Ratusan Rumah Tidak Layak Huni Direhab CSR Bank Jateng

Ratusan Rumah Tidak Layak Huni Direhab – CSR Bank Jateng

WONOSOBO- Gubernur Ganjar Pranowo menyerahkan bantuan CSR Bank Jateng untuk ratusan rumah tidak layak huni di Wonosobo, Sabtu (17/7). Bantuan rumah tidak layak untuk warga Wonosobo sebesar Rp 2,2 miliar itu digelontorkan untuk sebanyak 147 unit rumah yang tersebar di berbagai desa.

Didampingi Dirut Bank Jateng Supriyatno, gubernur Ganjar menyerahkan bantuan bersamaan dengan petik perdana panen tembakau di desa Butuh, kecamatan Kalikajar.

Usai penyerahan secara simbolis, Supriyatno menyampaikan bantuan untuk rumah tidak layak huni tersebut menjadi salah satu progam penting untuk mendukung pengentasan kemiskinan di Jateng.

“Di Jateng terutama daerah-daerah kantung kemiskinan kami bantu. Khususnya CSR kita saat ini fokus RTLH dan jambanisasi. Ternyata masih banyak warga kita yang belum memiliki jamban sehingga kami terpanggil untuk membantu,” katanya.

Dia mengatakan setidaknya terdapat 14 zona kemiskinan di Jateng yang akan di bantu Bank Jateng dalam progam serupa. Sebelum di Wonosobo, imbuhnya, bantuan yang sama juga diberikan kepada warga kurang mampu di Temanggung. “Selain itu kami mengetuk pintu kepada intitusi lain yang mempunyai keterpanggilan terhadap isu-isu kemiskinan. Pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara bersama-sama,” ungkapnya.

Bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Pembuatan Jamban sebanyak 147 unit rumah di Wonosobo sebesar Rp 2.205.000.000 dengan masing-masing Rp.15.000.000.

Adapun rincian lokasi para penerima RTLH di Kabupaten Wonosobo yaitu 15 warga di Desa Sendangsari Garung, 22 warga di Desa Tanjunganom Kaliwiro, 30 warga di Kelurahan Kepil Kepil, 20 warga di Desa Bumirejo, 20 di desa Deroduwur dan 20 di desa Sojopuro Mojotengah. Selain itu juga bantuan diberikan untuk 20 rumah warga di desa Kalikarung Kalibawang.

Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagiyo yang hadir dalam acara menyampaikan bantuan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Jambanisasi ini sangat penting dan perlu ditiru lembaga lain. “Bantuan ini dapat meningkatkan kesehatan, kesejahteraan serta kualitas hidup masyarakat penerima bantuan,” katanya.

Selain RTLH Bank Jateng diharapkan turut serta dalam progam-progam pemda penanggulangan kemiskinan lainnya. Menurutnya selama ini sinerginya sudah berjalan dengan baik dan akan terus ditingkatkan.

Adapun total penyaluran Dana Sosial Bank Jateng Januari- Juli 2019 sebesar Rp 12,7 miliar. Sedangkan khusus untuk Kabupaten Wonosobo dengan tahun-tahun sebelumnya total sebesar Rp 2,8 miliar. (kim)