Rabu, 30 Oktober 2019

  • Ketiga indeks return obligasi Indonesia tipe konvensional berlanjut menguat. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik sebesar +0,08% ke level 271,5948. Begitu pula dengan INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) yang naik +0,08% ke level 266,6038 serta INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) yang juga naik +0,08% ke level 294,7876. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak bullish dengan rata-rata yield pada tenor 1-30 tahun turun sebesar –1,58bps. Masing-masing kelompok tenor mencatat penurunan rata-rata yield sebesar: pendek (<5tahun) –3,36bps; menengah (5-7tahun) –0,22bps; dan panjang (>7tahun) –1,45bps. Akhir sesi end of day kemarin INDOBeXG-Effective Yield berada di level 6,9549 (–0,0156poin). Harga seri SUN benchmark bergerak variatif. Harga FR0077 dan FR0079 terkoreksi sebesar –10,00bps dan –4,48bps sedangkan harga FR0078 dan FR0068 naik sebesar +3,93bps dan +5,46bps. Harga SUN seri FR dan ORI secara keseluruhan juga didominasi penguatan dengan rata-rata sebesar +8,77bps. Oleh karena itu pada perdagangan kemarin, INDOBeXG-Clean Price menguat +0,07% ke level 115,1617. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder cenderung stagnan dari sisi total volume yakni hanya naik sebesar +0,40% menjadi Rp13,10tn. Sementara itu total frekuensi naik sebanyak +14,52% menjadi 852 transaksi. Pada transaksi SUN benchmark, total volume turun –1,60% menjadi sebesar Rp2,31tn dalam 100 transaksi. Seri FR0076 masih menjadi SBN teraktif dengan 98 transaksi. Sedangkan total volume terbesar senilai Rp2,09tn dicatat seri FR0082. Dari korporasi, seri IMFI03BCN2 dan PPLN03ACN4 menjadi seri teraktif dengan 4 transaksi sekaligus mencatat volume terbesar senilai Rp60miliar. Penguatan secara terbatas masih terjadi pada pasar obligasi Indonesia. Kondisi tersebut tercermin dari tipisnya perubahan imbal hasil obligasi negara seluruh tenor yang hanya bergerak pada rentang +0,03bps hingga –4,38bps serta tipisnya perubahan indeks return negara baik obligasi konvensional maupun sukuk yang hanya berubah pada kisaran +0,08% hingga +0,11%. Faktor positif di pasar diperkirakan masih berasal dari terjaganya persepsi positif investor terkait hubungan US-China dimana US akan mengkaji perpanjangan penundaan tarif bea masuk produk asal China yang akan berakhir 28 Desember 2019. Namun, wait and see investor jelang pengumuman rilis FOMC Meeting kamis esok dan data awal pertumbuhan ekonomi US turut membayangi pergerakan pasar dalam negeri. Sebagai informasi, pemerintah telah melaksanakan lelang SBSN pada selasa kemarin dimana penawaran masuk mencapai Rp35,92tn dan dana yang berhasil diserap pemerintah mencapai Rp7,43tn. Pasar obligasi dalam negeri diperkirakan masih bergerak stagnan pada perdagangan Rabu ini. Kondisi tersebut diperkirakan karena concern pasar terhadap beragam isu dari global yakni terkait rilis FOMC Meeting esok hari, data awal GDP US Q3-2019, dan wait & see pelaku pasar terhadap perkembangan terbaru penyelesaian hubungan dagang US-China.

EKONOMI GLOBAL

  

  • Parlemen Inggris telah menyetujui pelaksanaan pemilu pada 12 Desember mendatang, seperti yang diajukan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, sebagai syarat penundaan Brexit ke tanggal 31 Januari 2020, memberikan dorongan optimis kelancaran pelaksanaan Brexit dengan perjanjian yang sudah dirancangkan akhir bulan lalu. Fokus utama pasar hari ini adalah pengumuman kebijakan suku bunga Federal Reserve malam nanti, yang diharapkan memberikan kejutan di pasar. Data -data penggerak lainnya untuk hari ini diantranya: Data CPI pereliminari Jerman yang berpeluang angkat EURUSD bila dirilis lebih baik dari ekspektasi. ADP Non-farm AS berpeluang menurunkan harga emas bila hasil yang dirilis lebih baik dari ekspektasi. Diikuti laporan pertumbuhan GDP AS yang diekspektasinya turun, berpotensi angkat harga emas. Bank of Canada akan merilis kebijakan suku bunganya malam nanti, bila terjadi pemangkasan suku bunga berpeluang angkat USDCAD naik. Data cadangan minyak mentah AS akan dirilis malam nanti, bila terjadi penyusutan cadangan berpotensi mendukung kenaikan harga minyak. BOC akan mengadakan konferensi Pers terkait kebijakan suku bunganya, bila bernada dovish, berpeluang angkat USDCAD naik. Lewat tengah malam, Federal Reserve AS akan merilis tingkat suku bunga acuan AS, harga emas berpotensi naik bila Fed memangkas tingkat suku bunganya. 30 menit setelahnya Ketua The Fed akan berpidato terkait kebijakan suku bunga tersebut, bila bernada dovish harga emas berpotensi naik.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi turun menguji support $1480 – $1484 setelah optimisme Brexit dapat terlaksana dengan lancar .Level resisten harga emas pada kisaran $1495 – $1500.

MINYAK

Kekhawatiran tingkat cadangan minyak mentah AS yang tinggi berpotensi menekan harga minyak menguji support $54.50 – $54.70. Level Resisten pada kisaran $55.85 – $56.00. Dengan fokus pada data cadangan minyak mentah AS malam nanti.

EURUSD

Disetujuinya penundaan Brexit dan rencana pemilu Inggris memberikan tanggapan positif bagi EURUSD, berpotensi naik menguji resisten 1.1150 – 1.1200. Level support pada kisaran 1.1030 – 1.1070.

GBPUSD

Disetujuinya penundaan Brexit dan rencana pemilu Inggris memberikan tanggapan positif bagi GBPUSD, berpeluang menguji resisten . 1.2925 – 1.3000. Level support pada kisaran 1.2750 – 1.2800.

USDJPY

Didukung data penjualan ritel Jepang yang lebih baik dari ekspektasi, USDJPY berpotensi turun menguji support 10830 – 108.50. Level Resisten pada kisaran 109.00 – 109.50.

AUDUSD

Data CPI Australia yang dilaporkan stabil membantu penguatan AUDUSD, berpotensi menguji resisten 0.6900 – 0.6930. Level Support pada kisaran 0.6775 – 0.6810.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 30/10/2019 pukul 11.14 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.