdagangan pekan ini terpicu oleh belum adanya sentimen positif yang dominan.  Salah satu katalis yang mendorong pasar menguat adalah Rupiah yang menguat 65,0poin ke level Rp14.800/US$. Kabar kondisi kesehatan Presiden Trump yang membaik diperkirakan turut menjadi sentimen positif bagi pasar. Pasar obligasi dirediksi masih akan sideways terpicu oleh minimnya sentimen dominan dan agenda pidato gubernur Bank Sentral Eropa dan The Fed. Meski demikian, aktivitas pasar sekunder obligasi berpeluang semarak. Hari ini pemerintah akan melaksanakan lelang SBN perdana di Q4-2020 dengan target indikatif ditetapkan sebesar Rp20,00- 40,00tn. Sementara target kuartalannya ditetapkan sebesar RP212,93tn.
  • Harga SBN Indonesia cenderung mengalami pelemahan pada sebagian besar tenor benchmark. Yield SBN tenor 10 tahun mengalami kenaikan ke level 6.93% pada akhir bulan September dibandingkan penutupan bulan Agustus di level 6,85%. Kondisi ini berbanding terbalik dengan Nilai tukar Rupiah yang dalam waktu seminggu ditutup menguat tipis 0.13% ke level IDR 14.830/USD. Salah satu faktor melemahnya harga obligasi serta nilai tukar Indonesia dikarenakan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total untuk wilayah DKI Jakarta. PSBB dilakukan karena semakin meningkatnya kasus Covid-19 di DKI Jakarta dengan penambahan kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir sebanyak 8.409 kasus. Selain itu, Indonesia mengalami deflasi selama 3 bulan berturut-turut ditandai dengan rilis data bulan September 2020 terjadi deflasi bulanan sebesar 0,05% mom atau secara tahunan sebesar 1,42% yoy. Deflasi tiga bulan secara berturut-turut mencerminkan permintaan masih sangat lemah. Selanjutnya, terkait RUU Omnibus Law Cipta Kerja akan segera disahkan oleh DPR yang didalamnya terdapat 11 klaster yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dari luar negeri, kabar mengenai mulai membaiknya kondisi kesehatan Presiden AS Donald Trump setelah sebelumnya dilaporkan positif Covid-19 dan dilaporkan memburuk karena mengalami penurunan oksigen dalam darah dan demam tinggi menjadi kabar positif untuk pasar. Sebelumnya, Presiden Donald Trump dinyatakan positif Covid-19 saetelah ajudan pribadinya Hope Hicks dinyatakan positif Covid-19. Kabar kesehatan Presiden Donald Trump menjadi berita baik untuk pasar karena agenda pilpres AS tidak akan terganggu. Selain itu, Nancy Pelosi dan Steven Mnuchin gagal mencapai kesepakatan terkait stimulus fiskal virus Covid-19 senilai US$ 2.2 triliun. Pelosi menilai perlu dilakukan pembicaraan lebih ekstensif untuk mencapai kesepakatan.
  • Dari pergerakan yield di atas, yield SBN dibandingkan dengan satu minggu lalu bergerak naik untuk sebagian besar tenor benchmark. Yield SBN seri benchmark tenor 5 tahun (FR0081) bergerak naikke level yield 5.75 (prior 5.61), tenor 10 tahun (FR0082) berada di yield 6.88 , tenor 15 tahun (FR0080) berada di yield 7.40 dan seri benchmark FR0083 (20 tahun) turun ke yield 7.41 (prior 7.42).

EKONOMI GLOBAL

  • Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas ditutup naik $13.55 di level $1913.34 pada akhir sesi Senin, setelah dolar AS melemah karena harapan stimulus bantuan korona di AS. Harga emas berpeluang memperpanjang kenaikannya, mengincar resisten di $1920 di tengah menguatnya harapan tercapainya kesepakatan paket bantuan stimulus di AS setelah adanya pernyataan optimis dari partai Demokrat dan Gedung Putih. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1906 – $1920.

MINYAK

Harga minyak tertopang naik di sesi Senin, berakhir menguat $2.34 di level $39.35 karena sentimen minat aset berisiko dibalik membaiknya kesehatan Presiden Trump, outlook optimis stimulus AS dan terhentinya produksi minyak di Norwegia. Harga minyak berpotensi menjaga tren kenaikannya, membidik resisten di $39.80 di tengah outlook melemahnya dolar AS karena harapan akan tercapainya kesepakatan stimulus AS. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $38.80 – $39.80.

EURUSD

EURUSD ditutup  naik 68 pips ke level 1.1785 di sesi Senin, tertopang data indeks jasa dari berbagai negara di Zona Euro yang lebih baik dari perkiraan dan penolakan  Menteri Keuangan Jerman terhadap kemungkinan lockdown tahap 2 di sana. EURUSD berpeluang menguat lebih lanjut, membidik resisten di 1.1830 di tengah outlook melemahnya dolar AS karena outlook optimis akan tercapainya kesepakatan stimulus di AS. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.1750 – 1.1830

GBPUSD

GBPUSD berakhir naik 40 pips di level 1.2979 pada hari Senin, karena ditopang oleh sentimen optimisnya data indeks jasa Inggris serta melemahnya dolar AS. Kenaikan GBPUSD berpeluang berlanjut, menargetkan resisten di 1.3030 di tengah sentimen optimis kesepakatan Brexit serta outlook melemahnya dolar AS. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.2950 – 1.3030.

USDJPY

USDJPY ditutup naik 42 pips  ke level 105.74 di akhir sesi Senin karena meningkatnya minat pasar terhadap aset berisiko. USDJPY berpeluang untuk berbalik turun, membidik support di 105.40 jika dominannya sentimen pelemahan dolar AS. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 105.40 – 106.00.

AUDUSD

AUDUSD ditutup di level 0.7180 , menguat 17 pips di akhir perdagangan hari Senin, karena pelemahan dolar AS serta tingginya harga komoditas. AUDUSD berpotensi menjaga tren penguatannya, mengincar resisten di 0.7230 jika data Trade Balance Australia pukul 7:30 WIB dan keputusan moneter RBA pukul 10:30 WIB hasilnya optimis. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7150 – 0.7230.

NIKKEI

Indeks Nikkei berakhir naik 205 poin ke level 23390 semalam, tertopang penguatan pada bursa Wall Street setelah kabar optimisme stimulus bantuan korona AS. Kenaikan indeks Nikkei berpeluang berlanjut, membidik resisten di 23450 di tengah sentimen permintaan aset berisiko karena optimisme stimulus di AS. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 23300 – 23450

HANGSENG

Indeks Hang Seng catat kenaikan 82 poin ke level 23834 kemarin, tertopang penguatan bursa Wall Street setelah meningkatnya optimisme stimulus bantuan Korona AS. Indeks Hang Seng berpotensi naik lebih lanjut, mengincar resisten di 23960 di tengah meningkatnya permintaan aset berisiko karena optimisme pasar akan tercapainya kesepakatan stimulus di AS. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 23700 – 23960.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.