Rabu, 30 Desember 2020

  • Sesi Perdagangan Selasa, ICBI Kembali Catatkan Positive Return Harian. Seluruh indeks returnobligasi domestik baik konvensional maupun sukuk ditutup menguat. Harga SUN seri Fixed Ratemasih didominasi penguatan dengan rata-rata pada seluruh seri naik sebesar +12,26bps. Sedangkan rata-rata harga sukuk negara naik +15,48bps. Kurva yieldPHEI-IGSYC berpola bullishdengan rata-rata perubahan tenor 1-30tahun turun –2,06bps. Penurunan yield terbesar terjadi pada tenor pendek. Total volume transaksi obligasi di pasar sekunder naik +32,60% menjadi Rp25,05tn sementara total frekuensi turun –21,23% menjadi 1.169 transaksi. Tren bullish pasar obligasi Indonesia yang bertahan hingga perdagangan Selasa diperkirakan masih terpicu oleh berita dari global yakni rancangan stimulus tahap berikutnya dari AS berupa skema bantuan tunai langsung paska penandatangan stimulus fiskal minggu lalu. Apresiasi kurs spot Rupiah ke level Rp14.130/US$ diperkirakan turut menambah penguatan pasar SBN. Perdagangan Selasa, indikator risiko pasar yang tercermin dari CDS Indonesia 5-tahun turun –1,78bps ke level 67,75. Today’s OutlookMenutup hari terakhir perdagangan tahun 2020, pasar obligasi Indonesia diperkirakan bergerak terbatas. Selain karena minim sentimen lanjutan dan meredanya euforia positif dari global, pelaku pasar diperkirakan akan concern dan wait & see terhadap isu kembali diberlakukannya kebijakan “emergency brake” di Jakarta paska peningkatan kasus yang cukup signifikan.
  • Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tetap tinggi pada November 2020, didukung oleh komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi. Posisi M2 pada November 2020 tercatat sebesar Rp6.817,5 triliun, atau tumbuh sebesar 12,2% (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 12,5% (yoy). Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan M1 yang melambat menjadi sebesar 15,8% (yoy) dari pertumbuhan pada Oktober 2020 sebesar 18,5% (yoy), sejalan peredaran uang kartal dan simpanan giro Rupiah yang melambat. Sementara itu, pertumbuhan uang kuasi mengalami peningkatan, dari 10,7% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 11,1% (yoy) pada November 2020. Berdasarkan faktor yang memengaruhi, pertumbuhan M2 pada November 2020 didorong oleh peningkatan aktiva dalam negeri bersih di tengah perlambatan aktiva luar negeri bersih. Aktiva dalam negeri bersih tumbuh sebesar 12,9% (yoy) pada November 2020, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 12,0% (yoy). Perkembangan ini ini didorong oleh peningkatan pertumbuhan lainnya bersih, terutama pembelian SBN oleh Bank Indonesia dan pertumbuhan ekspansi keuangan pemerintah yang masih tinggi. Sementara itu, pertumbuhan kredit[1] pada November 2020 tercatat masih mengalami kontraksi sebesar 1,7% (yoy), turun dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar -0,9% (yoy) sejalan dengan permintaan yang masih belum kuat. Di sisi lain, aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 10,3% (yoy) pada November 2020, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan Oktober 2020 sebesar 13,9% (yoy).

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Selasa (29/12) ditutup melemah sebesar 0.94% ke level 6,036. Tercatat 154 saham menguat, 331 saham melemah dan 137 saham tidak mengalami perubahan harga dibandingkan closing hari sebelumnya. Volume perdagangan tercatat sebesar Rp. 14.68 Triliun. Adapun investor asing net sell sebesar Rp 359.55 M.

BONDS

  • Pada perdagangan hari Rabu (30/12), harga SBN diprediksi bergerak sideways dengan kencenderungan menguat. Sentimen global yakni penandatanganan stimulus AS senilai US$900 miliar masih menjadi salah satu pendorong optimism investor. Selain itu, rencana peluncuran Sovereign Wealth Fund (SWF) yang bernama Indonesia Investment Authority (INA) nantinya dapat menjadi sumber pembiayaan baru untuk pembangunan Indonesia kedepan yang tidak hanya berbasis pinjaman tapi bisa dalam bentuk penyertaan modal atau saham dan berdampak positif bagi perusahaan BUMN terutama sector infrastruktur & energy sehingga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Indonesia.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Selasa (29/12), Rupiah ditutup menguat ke level 14,130 dengan kurs acuan JISDOR dilevel 14,169 (prior:14,184) dan harga SBN bergerak menguat pada seri benchmark tenor 5, 10 dan 15tahun. Kenaikan kasus covid-19 di Indonesia dan kebijakan penutupan pintu masuk bagi WNA periode 01-14 Januari 2021 menjadi perhatian investor. Kekhawatiran akan diberlakukannya kembali pengetatan PSBB yang dapat berdampak pada penurunan aktivitas perekonomian Indonesia membuat investor berhati-hati dalam berinvestasi. Sementara itu, bursa saham Amerika Serika ditutup menguat pada perdagangan hari Selasa (29/12) setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani paket stimulus senilai US$ 900 miliar dan adanya ekspektasi usulan stimulus tambahanakan disepakati di Senat AS.
  • Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup naik pada perdagangan Selasa (29/12) yang didorong ekspektasi usulan stimulus tambahan oleh Presiden AS Donald Trump akan disepakati Senat. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0.4% ke level 30,523, Indeks S&P 500 naik 0.45% ke level 3,752 dan Nasdaq naik 0.44% ke level 12,956. Optimisme investor semakin tinggi pasca Presiden AS Donald Trump menandatangani paket stimulus senilai US$ 900 miliar, yang didalamnya juga termasuk bantuan langsung tunai (BLT) senilai US$ 600 ke warga AS. DPR AS melalui pemungutan suara menyepakati kenaikan nilai BLT menjadi US$ 2.000 per orang. Namun, kenaikan tersebut masih menunggu persetujuan Senat terlebih dahulu.

Peluang Pergerakan

EMAS 

Harga emas berakhir naik $4,81 ke level $1878,12 di hari Selasa. Dolar AS yang melemah karena stimulus fiskal AS mendukung penguatan harga emas. Di sesi Asia, harga emas berpeluang untuk dibeli lebih lanjut, menargetkan resisten di $1885 karena sentimen pelemahan dolar AS tersebut. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1870 – $1885.

MINYAK

Harga minyak berakhir naik $0.39 di level $48,07 pada hari Selasa, ditopang optimisme pemulihan ekonomi AS karena disetujuinya stimulus bantuan ekonomi AS dan kabar pembahasan dana bantuan tambahan. Harga minyak berpeluang dibeli lebih lanjut di sesi Asia, mengincar resisten di $48.50 karena turunnya inventori minyak mentah AS dalam laporan American Petroleum Institute (API) semalam yang menunjukkan penyusutan cadangan sebesar 4.7 juta barel. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $47.70 – $48.50.

EURUSD 

Optimisme pasar terhadap kesepakatan Brexit dan lemahnya dolar AS karena outlook stimulus AS yang lebih besar telah menopang EURUSD di hari Selasa hingga berakhir naik 35 pip di level 1.2248. EURUSD berpeluang dibeli lebih lanjut di sesi Asia, menguji level resisten di 1.2290 karena sentimen pelemahan dolar AS tersebut. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.2210 – 1.2290.

GBPUSD

GBPUSD berakhir naik 43 pip ke level 1.3499 pada hari Selasa, karena sentimen positif dari stimulus fiskal AS dan kesepakatan dagang Brexit. Dengan alasan yang sama, di sesi Asia, GBPUSD berpotensi dibeli lebih lanjut, membidik resisten di 1.3540. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.3460 – 1.3540.

USDJPY 

Lesunya kinerja dolar AS karena outlook stimulus bantuan ekonomi AS yang lebih besar telah menekan USDJPY turun 25 pip ke level 103.52 di akhir perdagangan hari Selasa. Dengan sentimen pelemahan dollar AS tersebut, aksi jual USDJPY berpotensi berlanjut di sesi Asia, mengincar support di 103.20. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 103.20 – 103.80.

AUDUSD 

AUDUSD menutup sesi Selasa dengan menguat 26 pip ke level 0.7606 karena sentimen positif yang berlangsung di pasar seperti perilisan stimulus fiskal AS, kesepakatan BREXIT dan tingginya harga komoditas ekspor andalan Australia seperti emas, tembaga dan bijih besi. Dengan sentimen positif tersebut, di sesi Asia, AUDUSD berpotensi dibeli lebih lanjut, membidik resisten di 0.7650. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7570 – 0.7650.

NIKKEI 

Sentimen positif dari stimulus bantuan ekonomi AS masih menopang minat beli aset berisiko dan mengangkat indeks Nikkei naik 655 poin ke level 27520 di akhir sesi Selasa. Hari ini, Indeks Nikkei berpotensi dibeli lebih lanjut, menargetkan resisten di 27700 karena sentimen positif terhadap aset berisiko tersebut. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 27350 – 27700.

HANG SENG 

Indeks Hang Seng ditutup naik 232 poin ke level 26661 di akhir sesi Selasa, tertopang meningkatnya minat pasar terhadap aset berisiko karena stimulus fiskal AS serta reboundnya saham di sektor teknologi. Hari ini, Indeks Hang Seng berpeluang dibeli lebih lanjut, mengincar resisten di 26800 karena sentimen positif tersebut. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 26500 – 26800. 

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.