Selasa, 01 September 2020

  • Sesi Perdagangan Akhir Bulan, Pasar Obligasi Indonesia Menguat Terbatas. Indeks return obligasi Indonesia didominasi penguatan secara terbatas. Hanya indeks return korporasi yang mencatat penurunan tipis. Harga seri-seri SBN fixed rate turut didominasi kenaikan dengan rata-rata perubahan naik sebesar +11,53bps. Yield SBN berpola bullish dengan rata-rata pada seluruh tenor 1-30tahun turun tipis sebesar –2,38bps. Penurunan yield terjadi pada seluruh kelompok tenor. Total volume perdagangan di pasar sekunder meningkat menjadi Rp20,25tn (+16,56%). Sementara total frekuensi turun menjadi 1.128 transaksi (-7,31%). Seiring belum munculnya sentimen lanjutan di pasar, penguatan terbatas hari ini diperkirakan karena aksi trading pasar memanfaatkan penurunan harga SBN yang telah terjadi sejak 3 hari terakhir. Pada perdagangan Senin, kurs spot Rupiah sanggup menguat 69poin ke level Rp14.563/US$. Pada perdagangan Selasa, pasar obligasi berpotensi masih bergerak dalam rentang terbatas. Pelaku pasar akan concern pada indikator inflasi Indonesia yang diproyeksikan kembali menurun. Pasar juga masih akan dibayangi isu seputar kekhawatiran resesi ekonomi paska masih masifnya penyebaran Covid-19 khususnya di Jakarta. Sebagai informasi, Selasa ini pemerintah kembali melelang 5 seri sukuk negara (1 seri new issuance dan 4 seri PBS reopening) dengan target indikatif Rp8,00tn.
  • Kementerian Keuangan Jepang dan Bank Indonesia pada hari ini (31/8) secara resmi memulai implementasi kerangka kerja untuk mendorong penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian transaksi perdagangan bilateral dan investasi langsung antara Indonesia dan Jepang. Kerangka kerja ini disusun berdasarkan Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan Jepang pada 5 Desember 2019. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong penggunaan mata uang lokal secara lebih luas dalam transaksi perdagangan dan investasi langsung di antara kedua negara. Implementasi kerangka kerja ini menjadi tonggak sejarah penting dalam upaya penguatan kerja sama keuangan antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan Jepang. Kerangka kerja tersebut meliputi, antara lain, upaya mendorong penggunaan kuotasi langsung (direct quotation) dalam transaksi antara mata uang Rupiah dan Yen, serta relaksasi regulasi tertentu untuk mendorong penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian perdagangan dan investasi langsung antara Indonesia dan Jepang. Untuk mendukung operasionalisasi kerangka kerja ini, Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan Jepang telah menunjuk beberapa bank di negara masing-masing untuk berperan sebagai Appointed Cross Currency Dealer (ACCD). Bank-bank tersebut dipandang telah memenuhi syarat dan memiliki kemampuan untuk memfasilitasi transaksi antara Rupiah dan Yen sesuai kerangka kerja yang disepakati oleh kedua pihak. Bank-bank di Indonesia yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebagai ACCD adalah MUFG Bank, Ltd, Jakarta Branch; PT. Bank BTPN, Tbk; PT. Bank Central Asia (Persero), Tbk; PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk; PT. Bank Mizuho Indonesia; PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk; dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Ada pun bank-bank di Jepang yang ditunjuk oleh Kementerian Keuangan Jepang sebagai ACCD adalah Mizuho Bank, Ltd; MUFG Bank, Ltd; PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Tokyo Branch; Resona Bank, Ltd; dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation.
  • Perekonomian global dan domestik mulai menunjukkan tanda perbaikan setelah mengalami tekanan berat pada triwulan II 2020 sejalan dampak pandemi Covid-19. Menyikapi perkembangan tersebut dan hasil asesmen keseluruhan, Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur tanggal 18-19 Agustus 2020 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 4,00% serta menekankan pada jalur kuantitas melalui penyediaan likuiditas untuk mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi COVID-19, termasuk dukungan BI kepada Pemerintah dalam mempercepat realisasi APBN tahun 2020. Demikian intisari Laporan Kebijakan Moneter triwulan II 2020 yang diterbitkan pada Jumat 28 Agustus 2020. Perekonomian global mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan, meskipun terdapat ketidakpastian di pasar keuangan. Perkembangan terkini mengindikasikan perbaikan ekonomi mulai terlihat di beberapa negara, khususnya di Tiongkok, didorong dampak penyebaran pandemi Covid-19 yang telah berkurang dan stimulus kebijakan fiskal yang besar. Sementara itu, ketidakpastian pasar keuangan global meningkat didorong kekhawatiran terhadap terjadinya gelombang kedua pandemi Covid-19, prospek pemulihan ekonomi global, dan kenaikan tensi geopolitik AS – Tiongkok. Perbaikan pertumbuhan ekonomi domestik mulai terindikasi pada Juli 2020 setelah mengalami kontraksi pada triwulan II 2020. Pada semester II 2020, pertumbuhan ekonomi domestik diprakirakan membaik, didorong oleh kenaikan permintaan domestik sejalan relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), peningkatan realisasi APBN sebagai stimulus kebijakan fiskal, berlanjutnya stimulus kebijakan moneter, kemajuan dalam restrukturisasi kredit dan dunia usaha, serta dampak positif meluasnya penggunaan media digital. Ketahanan perekonomian Indonesia tetap baik. Hal itu tercermin pada Neraca Pembayaran Indonesia yang mencatat surplus, cadangan devisa yang meningkat, dan nilai tukar Rupiah yang tetap terkendali dengan mekanisme pasar yang berjalan baik. Sementara itu, inflasi tetap rendah dipengaruhi permintaan domestik yang lemah. Kondisi likuiditas perbankan juga lebih dari cukup dengan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, meskipun risiko dari dampak meluasnya penyebaran Covid-19 terhadap stabilitas sistem keuangan terus dicermati. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus diperkuat untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

EKONOMI GLOBAL

  • AUDUSD diperdagangkan mendekati level tertinggi dua tahun terhadap greenback menjelang pertemuan kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA) pada Selasa (1/9/2020) untuk mengukur pandangan pembuat kebijakan tentang ekonomi.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berakhir naik $3.02   di level $1967.93  pada hari Senin, dipicu oleh sentimen pelemahan dolar AS karena The Fed di perkirakan akan menerapkan kebijakan bunga rendah dalam waktu yang lama, harga emas berpeluang naik menguji resisten di 1980 – 1990. Level support harga emas berada pada 1955 – 1945.

MINYAK

Harga minyak berakhir turun  $0.11 di level $ 42.82 karena kekhawatiran akan melambatnya permintaan dan meningkatnya aktivitas rig AS, harga minyak berpotensi turun menguji level support 42.00 – 41.50. Level resisten harga minyak berada pada level 43.50 – 44.00.

EURUSD

EURUSD ditutup naik 31 pips di level 1.1936 karena didukung pelemahan dolar AS, EURUSD berpeluang lanjutkan kenaikan menguji level resisten di 1.1975 – 1.2000 bila data – data zona zona euro dirilis lebih baik dari perkiraan. Bila bergerak turun EURUSD berpeluang menguji support 1.1885 – 1.1860.

GBPUSD

GBPUSD ditutup menguat 17  pips di level 1.3368 karena aksi jual terhadap dolar AS yang terus berlangsung. GBPUSD berpotensi untuk melanjutkan kenaikan hari ini untuk menguji level resisten di 1.3420 – 1.3460. Level Support EURUSD berada pada kisaran 1.3300 – 1.3280.

USDJPY

USDJPY berakhir naik 55 pips  di level 105.91 pada hari Senin karena pesimisnya data penjualan retail Jepang. USDJPY berpotensi turun menguji level support 105.50 – 105.00 karena positifnya data Jepang. Level resisten USDJPY berada pada kisaran 106.30 – 106.60.

AUDUSD

Sentimen melemahnya dolar AS dan optimisnya data ekonomi Australia dan Tiongkok telah menopang kenaikan AUDUSD sebesar 9 pips di level 0.7375. Bila RBA melakukan pemangkasan suku bunga pada pukul 11:30 WIB AUDUSD berpotensi turun menguji support 0.7325 – 0.7300.

Nikkei

Indek Nikkei  berakhir menguat pada hari Senin,  sebesar 130 poin di level 23070 karena aporan data produksi industri Jepang yang dirilis lebih baik dari perkiraan, indeks Nikkei berpotensi bergerak turun menguji level support 22795 – 22700. Level  resisten indeks Nikkei berada pada level 23315 – 23450.

Hang Seng

Indeks Hang Seng ditutup melemah 439 poin di level 24978 pada hari Senin karena  kekhawatiran terhadap prospek perbankan Tiongkok. indeks Hang Seng berpotensi bergerak turun menguji level support 24610 -24450. Level resisten indeks Hang Seng berada pada kisaran 25330 – 25475.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 01/09/2020 pukul 10.11  WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.