Rabu, 25 September 2019

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) melemah –0,08% ke level 266,5146 pada perdagangan kemarin. INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) juga melemah –0,09% ke level 261,4918. Sedangkan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) menguat tipis +0,01% ke level 290,3237. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) didominasi kenaikan yield/bearish dengan rata-rata pada seluruh tenor (1-30 tahun) naik sebesar +0,69bps. Sedangkan masing-masing kelompok tenor mencatatkan kenaikan rata-rata yield sebesar: pendek (<5tahun) +1,30bps; menengah (5-7tahun) +0,43bps; dan panjang (>7tahun) +0,62bps. INDOBeXG-Effective Yield kemarin terpantau naik +0,0184poin ke level 7,1725. Harga seluruh seri SUN benchmark berlanjut terkoreksi dengan rata-rata harga turun sebesar –38,85bps. Harga SUN seri FR&ORI secara keseluruhan terpantau semakin didominasi pelemahan dengan rata-rata harga turun –11,31bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin melemah –0,11% ke level 113,7429. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder kemarin mengalami peningkatan pada kedua sisinya. Total volume naik +32,24% menjadi sebesar Rp14,28tn dan total frekuensi naik +41,00% menjadi 846 transaksi. Setelah menurun pada perdagangan Senin, volume transaksi SUN tenor menengah dan panjang terpantau meningkat pada perdagangan kemarin dengan akumulasi nilai mencapai Rp6,85tn. Seri FR0082 menjadi SBN teraktif dengan 164 transaksi, dan sekaligus mencatat total volume terbesar senilai Rp5,53tn. Pada obligasi korporasi, seri teraktif dicatatkan BMTR01CN2 sebanyak 7 transaksi. Sedangkan total volume terbesar diraih seri WSKT03ACN1 dengan total nilai Rp280miliar. Performa pasar obligasi negara tampak tertekan pada perdagangan kemarin. Harga SUN dominan terkoreksi demikian pula dengan imbal hasil SBN yang dominan naik/bearish. Kinerja negatif SUN kali ini diperkirakan lebih disebabkan oleh situasi dalam negeri yang kurang kondusif. Diketahui, Selasa kemarin terjadi serangkaian aksi demo mahasiswa di berbagai daerah guna menolak pengesahan rencana revisi UU KUHP, RUU KPK, serta RUU lainnya. Imbas dari aksi demo tersebut juga dirasakan Rupiah di pasar spot yang terpantau melemah –29,00poin ke level Rp14.114/US$. Tren bearish pasar sekunder turut mendorong menurunnya total penawaran masuk pada lelang SBN kemarin. Diketahui, pemerintah kemarin menyelenggarakan lelang SBN dengan mencatat oversubscribed 2,27 kali dibanding pelaksanaan lelang SBN sebelumnya yang sebesar 2,98 kali. Selain itu, peserta lelang juga tampak meminta yield yang lebih tinggi dari yield wajar PHEI pada seri-seri FR yang di lelang dengan spread positif tercatat di rentang +1,21bps hingga +4,86bps. Pada perdagangan hari ini, pasar obligasi domestik diprediksi berlanjut melemah. Ditengah situasi dalam negeri yang belum kondusif, kali ini tekanan datang dari AS setelah tersiar kabar bahwa akan ada pemakzulan (impeachment) formal terhadap Presiden Trump oleh ketua DPR Nancy Pelosi. Selain itu, indeks kepercayaan konsumen di AS juga turun menjadi 125,1 imbas dari perang dagang yang berkepanjangan.

EKONOMI GLOBAL

  • Kekacauan politik di AS, yang memicu sebagian besar anggota DPR AS untuk melakukan penyeldikan pemakzulan terhadap Presiden AS Donald Trump berpotensi membuat dollar AS dalam tekanan turun dan pasar menjauh aset berisiko. Sementara itu outlook lain yang berpeluang meningkatkan sentimen hindar aset berisiko adalah pernyataan Presiden Trump yang mengatakan bahwa kesepakatan dagang antara Washington dan Beijing mungin tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Data penting hari ini yang akan menjadi pemicu pergerakan pasar berpotensi datang dari data keyakinan konsumen Jerman pukul 13:00 WIB, pidato anggota FOMC Charles Evans dan Esther George pukul 19:00 WIB dan 21:00 WIB, data penjualan rumah baru AS pukul 21:00 WIB, dan cadangan minyak mentah AS pukul 21:30 WIB.

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas berpeluang naik dalam jangka pendek di tengah kekacauan politik di AS serta memudarnya ekspektasi untuk adanya kesepakatan dagang AS-Tiongkok untuk menguji level resisten di $1535 – $1540. Namun, harga emas berpotensi terkoreksi turun jika pidato anggota FOMC dan data penjualan rumah AS hasilnya dipandang optimis untuk menguji level support di $1527 – $1522.

Minyak

Harga minyak berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek karena outlook perlambatan ekonomi serta meredanya ketegangan antara Iran dengan AS setelah pemimpin Teheran setuju untuk memperbaiki kesepakata nuklirnya untuk menguji level support di $56.30 – $55.80. Namun, harga minyak berpotensi untuk bergerak naik menguji level resisten di $57.20 – $57.70 jika data cadangan minyak mentah AS yang dirilis EIA pada pukul 21:30 WIB hasilnya lebih rendah dari ekspektasi.

EURUSD

EURUSD berpeluang menguat dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 1.1050 – 1.1100 di tengah sentimen melemahnya dollar AS karena kekacauan politik di AS serta optimisnya data iklim bisnis Jerman. Namun, EURUSD berpeluang untuk berbalik turun menguji support di 1.0980 – 1.0930 jka data tingkat keyakinan konsumen Jerman dirilis lebih rendah dari ekspektasi.

GBPUSD

Sentimen meningkatnya optimisme pasar untuk terjadinya soft Brexit pasca keputusan Mahkamah Agung Inggris kemari berpeluang menopang kenaikan GBPUSD dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 1.2530 – 1.2580. Jika bergerak turun, level support berada di 1.2450 – 1.2400.

USDJPY

USDJPY berpeluang turun dalam jangka pendek seiring tidak adanya kejutan dalam notula rapat BOJ, dan ketegangan politik di AS untuk menguji level support di 106.90 – 106.40. Jika bergerak naik, level resisten di 0.6830 – 0.6880.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang untuk bergerak turun dalam jangka pendek di tengah kekhawatiran akan ketegangan dagang antara AS-Tiongkok yang belum akan tuntas dalam jangka pendek untuk menguji level support di 0.6770 – 0.6720. Namun, jika pasar mempertimbangkan pelemahan dollar AS dan kenaiakn harga emas, maka AUDUSD berpeluang naik menguji resisten di 0.6830 – 0.6880.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 25/09/2019 pukul 10.12 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.