Rabu, 24 Juni 2020

  • Yield Tenor Panjang Tertekan Naik Ditengah Positifnya Pasar. Indeks return obligasi Indonesia (ICBI) menguat +0,06% ke level 283,2895 pada hari ini. Harga kelompok seri SUN fixed rate meski didominasi penguatan namun rata-rata harga pada seluruh serinya hanya naik sebesar +0,74bps. Yield curve PHEI (PHEI-IGSYC) bergerak mixed dengan tekanan naik melanda yield tenor-tenor panjang. Total volume transksi naik +34,98% menjadi Rp12,88tn dan total frekuensi naik +5,50% menjadi 1.017 transaksi. Ditengah berbagai tekanan yang ada, penguatan pasar yang terjadi diduga lebih disebabkan oleh faktor trading. Saat ini bayang-bayang resesi kembali mengancam laju penguatan pasar obligasi terlebih ketika bayang-bayang resesi tersebut juga muncul di sejumlah prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurut Sri Mulyani, perekonomian Indonesia di Q2-2020 diproyeksi turun –3,8%, lalu Q3-2020 berada di rentang 1,4% hingga minus -1,6%, dan di Q4-2020 berada di kisaran 1,0% hingga 3,4%. Pasar obligasi ada peluang tertekan pada perdagangan Rabu. Concern investor semakin tertuju pada nasib perekonomian dunia maupun dalam negeri setelah tersiar kabar AS mengakhiri kesepakatan damai dagangnya dengan Cina. Hingga saat ini Amerika masih menganggap bahwa pandemi Covid terjadi karena kelalaian China dalam menangani kasus tersebut.

EKONOMI GLOBAL

  • Permintaan terhadap aset safe haven berpeluang kembali meningkat dalam jangka pendek dibalik pernyataan terbaru dari penasihat kesehatan Gedung Putih Dr. Anthony Fauci yang mengatakan bahwa lonjakan kasus Covid-19 terlihat “menganggu” dan merekomendasikan untuk penghentian sementara fase pembukaan ekonomi kembali di AS. Sementara itu dari pasar mata uang, GBPUSD  berpeluang menguat dalam jangka pendek setelah data ekonomi Inggris sinyalkan pemulihan serta Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang umumkan akan melakukan pelonggaran kebijakan lockdown mulai tanggal 4 Juli.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek di tengah sentimen pelemahan dolar AS dan kekhawatiran akan lonjakan kasus Covid-19 untuk menguji level resisten di $1774 – 1782. Jika bergerak turun, level support  terlihat di area $1760 – $1752. 

MINYAK 

Harga minyak berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di $39.50 – $38.50 karena sentimen meningkatnya cadangan minyak mentah AS yang dilaporkan oleh American Petroleum Institute (API) semalam yang menujukkan penambahan 1.7 juta barel. Harga minyak berpeluang rebound untuk menguji resisten di $40.50 – $41.50  jika data cadangan minyak mentah AS yang dilaporkan oleh Energy Information Administration (EIA) pukul 21:30 WIB menunjukkan penurunan. 

EURUSD 

Sinyal pertumbuhan ekonomi yang optimis di zona euro dan melemahnya dolar AS berpeluang memicu kenaikan EURUSD dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 1.1350 – 1.1420. Namun, jika data Business Climate Jerman yang dirilis oleh lembaga Ifo pukul 15:00 WIB menunjukkan angka yang lebih rendah dari estimasi berpotensi memicu penurunan EURUSD untuk menguji level support di 1.1270 – 1.1200. 

GBPUSD 

Outlook mulai pulihnya ekonomi dan sinyal pelonggaran moneter di Inggris berpotensi menopang kenaikan GBPUSD dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 1.2560 – 1.2640. Jika bergerak turun, level support terdekat berada di 1.2480 – 1.2400.

USDJPY 

USDJPY berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji support di 106.10 – 105.70 di tengah sentimen pelemahan dolar AS serta jika pasar mencari aset safe haven yen di tengah perkembangan yang kurang baik dalam penyebaran virus Covid-19. Namun, jika bergerak naik, level resisten terlihat di 106.80 – 107.20.

AUDUSD 

AUDUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek di tengah sentimen pelemahan dolar AS dan tingginya harga komoditas untuk menguji level resisten di 0.6980 – 0.7030. Namun, jika bergerak turun, level support  terlihat di 0.6900 – 0.6850.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.