Rabu, 29 Juli 2020

  • Harga Obligasi Menguat, Pasar Lanjutkan Tren Positif. Seluruh indeks return obligasi konvensional Indonesia menguat namun hanya return sukuk yang melemah tipis. Harga SUN seri fixed rate didominasi penguatan dengan rata-rata perubahan harga pada 43 serinya naik +21,82bps. Kurva yield SBN berlanjut bullish. Rata-rata yield tenor 1-30 tahun turun –3,62bps. Penurunan terbesar terjadi pada tenor pendek yakni sebesar –5,59bps. Total volume transaksi menurun –27,04% menjadi Rp18,69tn. Namun total frekuensi naik sebesar +6,36% menjadi 1.254 transaksi. Katalis positif untuk pasar diperkirakan lebih didorong oleh respon positif atas sejumlah isu dari global seperti stimulus jumbo berupa bantuan tunai senilai US$1,00tn dari pemerintah AS dan perkembangan calon vaksin lainnya yakni Moderna yang rencananya siap diiproduksi akhir 2020. Berbeda dengan pasar surat utang, kinerja IHSG turun tipis sebesar –0,07% ke level 5.112,79. Kurs spot Rupiah ditutup stagnan di level Rp14.535/US$ Pasar obligasi Indonesia diprediiksi masih melanjutkan penguatan namun dengan kecenderungan yang lebih mereda pada perdagangan Rabu. Paska euforia katalis positif dari global, antisipasi risiko pelaku pasar diperkirakan akan kembali meningkat seiring pernyataan terbaru pemerintah yang memprediksi ketidakpastian akan terjadi hingga 2021 dan defisit RAPBN 2021 ditetapkan di kisaran 5,17% dari PDB.
  • Ekonomi syariah perlu melakukan adaptasi dengan kebiasaan baru di tengah pandemi COVID 19, agar kegiatan usaha yang dijalankan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional tidak menimbulkan risiko di bidang kesehatan. Setidaknya terdapat 3 (tiga) langkah adaptasi hadapi kenormalan baru. Pertama, penggunaan teknologi yang semakin intensif termasuk untuk membuka peluang pasar dan distribusi barang. Kedua, memanfaatkan peluang pengembangan alternatif usaha dan ketiga, meningkatkan kesempatan untuk memperat kolaborasi dan sinergi antar pelaku usaha. Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo dalam kegiatan Tasyakuran Program Penguatan Ekosistem Halal Value Chain, yang dilaksanakan pada 27 Juli 2020 di Jakarta secara virtual. Bank Indonesia berkerjasama lintas lembaga di bawah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) selalu berkomitmen untuk mendorong pemberdayaan ekonomi syariah sehingga dapat bersaing secara nasional maupun global. Salah satu strategi yang dilakukan adalah melalui penguatan ekosistem Halal Value Chain (HVC) yang meliputi rangkaian kegiatan untuk menghasilkan nilai tambah pada setiap bisnis proses dengan menekankan pada aspek kepatuhan terhadap nilai dan prinsip dasar syariah. Pengembangan ekosistem Halal Value Chain dilakukan di empat sektor utama, yaitu pertanian (integrated farming); industri makanan halal dan fesyen muslim yang diwujudkan dalam program pengembangan Industri Kreatif Syariah (IKRA); pariwisata halal; serta pengembangan renewable energy. Upaya-upaya tersebut terus dilakukan dengan menggandeng berbagai pelaku usaha, diantaranya komunitas pesantren, UMKM syariah, korporasi dan berbagai pelaku industri lainnya. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara Bank Indonesia dengan Badan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebagai upaya untuk kolaborasi pelaksanaan riset dan kajian serta fasilitas pembinaan sektor usaha.

EKONOMI GLOBAL

  • Pasar nampak akan bersikap lebih hati-hati sepanjang sesi Rabu (29/7) menantikan kebijakan terkini dari The Federal Reserve AS. The Fed dijadwalkan akan mengumumkan kebijakan moneter terbaru dan mengumumkan pandangan terhadap ekonomi pada jam 01:00 WIB dini hari Kamis nanti. Pasar juga menantikan konferensi pers The Fed yang akan dilaksanakan pada 01:30 WIB setelahnya. Sebelumnya, kemarin malam, The Fed secara mengejutkan mengumumkan akan memperpanjang batas waktu pelaksanaan stimulus ekonomi menjadi akhir Desember 2020, yang sebelumnya dijadwalkan berakhir pada September 2020. Hal tersebut memberikan tekanan kembali pada dolar AS yang sebelumnya sempat menguat atas aksi buy back. Pasar juga menantikan data cadangan minyak mentah AS versi Energy Information Agency yang akan dirilis jam 21:30 WIB, dengan adanya ekspektasi penyusutan cadangan minyak mentah, setelah laporan cadangan dari American Petroleum Institute subuh tadi yang melaporkan penyusutan 6,82 juta barel untuk pekan lalu.

Potensi Pergerakan

EMAS
Harga emas terkoreksi turun dan hanya ditutup menguat $16.83 di sesi Selasa, setelah mencatat level tertinggi $1980.92 kemarin. Harga emas masih berpotensi naik menguji resisten $1967 – $1981 bila dolar AS masih tertekan melemah. Level Support pada kisaran $1920 – 1931.  

MINYAK
Harga minyak ditutup naik $0.57 di sesi Selasa di tengah harapan stimulus pemerintah AS akan dapat membantu ekonomi AS yang masih belum nampak pulih. Harga minyak berpotensi naik menguji resisten $41.40 – $42.00 bila harapan peningkatan permintaan minyak mentah tertopang stimulus AS. Level support $40.45 – $40.80.

EURUSD
EURUSD ditutup naik 37 pips di sesi Selasa, tertopang pelemahan dolar AS. EURUSD berpotensi lanjutkan kenaikan menguji resisten 1.1745 – 1.1785 bila pelemahan dolar AS masih berlanjut. Level support pada kisaran 1.1640 – 1.1680.

GBPUSD
GBPUSD berakhir naik 50 pips di sesi Selasa, tertopang pelemahan dolar AS. GBPUSD berpotensi naik menguji level resisten pada kisaran 1.2955 – 1.3000 bila pelemahan dolar AS berlanjut. Level support pada kisaran 1.2860 – 1.2900.

USDJPY
USDJPY menutup sesi Selasa dengan turun sebesar 76 pips setelah dolar AS melanjutkan pelemahan. Sikap hati-hati pasar mungkin menekan USDJPY melanjutkan turun menguji support 104.60 – 104.80 bila level 105.00 kembali ditembus. Level Resisten pada kisaran 105.40 – 105.60.

AUDUSD
AUDUSD hanya menguat 7 pips kemarin, di tengah koreksi dolar AS dan masih tertekan melemah oleh pengumuman The Fed semalam. AUDUSD berpeluang turun menguji support 0.7080 – 0.7120 setelah data CPI Australia yang melemah dari sebelumnya. Level resisten pada kisaran 0.7185 – 0.7200.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya