Selasa, 04 Mei 2021

  • Hari Pertama Perdagangan Di Bulan Mei, ICBI Ditutup Menguat +0,07%.  Seluruh indeks return obligasi konvensional maupun sukuk ditutup menguat. ICBI dan INDOBeXG-TR naik +0,07%. Harga 32 seri dari 46 SUN seri fixed rate bergerak menguat dalam rentang +0,60bps hingga +23,33bps. Meski demikian, secara keseluruhan rata-rata harga SUN FR naik tipis +0,94bps.  Yield obligasi negara bergerak bullish dengan rata-rata perubahan yield seluruh tenor (1-30tahun) turun sebesar –0,64bps. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder menurun dengan total volume Rp14,52tn (-16,38%) dan total frekuensi 1.234 transaksi (-15,07%). Harga obligasi sedikit menguat dibanding sesi siang. Sesuai dengan prediksi, meningkatnya data inflasi Indonesia April menjadi sebesar 1,42%yoy (0,13%mom) dan membaiknya kinerja industri manufaktur menopang penguatan harga. Meski demikian, penguatan yang terjadi tampak tertahan akibat kasus Covid-19 global yang terus meningkat yang dikhawatirkan dapat menghambat proses pemulihan ekonomi secara global. Today’s Outlook Ditengah membaiknya data inflasi dan kinerja industri manufaktur dalam negeri, pasar obligasi diprediksi berlanjut sideways dipicu wait and see data PDB Indonesia Q1 pertengahan pekan ini. Sementara itu, tekanan masih datang dari perkembangan Covid-19 di India yang semakin di luar kendali. Ditengah potensi melambatnya proses pemulihan ekonomi akibat lonjakan kasus Covid global, pasar diprediksi semakin mencermati hubungan politik antara AS dan China.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Pada perdagangan Senin (03/05) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5,952, turun 43 poin atau 0.72% dibanding hari sebelumnya. Total transaksi sebesar Rp. 9.23 triliun dengan investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell di seluruh pasar sebesar Rp. 18.95 miliar. Terdapat 190 saham menguat, 307 saham terkoreksi dan 144 lainnya stagnan. Sektor industri dasar mengalami pelemahan paling tinggi yaitu sebesar 1.73%.

BONDS

  • Harga obligasi pemerintah berdenominasi Rupiah diperdagangkan sideways cenderung melemah pada hari Senin (03/05). Yield SUN seri acuan naik pada kisaran 1 bps dengan yield SUN bertenor 15 tahun (FR0088) naik 1 bps ke level 6.41%. Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp 13.7 triliun, turun dari volume transaksi Jumat (30/04) sebesar Rp 15.8 triliun dan masih lebih rendah dari rata-rata transaksi harian secara year to date yang sebesar Rp 18.8 triliun. Pelaku pasar masih bersikap hati-hati akan potensi terjadinya inflasi global serta kebijakan moneter The Fed yang masih akan melakukan pelonggaran.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Senin (03/05), Rupiah dibuka di level 14,500 dengan kejadian pertama di 14,480 dan kurs acuan JISDOR di level 14,467 (prior : 14,453). Rupiah diperdagangkan pada range 14,455 -14,480. Pergerakan Rupiah dan SBN diperdagangkan sideways cenderung melemah didorong sentimen pelaku pasar yang berhati-hati terhadap potensi terjadinya inflasi global dan kelanjutan kebijakan moneter The Fed. Sentimen dalam negeri berasal dari kenaikan angka Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia April 2021 sebesar 54.6, naik dibandingkan bulan Maret 2021. Mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap Dolar AS. Yen Jepang melemah 0.28%, Dolar Singapura melemah 0.07%, Dolar Taiwan melemah 0.15% dan Won Korea Selatan melemah 1.00%.
  • Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan bahwa tidak ada dampak inflasi dari rencana pengeluaran pemerintah karena pengeluaran baru untuk keluarga dan infrastruktur akan tersebar selama beberapa tahun. Namun, belanja konsumen AS mengalami rebound pada Maret 2021 disebabkan masing-masing rumah tangga menerima tambahan uang bantuan Covid-19 dari pemerintah. Selain itu pelaku pasar juga merespon rilis data Markit US Manufacturing PMI yang lebih rendah dari prediksi (act 60.5 vs surv 60.7, prior 60.6) yang diperkirakan membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati. Sentimen lain berasal dari pernyataan Menteri LN AS Antony Blinken yang menganggap Tiongkok terus berkembang menjadi negara yang semakin kuat dan bertindak lebih agresif dan represif yang diprediksi akan menambah ketegangan antar 2 negara tersebut.

Peluang Pergerakan

EMAS 

Dollar AS yang melemah dan turunnya tingkat imbal hasil obligasi AS karena dipicu oleh pesimisnya data ISM Manufacturing PMI AS telah mendorong kenaikan harga emas di hari Senin, berakhir menguat $24.09 di level $1792.79. Harga emas berpeluang dibeli lebih lanjut pagi ini (4/5), menguji resisten psikologis di $1800 di tengah sentimen pelemahan dollar AS dan turunnya tingkat imbal hasil obligasi AS. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level $1786, berpeluang dijual membidik support di $1784. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1784 – $1800.

MINYAK

Ditopang optimisme pasar terhadap permintaan bahan bakar dan melemahnya dollar AS telah mendorong kenaikan harga minyak di hari Senin, berakhir menguat $1.02 di level $64.47. Harga minyak berpotensi dibeli lebih lanjut pagi ini (4/5), menguji resisten di $65.00 di tengah sentimen pelemahan dollar AS dan optimisme akan permintaan bahan bakar. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level $64.35, berpeluang dijual membidik support di $64.20. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $64.20 – $65.00

EURUSD
EURUSD berakhir naik 44 pip di level 1.2062 pada hari Senin karena dipicu oleh sentimen optimisnya data retail sales Jerman serta pelemahan dollar AS yang disebabkan pesimisnya data ISM Manufacturing PMI AS Aksi beli EURUSD berpeluang berlanjut pagi ini (4/5), menargetkan resisten di 1.2100 di tengah outlook pelemahan dollar AS. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 1.2020, berpeluang dijual membidik support di 1.2000. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.2000 – 1.2100.

GBPUSD

GBPUSD berakhir naik 89 pip ke level 1.3907 pada akhir perdagangan hari Senin, seiring dollar AS melemah karena laporan ISM Manufacturing PMI AS yang hasilnya di bawah ekspektasi. GBPUSD berpeluang dibeli lebih lanjut pagi ini (4/5), mengincar resisten di 1.3950 di tengah outlook pelemahan dollar AS. Namun, jika pasar mencemaskan kondisi politik di Skotlandia menjelang pemilu pekan ini, berpotensi membebani GBPUSD, menguji support di 1.3850. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.3850 – 1.3950.

USDJPY

Dipicu sentimen pelemahan dollar AS karena pesimisnya data ISM Manufacturing PMI AS telah mendorong turun USDJPY di hari Senin, berakhir melemah 26 pip di level 109.06. USDJPY berpotensi dijual lebih lanjut pagi ini (4/5), membidik support di 108.70 di tengah sentimen pelemahan dollar AS. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 109.35, berpeluang dibeli menargetkan resisten di 109.50. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 108.70 -109.50

AUDUSD

Ditopang sentimen pelemahan dollar AS karena pesimisnya data ISM Manufacturing PMI AS telah memicu kenaikan AUDUSD di hari Senin, hingga ditutup menguat 50 pip di level 0.7761. AUDUSD berpeluang dibeli lebih lanjut pagi ini (4/5), mengincar resisten di 0.7800 jika keputusan moneter terbaru dari bank sentral Australia pukul 11:30 WIB cenderung hawkish. Namun, jika hasilnya dovish, berpotensi memicu aksi jual menguji support di 0.7720. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7720 – 0.7800.

NIKKEI

Indeks Nikkei berakhir naik 205 poin di level 29065 pada hari Senin karena dipicu oleh aksi bargain hunting di tengah relinya harga minyak mentah. Indeks Nikkei berpeluang untuk dijual pagi ini (4/5), menguji support di 28900 di tengah kekhawatiran pasar terhadap memburuknya kasus Covid-19 global, khususnya di Jepang. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 29160, berpeluang dibeli menargetkan resisten di 29200. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 28900 – 29200.

HANGSENG

Indeks Hang Seng berakhir turun  87 poin di level 28349 pada hari Senin di tengah kekhawatiran pasar terhadap memburuknya kasus Covid-19 global. Indeks Hang Seng berpeluang dijual pagi ini (4/5), membidik support di 28200 di tengah kekhawatiran pasar terhadap melambatnya upaya vaksinasi di Hong Kong. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 28450, berpeluang dibeli mengincar resisten di 28500. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 28200 – 28500.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.