Selasa, 03 Oktober 2020

  • Pasar Obligasi Ditutup Menguat Paska Libur Panjang. Seluruh indeks return obligasi domestik ditutup menguat. ICBI naik +0,07% dan INDOBeXG-TR +0,06%. Rata-rata harga SUN seri Fixed Rate turun –3,75bps atau lebih kecil dari sesi siang. Yield obligasi negara berlanjut mixed dengan rata-rata pada seluruh tenor (1-30tahun) turun tipis –0,32bps. Total volume transaksi naik +28,61% menjadi sebesar Rp22,38tn. Sementara total frekuensi turun –2,64% menjadi 1.254 transaksi. Meredanya koreksi harga kelompok seri obligasi negara disebabkan oleh data inflasi Indonesia bulan Oktober yang relatif sesuai dengan konsensus yakni berada di level 0,07%mom atau 1,44%yoy. Namun, aksi wait and see hasil Pemilu Presiden di AS serta lockdown-nya beberapa negara di Eropa meyebabkan pasar sideways. Kurs spot Rupiah hari ini ditutup melemah 15,0poin ke level Rp14.640/US$. IHSG pada sesi kedua ditutup melemah –0,26% di level 5.115,13. Pada perdagangan hari ini pasar akan lebih banyak mencermati pelaksanaan Pilpres di AS serta hasil dari quick count-nya. Sehingga faktor trading diprediksi akan lebih banyak men-drive arah pergerakan pasar.
  • Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada bulan Oktober 2020 sebesar 0.07% (mom) atau 0.95% (ytd) dan 1.44% (yoy). Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan dari 90 kota IHK yang dipantau oleh BPS, 66 kota mengalami inflasi, dan 24 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi dikota Sibolga dengan inflasi sebesar 1.04% (mom). Sementara itu, inflasi terendah terjadi di DKI Jakarta, Cirebon, Bekasi, dan Jember yang masing–masing mengalami inflasi 0.01% (mom). Sebaliknya, dari 24 kota yang mengalami deflasi, deflasi terdalam terjadi dikota Manokwari dengan tingkat deflasi sebesar 1.81% (mom). Penurunan harga pada kota tersebut di dorong oleh penurunan tarif angkutan udara.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY vs IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Senin (02/11) ditutup melemah sebesar 0.26% ke level 5,115.13. Tercatat 94 saham menguat, 208 saham melemah dan 158 saham tidak mengalami perubahan harga di bandingkan penutupan hari sebelumnya. Volume perdagangan tercatat sebesar Rp. 9.57 Triliun. Adapun investor asing net sell sebesar Rp. 496.31 Milyar.

BONDS

  • Pada hari Senin (02/11), harga obligasi bergerak relatif sideways dengan seri benchmark tenor 10 dan 15 tahun ditutup stagnan sedangkan seri benchmark tenor 5 dan 20 tahun melemah terbatas dengan peningkatan yield sebesar 1 basis point. BPS mencatat pertumbuhan nilai inflasi pada bulan Oktober sebesar 0.07 % dibandingkan bulan lalu atau 1.44% secara tahunan. Selain itu, perpanjangan Generalized Systemof Preferences antar AS dan Indonesia meningkatkan optimisme pelaku pasar pada pemulihan ekonomi di Indonesia. Namun, sentimen pasar tertahan oleh ketegangan geopolitik yang terjadi dikanca internasional seperti konflik antara Turki dan Yunani, Korea Selatan dan Korea Utara serta China dan Filipina.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada perdagangan hari Senin (02/10), Rupiah di tutup melemah terhadap Dollar AS di level 14,640 (prior:14,625) dengan kurs acuan JISDOR di level 14,718 (prior:14,690). Di pasar obligasi, SBN di perdagangkan relatif sideways, seri benchmark  tenor 5 dan 20 tahun melemah terbatas dengan yield naik 1 basis point. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada bulan Oktober 2020 sebesar 0.07% (mom) atau 0.95% (ytd). Selain itu, Pemerintah Amerika Serikat (AS) memperpanjang fasilitas Generalized Systemof Preference (GSP) yang merupakan fasilitas  pembebasan tarif bea masuk yang di berikan oleh AS kepada Indonesia secara unilateral. Kedua hal tersebut menjadi stimulus positif terhadap program pemulihan ekonomi nasional. Namun, ketegangan geopolitik di beberapa negara dan kenaikan kasus COVID-19 di dunia masih menyebabkan pelaku pasar untuk wait and see khususnya menjelang pemilu Presiden AS pada 3 November 2020.

Peluang Pergerakan:

EMAS

Harga emas berakhir naik $ 16.68 di level $ 1895.63 pada hari Senin di tengah kekhawatiran pasar menjelang pilpres AS dan melonjaknya kasus Covid-19. Harga emas berpotensi beli dengan target kenaikan ke level resisten $1906 selama harga tidak mampu menembus level support $1890. Di bawah level $1890 harga emas berpotensi jual dengan target support $1881. Rentang  perdagangan potensial di sesi Asia $ 1881 – $1906.

MINYAK

Ditopang optimisnya data indeks manufaktur di negara-negara maju telah memicu kenaikan harga minyak di hari Senin, ditutup menguat $1.37 di level $37.09.  Harga minyak berpotensi beli dengan target kenaikan  level resisten 38.40 selama harga tidak mampu menembus level support $36.40. Di bawah level $36.40 harga minyak berpotensi jual dengan target support $35.80. Rentang  perdagangan potensial di sesi Asia $ 35.80 – $38.40.

EURUSD

Menguatnya dolar AS karena optimisnya data manufaktur AS dan kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19 telah menekan turun EURUSD di hari Senin, berakhir melemah  8 pips di level 1.1641.  EURUSD berpotensi beli dengan target kenaikan level resisten 1.1700 selama harga tidak mampu menembus level support 1.1620. Di bawah level 1.1620 EURUSD berpotensi jual dengan target support 1.1575. Rentang  perdagangan potensial di sesi Asia 1.1575 – 1.1700.

GBPUSD

Kekhawatiran pasar terhadap lonjakan kasus Covid-19 dan kebijakan lockdown di Inggris telah berimbas negatif terhadap pergerakan GBPUSD di hari Senin, ditutup melemah 27 pips di level 1.2919. GBPUSD berpotensi beli dengan target kenaikan level resisten 1.2975 selama harga tidak mampu menembus level support 1.2895. Di bawah level 1.2895 GBPUSD berpotensi jual dengan target support 1.2860. Rentang  perdagangan potensial di sesi Asia 1.1575 – 1.1700.

USDJPY

Dominasi menguatnya dolar AS karena optimisnya data manufaktur AS telah memicu penguatan USDJPY di hari Senin, berakhir naik 13 pips di level 104.76.  USDJPY berpotensi jual dengan target penurunan level support 104.30 selama harga tidak mampu menembus level resisten 104.85. Di bawah atas level 104.85 USDJPY berpotensi beli dengan target resisten  105.05. Rentang  perdagangan potensial di sesi Asia 104.30 – 105.05.

AUDUSD

Optimisnya data ijin membangun di Australia serta tingginya harga komoditas seperti emas dan tembaga telah mendorong naik AUDUSD di hari Senin, ditutup naik 30 pips di level 0.7058. AUDUSD berpotensi beli dengan target kenaikan level resisten 0.7100 selama harga tidak mampu menembus level support 0.7035. Di bawah level 0.7035 AUDUSD berpotensi jual dengan target support 0.7010. Rentang  perdagangan potensial di sesi Asia  0.7010 – 0.7100.

NIKKEI

Indeks Nikkei berakhir naik 195 poin di level 23395 pada hari Senin, dipicu oleh optimisnya data indeks manufaktur Jepang  dan tingginya harga minyak mentah.  Indeks Nikkei  berpotensi beli dengan target kenaikan level 23680  resisten  selama harga tidak mampu menembus level support 23325. Di bawah level 23325  Indeks Nikkei  berpotensi jual dengan target support 23210. Rentang  perdagangan potensial di sesi Asia  23210 – 23680.

HANG SENG

Optimisnya data indeks manufaktur Tiongkok yang dirilis oleh Markit telah menjadi katalis positif untuk kinerja indeks Hang Seng di hari Senin, ditutup menguat 266 poin di level 24404.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.